Arti Kata ‘Usah’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘usah’ memiliki arti sebagai berikut:

  • usah: v 1 perlu. Contoh: tak usah; perkara makanan tidak usah dikatakan lagi; 2 Mk tidak usah; jangan. Contoh: sebab itu, pulanglah engkau usah merintangi aku berangkat; usah khawatir, malam ini juga Abang kembali;
  • usahkan 1: /usah┬Ěkan 1/ jangankan. Contoh: usahkan 1 menyilakan duduk, menegur pun tidak; 2 daripada. Contoh: usahkan 1 belajar, pergilah ia menonton bioskop

Penjelasan Arti ‘Usah’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “usah” dalam bahasa Indonesia sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dan memiliki beberapa arti yang berbeda. Pertama, “usah” bisa berarti sesuatu itu tidak perlu.

Misalnya, ketika seseorang mengatakan “tak usah,” itu artinya tidak perlu melakukan suatu tindakan. Jika seseorang berkata “perkara makanan tidak usah dikatakan lagi,” ini berarti bahwa makanan tidak perlu dibicarakan lagi karena sudah jelas atau sudah dipahami oleh semua orang yang terlibat dalam percakapan tersebut.

Selain itu, kata “usah” juga digunakan dalam dialek tertentu seperti di Melayu klasik, yang memiliki makna serupa dengan “tidak usah” atau “jangan.” Contohnya, dalam kalimat “usah merintangi aku berangkat,” kata “usah” digunakan untuk mengatakan “jangan menghalangi saya untuk berangkat.” Dalam contoh lain, “usah khawatir, malam ini juga Abang kembali,” berarti “jangan khawatir, kakak akan pulang malam ini juga.”

Lalu, ada kata turunan dari “usah” yaitu “usahkan.” Kata ini memiliki penggunaan yang sedikit berbeda.

“Usahkan” digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang bahkan lebih tidak perlu dibandingkan dengan hal yang sudah tidak perlu. Misalnya, “jangankan menyilakan duduk, menegur pun tidak,” di mana kata “usahkan” menunjukkan bahwa bahkan menyapa pun tidak terjadi, apalagi mempersilakan seseorang untuk duduk yang merupakan tindakan yang lebih ramah lagi.

Arti kedua dari “usahkan” lebih menekankan pada pemilihan antara dua opsi, seperti pada “daripada belajar, pergilah ia menonton bioskop,” yang menunjukkan bahwa seseorang memilih untuk pergi menonton bioskop daripada belajar.

Ringkasnya, “usah” digunakan untuk menyatakan ketidakperluan suatu tindakan atau untuk mengatakan “jangan,” sedangkan “usahkan” digunakan untuk menunjukkan tingkatan yang bahkan lebih tidak perlu atau sebagai cara untuk menunjukkan preferensi antara dua opsi.

Kata-kata ini berguna saat berkomunikasi sehari-hari untuk menunjukkan pilihan atau memperingatkan seseorang tentang apa yang sebaiknya tidak dilakukan..

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/usah