Arti Kata ‘Belel’
belel: /be·lel/ /belél/ a sudah pudar warnanya, rusak jahitannya (tt pakaian); lusuh. Contoh: ia pergi memakai celana panjang yg sudah belel dan bersandal jepit
belel: /be·lel/ /belél/ a sudah pudar warnanya, rusak jahitannya (tt pakaian); lusuh. Contoh: ia pergi memakai celana panjang yg sudah belel dan bersandal jepit
belantika: /be·lan·ti·ka/ n usaha dagang atau jasa dl dunia permusikan (lagu-lagu, kaset, dsb) atau pertunjukan (tari, dsb). Contoh: belantika musik
basah: /ba·sah/ a 1 mengandung air atau barang cair. Contoh: bajunya basah kena hujan; 2 belum dikeringkan; masih baru. Contoh: ikan basah; 3 cak banyak mendatangkan keuntungan (uang dsb). Contoh: ia ditempatkan di pos yg basah;
sepala-pala mandi biarlah
barik: /ba·rik/ n, ba·rik-ba·rik: n garis-garis (pd kayu, marmer, dsb); bintik-bintik (pd telur burung gereja dsb);
berbarik-barik: /ber·ba·rik-ba·rik/ v bergaris-garis; berbintik-bintik
bandit: /ban·dit/ n 1 penjahat; pencuri; 2 tokoh penjahat dl cerita drama;
membandit: /mem·ban·dit/ v menjadi penjahat (pencuri);
kebanditan: /ke·ban·dit·an/ n tindakan spt bandit
bancet: /ban·cet/ /bancét/ n katak kecil
bakda – alternatif makna ke-1 bakda: /bak·da/ p sesudah. Contoh: bakda magrib; bakda haji;
bakda gajah: waktu sesudah subuh bakda – alternatif makna ke-2 bakda: /bak·da/ n permulaan bakda – alternatif makna ke-3 bakda: /bak·da/ n,
bakda pisang: pisang
bajul: /ba·jul/ Jw n 1 buaya; 2 ki penjahat; pencuri; pencopet;
bajul buntung: ki orang laki-laki yg suka mengganggu perempuan;
membajul: /mem·ba·jul/ v menjadi bajul (penjahat, pencuri, pencopet, pengganggu atau penggoda perempuan)
bajar: /ba·jar/ v pembayaran utang (di Madura)
bahwasanya: /bah·wa·sa·nya/ p kata penghubung yg digunakan untuk menguatkan isi atau uraian kata atau kalimat yg di depan; bahwa; sebenarnya