Arti Kata ‘Kocok’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘kocok’ memiliki arti sebagai berikut:

  • kocok: /ko·cok/ v guncang (tt obat dl botol dsb). Contoh: kocok dulu obat itu sebelum diminum;
  • mengocok: /me·ngo·cok/ v 1 mengguncang(-guncang). Contoh: mengocok nya jangan terlalu keras; 2 mengacu. Contoh: ibu sedang mengocok telur; 3 cak menghasut untuk memecah-belah (bertengkar atau bermusuhan); 4 cak membuat orang tertawa. Contoh: mengocok perut; 5 ki mencampuradukkan. Contoh: mengocok adat dan syarak;
  • pengocok: /pe·ngo·cok/ n alat untuk mengocok (telur, adonan, dsb);
  • perut perut: cak orang yg bisa membuat orang lain (khalayak, penonton) tertawa; badut; pelawak

Penjelasan Arti ‘Kocok’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “kocok” sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, tujuannya adalah untuk menyatakan tindakan mengguncangkan sesuatu. Contohnya, apabila kita memiliki botol obat yang berisi cairan, sebelum meminum isinya, kita sering diingatkan untuk mengocoknya dulu.

Ini bertujuan agar bahan-bahan di dalam obat itu tercampur secara merata agar efektif ketika diminum.

Selain itu, “mengocok” juga bisa berarti menggoyangkan sesuatu berkali-kali.

Misalnya, jika kita terlalu keras mengocok sesuatu, kemungkinan besar bisa menyebabkan kerusakan atau tumpahnya isi. Ketika mengocok, kita perlu melakukannya dengan cara yang benar agar hasilnya sesuai yang diinginkan.

Kata “mengocok” juga bisa berarti mengaduk, seperti ketika seorang ibu sedang mengocok telur untuk membuat kue atau masakan lainnya.

Ini merujuk pada tindakan mencampurkan telur agar tercampur rata dengan bahan-bahan lain, yang nantinya akan menghasilkan adonan yang lembut dan merata.

Dalam penggunaan yang lebih kiasan, “mengocok” sering digunakan untuk menyatakan tindakan menghasut.

Ini termasuk memprovokasi seseorang atau sekelompok orang sehingga terjadi pertengkaran atau permusuhan. Contohnya, mengocok ketenangan sosial dengan menyebarkan isu yang bisa memicu konflik.

Kata “mengocok” juga punya arti membuat orang tertawa.

Jadi, jika ada seseorang yang pandai membuat lelucon dan bisa membuat perut kita sakit karena tertawa terus, kita bisa menyebut orang itu “pengocok perut”. Ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk menghibur dan membuat orang lain merasa senang.

Selain itu, kata “mengocok” bisa pula diartikan sebagai mencampurkan hal-hal yang berbeda, seperti mencampuradukkan adat dengan syarak, yang mana keduanya merupakan sistem nilai atau kepercayaan yang berbeda.

Untuk “pengocok,” ini merujuk pada sebuah alat yang khusus digunakan untuk mengocok benda-benda seperti telur atau adonan kue.

Contoh sederhananya adalah pengocok telur yang biasanya terbuat dari kawat dan digunakan untuk mengaduk telur agar menjadi kocokan telur yang baik untuk membuat kue.

Akhirnya, istilah “pengocok perut” dalam konteks informal digunakan sebagai sebutan untuk orang yang memiliki kemampuan membuat orang lain tertawa, seperti badut atau pelawak.

Mereka ini adalah figur-figur yang menyenangkan dan sering hadir di acara-acara untuk menghibur penonton dengan canda dan tawa mereka..

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kocok