Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘tekuk’ memiliki arti sebagai berikut:
- tekuk – alternatif makna ke-1
- tekuk: /te·kuk/ v,
- tekuk lutut: bertekuk lutut;
- bertekuk: /ber·te·kuk/ v berlipat; berkeluk. Contoh: bertekuk kaki;
- lutut 1 lutut 1: berlipat kaki dan berapat lutut; 2 tunduk; kalah; menyerah kalah. Contoh: musuh-musuh telah lutut 1 lutut kepadanya; sungguhpun perkasa, kalau jumlah tenaga lebih sedikit dp tenaga lawan, akhirnya kita harus lutut 1 lutut; lutut 1 tangan 1: berlipat tangan; berdekap; 2 ki tidak bekerja (tidak berbuat) apa-apa;
- menekuk: /me·ne·kuk/ v 1 melipat (tt barang yg agak kaku); membongkokkan: menekuk rotan; menekuk tali; 2 ki membekuk (leher) telah menangkap. Contoh: polisi telah menekuk batang leher pemeras itu;
- tekukan: /te·kuk·an/ n 1 yg dilekukkan (dibengkokkan); 2 alat untuk menekuk (mengelukkan); 3 lipatan; 4 hasil menekuk
- tekuk – alternatif makna ke-2
- tekuk: /te·kuk/ v,
- tekuk kayu: upacara perceraian yg dilambangkan dng membelah sepotong kayu (di daerah Kerinci)
Penjelasan Arti ‘Tekuk’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia
Kata “tekuk” digunakan untuk menggambarkan aksi dimana suatu benda atau anggota tubuh, seperti lutut atau kaki, ditekuk atau dilipat. Misalnya, saat kamu duduk atau berlutut, lututmu akan bertekuk.
Kalau kamu berdiri lagi, lututmu akan lurus kembali.
Jika seseorang berkata “bertekuk lutut,” itu bisa berarti dua hal. Pertama, secara harfiah berarti lutut benar-benar ditekuk, seperti ketika seseorang duduk di lantai atau berlutut.
Kedua, dapat digunakan secara kiasan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang merasa kalah, tunduk, atau terpaksa menyerah kepada kekuatan yang lebih besar, seperti saat seseorang menyerah dalam sebuah pertandingan atau konflik.
Selain itu, kata “bertekuk tangan” juga memiliki dua arti.
Secara harfiah, ini bisa berarti posisi tangan yang dilipat atau berdekapan. Dalam penggunaan kiasan, “bertekuk tangan” bisa menggambarkan seseorang yang tidak melakukan apa-apa, diam saja tanpa berpartisipasi atau bekerja.
Aksi “menekuk” adalah proses melipat atau membengkokkan sesuatu yang agak kaku, seperti menekuk rotan atau tali.
Dalam konteks yang lebih figuratif, “menekuk” juga bisa berarti membekuk seseorang, yang umumnya digunakan untuk menunjukkan penangkapan seseorang oleh polisi.
“Tekukan” sebagai kata benda, merujuk pada hasil dari proses menekuk.
Ini bisa berarti lipatan itu sendiri, alat yang digunakan untuk menekuk, atau bahkan gambaran dari sesuatu yang telah ditekuk.
Ada penggunaan spesifik lain dari kata “tekuk” dalam konteks budaya tertentu, seperti “tekuk kayu,” yang merujuk pada sebuah upacara perceraian di daerah Kerinci yang melambangkan perpisahan dengan cara membelah sepotong kayu.
Secara keseluruhan, kata “tekuk” memiliki makna yang sangat luas, mulai dari aksi fisik melipat, sampai pada penggunaan yang lebih abstrak atau simbolis dalam masyarakat.