Arti Kata ‘Brutal’

brutal: /bru·tal/ a cak 1 kejam. Contoh: mereka adalah penjahat brutal; 2 kurang ajar; tidak sopan; kasar, biadab (tt perilaku);
kebrutalan: /ke·bru·tal·an/ n 1 kekejaman. Contoh: – perampok itu amat tidak manusiawi; 2 kekurangajaran. Contoh: kenakalan dan – anak-anak

Arti Kata ‘Bosan’

bosan: /bo·san/ a sudah tidak suka lagi krn sudah terlalu sering atau banyak; jemu. Contoh: aku sudah bosan dng pidato-pidato itu;
membosankan: /mem·bo·san·kan/ v menyebabkan atau menjadikan bosan; menjemukan. Contoh: lagu yg terlalu sering dinyanyikan itu – bagi pendengarnya;

Arti Kata ‘Bon’

bon – alternatif makna ke-1 bon: n surat kecil berisi keterangan pengambilan barang, peminjaman uang, dsb;
mengebon: /me·nge·bon/ v 1 mengambil atau meminjam barang atau uang yg akan dikembalikan atau dibayar kemudian dng menyerahkan surat berisi keterangan pengambilan atau peminjaman;

Arti Kata ‘Bodoh’

bodoh: /bo·doh/ a 1 tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dsb). Contoh: anak ini bodoh benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; 2 tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman). Contoh: penjajah sengaja membiarkan rakyat

Arti Kata ‘Blok’

blok: n 1 gulungan (cita dsb). Contoh: dibelinya kain putih dua blok; 2 deretan beberapa buah rumah yg tidak terpisah-pisah. Contoh: rumah blok A disediakan untuk para perwira menengah; 3 bagian dr kampung yg besar yg dibatasi oleh jalan.

Arti Kata ‘Bisa’

bisa – alternatif makna ke-1 bisa: /bi·sa/ v mampu (kuasa melakukan sesuatu); dapat. Contoh: ia bisa membaca, tetapi tidak bisa menulis;
alah bisa oleh (krn) biasa, pb sesuatu yg sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi;
bisa jadi:

Arti Kata ‘Bingung’

bingung: /bi·ngung/ a 1 hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan). Contoh: ia bingung ketika disuruh menceritakan pengalamannya; 2 tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan. Contoh: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi bingung

Arti Kata ‘Binal’

binal: /bi·nal/ a 1 bengal; tidak menurut. Contoh: akibat kurangnya perhatian pihak orang tua, banyak anak muda menjadi binal; 2 selalu hendak lari dsb (tt kuda dsb); liar. Contoh: kuda yg binal itu terlepas kembali