Arti Kata ‘Klise’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘klise’ memiliki arti sebagai berikut:

  • klise: /kli·se/ /klisé/ n 1 gambar negatif pd film potret; 2 Graf keping atau pelat berisi gambar yg agak menonjol untuk dicetakkan dng cetak tinggi. Contoh: penyerahan barang cetakan bergambar itu disertai juga dng klise nya; 3 ki gagasan (ungkapan) yg terlalu sering dipakai; 4 ki tiruan; hasil meniru;
  • mengklise: /meng·kli·se/ v meniru; menirukan. Contoh: para pemain itu terbentur pd keharusannya mengklise sutradara;
  • keklisean: /ke·kli·se·an/ n keadaan yg berciri atau bersifat klise; keadaan meniru begitu saja. Contoh: perlu diperhatikan keklisean yg berasal dr bahasa asing yg merusak bahasa kita

Penjelasan Arti ‘Klise’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “klise” diambil dari bahasa Prancis “cliché”, yang artinya sesuatu yang telah digunakan begitu sering hingga menjadi kurang menarik atau asli. Kata ini memiliki beberapa makna yang berbeda tergantung pada konteksnya.

Pertama, “klise” dapat berarti gambar negatif pada film fotografi.

Gambar negatif ini adalah versi terbalik dari foto asli dimana bagian terang menjadi gelap dan sebaliknya. Negatif tersebut biasanya digunakan untuk membuat foto positif atau cetakan yang dapat kita lihat dengan normal.

Kedua, dalam dunia percetakan grafis, “klise” adalah sebuah keping atau pelat yang memiliki gambar yang sedikit menonjol.

Plat ini dipakai dalam proses mencetak dengan teknik cetak tinggi. Teknik ini melibatkan penggunaan tinta yang diaplikasikan pada bagian yang menonjol dari pelat, kemudian pelat tersebut ditekan ke atas kertas sehingga gambar bisa tercetak di kertas.

Ketiga, “klise” juga digunakan secara kiasan untuk menunjukkan gagasan atau ungkapan yang terlalu sering dipakai, sehingga terasa tidak asli atau membosankan karena kurangnya orisinalitas atau kebaruan.

Misalnya, frasa “akhir yang bahagia” di akhir kisah fiksi, yang sudah sangat umum sehingga dapat dirasakan klise.

Keempat, “klise” dapat berarti tiruan atau hasil meniru. Dalam kasus ini, klise merujuk pada sesuatu yang bukanlah asli atau hanya sebuah salinan yang meniru karya atau ide yang sudah ada sebelumnya.

Kata “mengklise” adalah bentuk verba dari “klise” yang berarti proses menirukan atau meniru sesuatu.

Hal ini bisa berarti mengulangi sesuatu yang telah banyak dilakukan orang lain, seperti mengikuti tren atau gaya yang populer tanpa inovasi atau pengembangan baru.

“Keklisean” adalah bentuk nomina yang merujuk pada keadaan atau sifat menjadi klise atau peniruan.

Ini menunjukkan kondisi di mana tidak ada asli, hanya ada tiruan atau pengulangan dari yang sudah ada.

Contoh keklisean bisa ditemukan dalam banyak aspek kehidupan, termasuk bahasa.

Misalnya, banyak ungkapan dari bahasa asing yang diadopsi begitu saja tanpa pemikiran kreatif dalam bahasa sendiri, sehingga bisa merusak kekayaan bahasa tersebut dengan menggantikan ungkapan atau kata-kata asli dengan versi klise dari bahasa lain.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/klise