A password will be e-mailed to you.

    Tidak semua orang terlahir dengan bakat untuk jadi pintar, tapi tidak semua orang pintar berasal dari orang yang berbakat. Karena menjadi pintar masih berada dalam jangkauan kemampuan dan kapasitas otak semua orang. Begitu juga halnya artificial intelligence (Indonesia: Kecerdasan buatan).

     

    Artificial Intelligence (Disingkat: AI)

    Artificial Intelligence adalah suatu simulasi bagaimana kecerdasan manusia diproses oleh mesin. Contoh penggunaan AI yang sederhana dan sering kita lihat adalah deteksi wajah pada kamera, NPC/bot yang bermain seperti manusia di game, chat bot dan lain-lain.

    Meskipun kalian sering melihat berita seperti AI mengalahkan salah satu pemain Go terbaik dunia, AI mengalahkan pemain profesional DOTA 2, dan masih banyak lagi, sebenarnya hal itu tidak dicapai secara instan.

     

    Cara Kerja Kecerdasan Buatan

    Artificial Intelligence, lebih tepatnya yang dibuat melalui machine learning maupun deep learning berbeda dengan bot biasa yang hanya melakukan apa yang telah diprogram oleh developer-nya (Indonesia: pengembang). Pembedanya adalah, Artificial Intelligence menggunakan neural network dan data sampel untuk mereka belajar.

    Misalnya dalam hal game/permainan. Si developer hanya memprogram si AI tentang cara bermain serta aturannya, bukan cara mengatasi musuhnya.

    “Lalu, bagaimana dong caranya mereka menang?”

    Yap, seperti halnya manusia. Mereka akan melakukan latihan dengan bermain bersama manusia, atau bisa juga AI lainnya.

     

    Reinforcement Learning (Reward & Punishment)

    Ketika mereka menang, si AI akan menerima sebuah reward (Indonesia: penghargaan) dalam program mereka. Reward tersebut merupakan pemberitahuan bahwa apa yang dilakukan AI tersebut adalah benar.

    Sedangkan ketika mereka kalah, mereka akan mendapatkan punishment (Indonesia: hukuman). Seperti reward tadi, punishment ini hanya sebuah informasi bahwa yang mereka lakukan adalah salah.

    Baca juga:  Hilangnya teknologi akibat hantaman asteroid

    Benar-salah ini bisa dibuat dengan berupa boolean (jenis tipe data dalam programming), yaitu true/false atau angka 0/1 atau dengan cara lainnya. Sistem pemberian reward dan punishment ini disebut reinforcement learning.

    Karena AI diprogram agar berusaha mengejar reward, seiring bermain AI akan mencatat pergerakan mana saja yang efektif untuk mengarahkan arus permainan demi mendapatkan reward tersebut.

    Kemudian catatan pergerakan itu dianalisis dan diberikan nilai oleh si AI, setiap pergerakan yang memiliki probabilitas menang yang tinggi akan diberi nilai yang tinggi. Begitu pula untuk sebaliknya.

    Dengan begitulah, pada akhirnya AI dapat memilih pergerakan yang bijak dan efektif berdasarkan nilai-nilai yang telah diberikan untuk memenangkan pertandingan.

    Kesimpulan

    Dalam contoh di atas, latihan pertandingan merupakan data sampelnya. Kemudian sistem reward dan punishment serta program analisis dan penilaian adalah neural network-nya.

    Bisa kita ketahui, neural network didesain serupa dengan cara manusia berpikir.

    Ketika kita menang, kita mendapatkan reward berupa rasa senang, dan kita tanpa sengaja akan melakukan analisis pertandingan untuk menggapai kemenangan serta menghindari kekalahan pada pertandingan selanjutnya dari data sampel, yaitu pengalaman.

    Semakin banyak sampel yang diterima, semakin canggih pula AInya, apalagi jika diberikan ratus ribuan sampel tiap harinya. Tidak heran Artificial Intelligence bisa mengalahkan seorang profesional.

     

    Penerapan Cara Belajar AI

    Dari penjelasan di atas, sudah jelas bahwa cara belajar suatu Artificial Intelligence tidaklah berbeda dengan cara belajar kita. Yang membuat mereka lebih canggih dari manusia adalah karena mereka selalu diberikan informasi baru, dan mereka juga dirancang khusus untuk mengolah informasi tersebut.

    Karena itu apabila kita ingin secanggih mereka, jangan segan-segan mengubah diri kita menjadi mesin pengolah informasi seperti mereka.

    Baca juga:  Bola Sepak Terkecil di Dunia Ini Hanya Berukuran Nanometer

    Apa yang membedakan kita dari orang-orang jenius atau artificial intelligence yang hebat adalah pengetahuan dan pengalaman. Jika kita terus-terus membuang waktu dengan melakukan hal yang monoton dan tidak bermanfaat, maka pengetahuanmu akan tertinggal oleh orang lain tiap detiknya.

    Cobalah untuk selalu melakukan hal yang bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan kita. Iseng menonton video edukasi di youtube, atau iseng baca-baca artikel sains di saintif, misalnya.

     

    Tak peduli ilmu sekecil apapun yang dipelajari, itu sudah memajukan satu langkah pengetahuanmu, menambahkan satu kosa kata dalam kamus bahasa di otakmu, atau menambahkan satu pengalaman dalam memorimu.

     

    Tentu hal ini akan bermanfaat suatu hari, karena pengetahuan yang luas itu terdiri dari ilmu-ilmu kecil. Ribuan data sampel yang diolah Artificial Intelligence itu terdiri dari satuan data sampel.

    Oh ya, dengan membaca artikel ini kamu sudah punya satu pengetahuan lebih maju soal artificial intelligence dibandingkan dengan teman atau orang sekitarmu, lho.

    Hanya dalam waktu beberapa menit membaca, kamu sudah lebih pintar dari dirimu yang lalu. Ketika nantinya kamu kebetulan ditanya, dan kebetulan kamu pernah iseng mempelajarinya, kemudian bisa menjawabnya. Amazing isn’t it?

     


    Tulisan ini adalah kiriman dari penulis. Kamu juga bisa membuat tulisanmu sendiri di Saintif dengan bergabung di Saintif Community

    No more articles