Arti Kata ‘Kerap’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘kerap’ memiliki arti sebagai berikut:

  1. kerap – alternatif makna ke-1
    • kerap: /ke·rap/ a 1 berkali-kali; berulang kali; sering. Contoh: ia kerap datang ke rumahku; 2 tidak jarang (tt anyaman, tenunan, dsb); rapat. Contoh: anyamannya kerap; tapisan yg kerap; 3 tidak jauh antaranya (tt barang yg berderet-deret). Contoh: jarak penanaman bibit itu sangat kerap;
    • kerap kali: acap kali; sering kali; berkali-kali. Contoh: kerap kali kali ia mengingkari janjinya;
    • kerap pati: ark membunuh dng diam-diam;
    • kerap-kerap: /ke·rap-ke·rap/ adv sering-sering; kerap kali;
    • mengerapkan: /me·nge·rap·kan/ v menjadikan kerap; mengulang-ulang dl waktu singkat;
    • kekerapan: /ke·ke·rap·an/ n 1 perulangan yg berkali-kali; 2 frekuensi
  2. kerap – alternatif makna ke-2
    • kerap: /ke·rap/ a, ke·rap-ke·rap: v berderit-derit

Penjelasan Arti ‘Kerap’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “kerap” adalah sebuah kata yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang terjadi berkali-kali atau berulang-ulang. Misalnya, kalau kamu mempunyai teman yang datang ke rumahmu hampir setiap hari, kamu bisa bilang dia “kerap datang ke rumahku”.

Ini artinya dia sering berkunjung, tidak hanya sekali atau dua kali, tapi banyak kali.

Dalam konteks yang berbeda, “kerap” juga bisa berarti sesuatu yang rapat atau padat. Contohnya, kalau kamu lihat sebuah anyaman atau tenunan yang benang-benangnya berdekatan dan sulit untuk melihat celah di antaranya, kamu bisa menggambarkan anyaman itu dengan kata “anyaman yang kerap”.

Ini menggambarkan bahwa anyaman tersebut dibuat dengan sangat rapat.

Kadang-kadang, “kerap” juga dipakai untuk menggambarkan jarak antara benda-benda yang berderet dan berdekatan satu sama lain.

Kalau kamu menanam beberapa bibit tanaman dan jarak antara satu dengan yang lainnya tidak terlalu jauh, kamu bisa bilang “jarak penanaman bibit itu sangat kerap”, yang berarti tanaman-tanaman tersebut ditanam dengan jarak yang dekat.

Istilah “kerap kali” memiliki makna yang sama dengan “kerap”, hanya saja kalimat ini lebih menekankan pada frekuensi atau jumlah kali sesuatu itu terjadi.

Sebagai contoh, kalau seseorang sering mengabaikan atau tidak memenuhi janji yang telah diucapkannya, kamu bisa menyatakan “dia kerap kali mengingkari janjinya”.

Dari kata dasar “kerap” ini, kita bisa turunkan kata lain seperti “kerap-kerap” yang artinya adalah melakukan sesuatu secara sering-sering, dan “mengerapkan” yang berarti membuat sesuatu menjadi berulang atau sering terjadi dalam waktu yang singkat.

Sedangkan “kekerapan” merujuk pada jumlah atau frekuensi dari sesuatu yang terjadi berkali-kali.

Selain itu, ada juga bentuk lain yang berderet seperti “kerap-kerap” yang bisa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang berderet-deret dengan rapat.

Secara keseluruhan, “kerap” dan turunannya mengacu pada sesuatu yang terjadi dengan sering atau dalam kondisi yang rapat dan berdekatan.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kerap