Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘tempik’ memiliki arti sebagai berikut:
- tempik – alternatif makna ke-1
- tempik: /tem·pik/ n pekik keras;
- tempik sorak: berbagai-bagai pekik dan sorak (dl perang dsb). Contoh: ketika didengarnya tempik sorak sorak, mereka (pun) berlarian;
- bertempik: /ber·tem·pik/ v memekik nyaring-nyaring; menjerit kuat-kuat. Contoh: margasatwa bertempik riuh menyambut fajar; ia bertempik sorak kegirangan;
- menempikkan: /me·nem·pik·kan/ v memekikkan; meneriakkan; menjeritkan;
- tempikan: /tem·pik·an/ n jeritan; teriakan. Contoh: kita mendengar tempikan berulang-ulang
- tempik – alternatif makna ke-2
- tempik: /tem·pik/ Jw n kas alat kelamin perempuan
Penjelasan Arti ‘Tempik’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia
Kata “tempik” dalam bahasa Indonesia memiliki makna sebagai suara pekik yang keras. Ini seperti teriakan kuat yang bisa didengar dari jarak jauh. Saat seseorang merasa sangat emosional, baik itu karena senang, kaget, atau mungkin takut, mereka bisa mengeluarkan suara tempik ini.
Misalnya, ketika sebuah tim olahraga menang, para penggemarnya mungkin akan tempik sorak dalam kegembiraan mereka.
Ada juga kata “bertempik” yang artinya secara aktif memekik dengan suara yang nyaring dan kuat.
Misalnya, bayangkan kamu berada di kebun binatang saat matahari terbit dan mendengar berbagai suara hewan yang riuh. Hewan-hewan itu seolah ‘bertempik’ atau bersuara keras menyambut hari baru.
Atau, ketika seseorang sangat gembira dan tidak bisa menahan kegirangannya, dia bisa ‘bertempik’ menunjukkan perasaan tersebut.
Kemudian ada kata kerja “menempikkan,” yang berarti proses membuat suara pekik atau teriakkan tersebut.
Ini seperti ketika orang tua memanggil anaknya dengan suara keras agar anak itu mendengar dan segera datang. Orang tua itu ‘menempikkan’ suara mereka.
Terakhir, “tempikan” adalah bentuk kata benda dari ‘tempik’, yang artinya adalah suara jeritan atau teriakan itu sendiri.
Jadi, ketika kamu berada di suatu tempat dan mendengar suara yang keras berulang kali, itu adalah tempikan yang kamu dengar.
Ada juga penggunaan lain dari kata “tempik” yang spesifik untuk bahasa Jawa.
Dalam konteks Jawa, “tempik” merujuk pada alat kelamin perempuan. Namun, ini dianggap sebagai istilah yang kasar dan tidak pantas untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Biasanya kata ini tidak digunakan dalam konteks formal atau umum, dan sangat penting untuk menggunakan bahasa yang sopan dalam berkomunikasi tentang topik sensitif seperti ini.