Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘nasib’ memiliki arti sebagai berikut:
- nasib: /na·sib/ n sesuatu yg sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; takdir. Contoh: nasib membawanya tehempas di Jakarta;
- nasib baik: keberuntungan. Contoh: ia selalu memperoleh nasib baik baik dl usahanya;
- nasib buruk: kemalangan. Contoh: nasib baik buruk telah menimpa keluarganya; nasib baik malang: nasib yg buruk;
- nasib mujur: nasib baik;
- bernasib: /ber·na·sib/ v mempunyai nasib. Contoh: hari ini saya bernasib baik, semua usaha saya berhasil;
- nasib-nasiban: /na·sib-na·sib·an/ v untung-untungan; bergantung pd nasib; dng mengadu nasib saja;
- senasib: /se·na·sib/ n sama nasib; sependeritaan. Contoh: mereka merasa senasib dl menghadapi persoalan itu
Penjelasan Arti ‘Nasib’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia
Nasib adalah sesuatu yang dianggap telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk seseorang. Takdir itu bisa berupa kejadian-kejadian atau hasil dari usaha ataupun keputusan yang tidak bisa dihindari oleh seseorang.
Misalnya, ada orang yang tanpa sengaja pindah ke Jakarta dan di sana kehidupannya berubah. Itulah yang dimaksud dengan nasib membawa seseorang ke suatu tempat atau situasi.
Kadang-kadang, orang mengalami keberuntungan, yang sering disebut nasib baik.
Misalnya, kamu sering mendapatkan hasil yang bagus dalam usaha yang kamu lakukan atau mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan tanpa banyak kesulitan. Sebaliknya, ada juga yang disebut nasib buruk atau kemalangan, di mana seseorang mungkin mengalami kerugian, kecelakaan, atau kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan.
Ada juga istilah “nasib malang” yang lebih menekankan pada situasi yang tidak beruntung atau sering kali mengalami kegagalan.
Sementara itu, “nasib mujur” serupa dengan nasib baik, yang menunjukkan hasil atau keadaan yang menguntungkan.
Dalam penggunaan sehari-hari, ada juga frasa “bernasib”. Misalnya, jika seseorang berkata “hari ini saya bernasib baik”, itu artinya dia merasa bahwa keberuntungan berpihak padanya dan segala sesuatunya berjalan lancar.
Sedangkan, kata “nasib-nasiban” bermakna sesuatu yang terjadi secara untung-untungan, atau ketika seseorang menyerahkan hasil dari suatu tindakan ke keberuntungan semata, tanpa ada usaha yang pasti.
Dan terakhir, “senasib” berarti memiliki nasib yang sama.
Kalau dua orang atau lebih merasa senasib, itu berarti mereka mengalami hal-hal yang serupa, bisa dalam kesulitan atau penderitaan, dan merasa terhubung karena situasi tersebut.
Intinya, nasib adalah konsep yang mencakup keberuntungan, takdir, atau hasil yang di luar kendali seseorang, dan biasanya kita gunakan kata ini untuk mendeskripsikan rangkaian kejadian yang menyertainya, baik itu baik maupun buruk.