Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘kontras’ memiliki arti sebagai berikut:
- kontras: /kon·tras/ a 1 memperlihatkan perbedaan yg nyata apabila diperbandingkan. Contoh: perbuatannya kontras dng kata-katanya; 2 memperlihatkan perbedaan nyata (dl hal warna, rupa, ukuran, dsb);
- kontras fonemis: Ling perbedaan antara bunyi-bunyi yg cukup untuk memungkinkannya membedakan kata, msl /b/ dan /p/ dl bahasa Indonesia memperlihatkan kontras sehingga bahasawan dapat membedakan ‘bak’ dan ‘pak’;
- kontras minimal: Ling kontras terkecil yg dimungkinkan oleh struktur fonemis suatu bahasa, msl mu dan bu;
- mengontraskan: /me·ngon·tras·kan/ v menjadikan kontras; menjadikan nyata perbedaannya;
- pengontrasan: /pe·ngon·tras·an/ n proses, cara, perbuatan mengontraskan;
- kekontrasan: /ke·kon·tras·an/ n perihal perbedaan yg nyata apabila diperbandingkan
Penjelasan Arti ‘Kontras’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia
Kontras adalah kata yang sering kita gunakan untuk menggambarkan adanya perbedaan yang sangat jelas dan tampak saat dua hal atau lebih diletakkan berdampingan. Misalnya, saat kita melihat dua buah baju, satu berwarna hitam dan satunya lagi berwarna putih, kita bilang ada kontras warna di antara keduanya karena bedanya sangat jelas dan mudah dilihat.
Ada juga istilah kontras fonemis dalam bidang linguistik.
Ini berkaitan dengan cara suatu bahasa membedakan makna kata melalui perbedaan bunyi. Contohnya dalam bahasa Indonesia, kontras antara bunyi /b/ dan /p/ membuat kita bisa membedakan kata ‘bak’ dengan ‘pak’.
Jadi, bunyi-bunyi yang berbeda ini memiliki peran penting di dalam bahasa karena bisa emningkatkan kemampuan kita untuk membedakan satu kata dari kata yang lain.
Sedangkan kontras minimal, juga dalam bidang linguistik, adalah perbedaan bunyi yang paling kecil tapi masih membuat makna kata berubah.
Contoh kecilnya adalah kata ‘mu’ dan ‘bu’ di mana hanya ada perbedaan pada bunyi awal, namun itu sudah cukup untuk membuat arti kata jadi lain.
Ketika kita membicarakan soal ‘mengontraskan’, itu artinya kita sengaja menyandingkan dua hal yang berbeda agar perbedaan tersebut menjadi lebih jelas.
Misalnya, dalam desain, seorang desainer mungkin akan memilih warna yang bertentangan seperti biru tua dengan kuning terang untuk menampilkan perbedaan yang jelas dan menarik perhatian.
Pengontrasan adalah proses atau cara di mana kita melakukan aksi mengontraskan.
Ini bisa diterapkan dalam berbagai keadaan, misalnya dalam seni, fotografi, atau penulisan.
Terakhir, kekontrasan adalah kondisi atau hasil dari adanya perbedaan yang nyata.
Ini bisa berhubungan dengan segala aspek, seperti warna, bentuk, ukuran, opini, dan banyak hal lainnya. Jadi kalau kita bilang ada kekontrasan antara dua objek, itu berarti ada sesuatu yang membuat mereka tampak sangat berbeda satu sama lain.
Konsep kontras ini bisa kita temui di mana-mana dalam kehidupan sehari-hari, dari yang sederhana seperti memilih pakaian hingga yang kompleks seperti memahami bahasa dan berkomunikasi dengan orang lain.