Arti Kata ‘Cuma’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘cuma’ memiliki arti sebagai berikut:

  • cuma: /cu·ma/ adv 1 tidak ada yg lain (sendirian dl jenisnya). Contoh: cuma dia yg datang, tidak ada yg lain; 2 hanya; melainkan: aku cuma anak pungut, tidak dapat berbuat banyak;
  • cuma-cuma: /cu·ma-cu·ma/ adv 1 tidak ada gunanya; sia-sia. Contoh: cuma-cuma dia bersekolah, niat belajarnya saja tidak ada; 2 tidak perlu membayar; tidak dikenakan (dipungut) bayaran; gratis. Contoh: obat-obatan diberikan dng cuma-cuma; sekalian orang boleh menonton acara itu dng cuma-cuma;
  • bercuma: /ber·cu·ma/ ark v sia-sia; tidak ada gunanya. Contoh: mati bercuma;
  • percuma: /per·cu·ma/ adv sia-sia; tidak ada gunanya (hasilnya dsb). Contoh: percuma saja ia bersekolah, kepandaiannya tidak digunakannya;
  • mempercumakan : /mem·per·cu·ma·kan /v 1 menyia-nyiakan; membuang-buang (waktu, tenaga, dsb); 2 memberikan dng cuma-cuma (gratis)

Penjelasan Arti ‘Cuma’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “cuma” sering kita dengar dan gunakan dalam percakapan sehari-hari. Kata ini memiliki beberapa arti yang beda, tapi semuanya sederhana dan mudah dipahami.

Pertama, “cuma” bisa berarti tidak ada yang lain atau sendirian dalam jenisnya.

Contohnya, jika di suatu pesta hanya satu orang yang datang, teman kita bisa berkata “Cuma dia yang datang, tidak ada yang lain.” Itu mengungkapkan bahwa tidak ada tamu lain selain orang tersebut.

Kedua, “cuma” juga artinya hanya atau melainkan.

Ini biasa digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu itu terbatas atau dibatasi. Misalnya, seseorang yang merasa dia tidak punya banyak kemampuan karena asal-usulnya mungkin akan berkata, “Aku cuma anak pungut, tidak bisa berbuat banyak.”

Sekarang, mari kita beralih ke frasa “cuma-cuma.” Frasa ini punya dua makna yang berbeda.

Pertama, bisa berarti tidak ada gunanya atau sia-sia. Sebagai contoh, “Dia bersekolah cuma-cuma saja, karena niat belajarnya tidak ada,” artinya dia pergi ke sekolah tapi tidak ada manfaatnya karena dia tidak serius belajar.

Kedua, “cuma-cuma” juga bisa berarti gratis atau tidak diperlukan bayaran.

Ini adalah kabar baik untuk banyak orang karena siapa yang tidak suka sesuatu yang gratis? Contohnya, “Obat-obatan diberikan dengan cuma-cuma,” berarti orang-orang tidak perlu membayar apa pun untuk mendapatkan obat-obatan tersebut.

Terakhir, ada kata “bercuma” dan “percuma,” yang keduanya bertalian dengan sia-sia atau tidak adanya manfaat.

Seorang yang berkata “Mati bercuma” mungkin merasa bahwa seseorang meninggal tanpa mencapai sesuatu yang berarti. Sementara itu, ungkapan “Percuma saja dia bersekolah, kepandaiannya tidak digunakannya,” menyiratkan rasa kecewa karena seseorang telah menginvestasikan waktu untuk belajar tapi tidak menggunakan ilmunya.

Dan yang terakhir, ada kata “mempercumakan,” yang memiliki dua arti juga.

Pertama, itu berarti menyia-nyiakan sesuatu seperti waktu atau tenaga. Ketika kita mempercumakan waktu, berarti kita tidak menggunakannya untuk hal-hal yang berguna atau penting.

Kedua, “mempercumakan” bisa berarti memberikan sesuatu secara gratis. Jadi, jika sebuah toko memberikan sampel produknya secara cuma-cuma, itu adalah bentuk dari mempercumakan produk mereka.

Singkatnya, “cuma” dan variasi kata darinya memang memiliki beragam penggunaan dalam Bahasa Indonesia, mulai dari menyatakan sesuatu yang tunggal atau terbatas, hingga mengekspresikan sesuatu yang sia-sia atau bahkan gratis.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/cuma