Arti Kata ‘Cemeti’

cemeti: /ce·me·ti/ n cambuk; pecut;
cemeti dewa: ki petir;
cemeti malaikat: cemeti dewa;
mencemeti: /men·ce·me·ti/ v mencambuk; memecut

Arti Kata ‘Cawan’

cawan: /ca·wan/ n 1 cangkir yg tidak bertelinga; 2 mangkuk untuk makan nasi dsb; 3 lapik cangkir;
cawan kisatan: cawan dr tembikar yg digunakan untuk menguapkan benda cair;
cawan petri: cawan kecil dangkal terbuat dr gelas bertutup lepas

Arti Kata ‘Catu’

catu: /ca·tu/ n bagian (makanan, barang, dsb) yg sudah ditentukan banyaknya; ransum; jatah. Contoh: ia mendapat catu beras 2 kg sehari; men·ca·tu: v 1 menentukan (membatasi) banyaknya (tt pemakaian sesuatu); memberi jatah. Contoh: pemerintah catu pemakaian bensin 10 liter

Arti Kata ‘Catat’

catat: /ca·tat/ v, men·ca·tat: v 1 menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan). Contoh: ia catat semua kegiatan anak buahnya; 2 menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin. Contoh: ia sedang catat bahan kuliahnya; 3 memasukkan

Arti Kata ‘Canggung’

canggung – alternatif makna ke-1 canggung: /cang·gung/ a 1 kurang mahir atau tidak terampil dl menggunakan sesuatu (krn belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok. Contoh: rupanya ia belum biasa memegang senapan krn itu sangat canggung tampaknya; saya tidak canggung lagi berpidato

Arti Kata ‘Bulan’

bulan – alternatif makna ke-1 bulan: /bu·lan/ n 1 benda langit yg mengitari bumi, bersinar pd malam hari krn pantulan sinar matahari: pesawat antariksa Apollo berhasil mendarat di bulan; bumi bermandikan cahaya bulan; 2 masa atau jangka waktu perputaran bulan

Arti Kata ‘Buai’

buai: /bu·ai/ n 1 gerak mengayun; 2 Fis gerak ayun pd kapal laut atau pesawat udara sekitar sumbu lintangnya;
berbuai: /ber·bu·ai/ v berayun-ayun. Contoh: kereta itu bergantung dan -;
berbuai-buai: /ber·bu·ai-bu·ai/ v berbuai;
membuai: /mem·bu·ai/ kl v 1 mengayun;