Arti Kata ‘Kedai’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘kedai’ memiliki arti sebagai berikut:

  • kedai: /ke·dai/ n bangunan tempat berjualan (makanan dsb); warung;
  • kedai bebas bea: kedai atau toko kecil di bandara, di pesawat terbang atau di kapal, yg menjual parfum, rokok, dsb dng harga bebas bea;
  • kedai kopi: kedai tempat menyediakan minuman (msl kopi, teh) dan makanan kecil (msl gorengan, kue-kue, dsb);
  • kedai kudapan: kedai yg khusus digunakan untuk menjual kudapan;
  • kedai susu: toko tempat menjual air susu; segar;
  • kedai urup-urup: kl kedai tempat tukar-menukar uang;
  • berkedai: /ber·ke·dai/ v 1 membuka kedai; berdagang kecil-kecilan. Contoh: banyak orang berkedai di tepi jalan; 2 berbelanja di kedai. Contoh: ia hendak berkedai ke pasar;
  • mengedaikan: /me·nge·dai·kan/ v mengeluarkan (memamerkan, meletakkan) dagangannya supaya terlihat oleh calon pembeli;
  • memperkedaikan: /mem·per·ke·dai·kan/ v mengedaikan;
  • terkedai: /ter·ke·dai/ v 1 telah dikedaikan; 2 ki telah dilamar orang (tt gadis);
  • kedaian: /ke·dai·an/ n tempat berkedai; tempat mengedaikan dagangan;
  • pekedai: /pe·ke·dai/ n orang yg berkedai; orang yg mempunyai kedai;
  • perkedaian: /per·ke·dai·an/ n 1 tempat berkedai; 2 jendela di toko tempat mengedaikan barang dagangan; etalase; 3 hal berkedai; 4 barang dagangan yg dikedaikan

Penjelasan Arti ‘Kedai’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kedai adalah sebutan untuk sebuah bangunan kecil atau tempat yang diatur untuk menjual berbagai barang, seperti makanan, minuman, atau kebutuhan sehari-hari. Kata ini sering kita dengar dan mirip dengan istilah ‘warung’.

Kedai biasanya tidak sebesar toko atau supermarket, tapi cukup menyediakan apa yang dibutuhkan pelanggan sehari-hari.

Ada juga kedai bebas bea, maksudnya tempat yang menjual barang tertentu seperti parfum atau rokok tanpa dibebani pajak, yang biasanya kita temukan di bandara, di pesawat, atau kapal.

Harganya biasanya lebih murah karena tidak terkena pajak.

Kemudian, kita sering dengar istilah ‘kedai kopi’, itu adalah tempat yang nyaman untuk ngobrol atau kerja sambil menikmati secangkir kopi atau teh, dan biasanya juga menyediakan makanan ringan seperti gorengan atau kue.

Kedai kudapan khusus menjual snack atau makanan kecil, sedangkan kedai susu merupakan tempat yang menjual berbagai produk susu segar.

Ada juga istilah ‘kedai urup-urup’ yang mungkin tidak begitu umum, itu adalah tempat untuk menukarkan uang, semacam tempat penukaran mata uang.

Kalau kita berbicara soal aktivitas, ‘berkedai’ itu berarti memiliki atau mengelola kedai dan berjualan barang-barang kecil.

Seperti kalau kita melihat orang-orang membuka lapak atau tempat jualan di pinggir jalan, itu adalah mereka sedang berkedai. Dan jika kita pergi ke kedai untuk beli sesuatu, itu kita sedang ‘berkedai’ juga dalam pengertian belanja di kedai.

‘Mengedai’ atau ‘mengedai-kan’ itu kegiatan menampilkan barang dagangan supaya bisa dilihat dan dibeli oleh orang yang lewat.

Contohnya, meletakkan makanan di etalase kedai supaya orang tertarik untuk membelinya.

Kalau ada kata ‘terkedai’, itu bisa berarti barang sudah dijaminkan di kedai atau, dalam konteks lain, bisa jadi seorang gadis sudah dilamar.

Kata ‘kedai’ juga bisa dipakai dalam bentuk tempat, seperti ‘kedai-an’ yang berarti tempat untuk berjual-beli atau tempat dimana kedai berdiri.

‘Pekedai’ itu orang yang memiliki kedai atau yang menjalankan usaha kedai. Terakhir, ‘perkedaian’ berhubungan dengan semua yang ada di kedai, mulai dari tempat jualan, etalase, cara berjualan, sampai barang-barang yang dijual.

Jadi, kedai itu intinya tempat kecil dan sederhana untuk jual-beli barang atau makanan yang bisa kita temukan di banyak tempat, dari pinggir jalan sampai di dalam transportasi umum seperti kereta atau pesawat.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kedai