Arti Kata ‘Redup’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘redup’ memiliki arti sebagai berikut:

  • redup: /re·dup/ a 1 berawan (langit); tidak terang (cuaca); mendung; 2 agak gelap krn terlindung awan; tidak panas. Contoh: matahari redup; 3 suram. Contoh: lampu itu makin lama makin redup krn kekurangan minyak; 4 berkurang; merosot (kekayaan, kemegahan); 5 mulai berhenti; reda (badai, cinta kasih, dsb); 6 sayup-sayup; redam (suara, bunyi); 7 ki tidak gembira. Contoh: ia menyahut dng redup;
  • redep-redup: /re·dep-re·dup/ a, redep-redup alang, redep-redup bahasa,: ki agak redup (gelap, suram);
  • meredup: /me·re·dup/ v menjadi redup. Contoh: nyala pelita itu makin lama makin meredup krn kehabisan minyak;
  • meredupkan: /me·re·dup·kan/ v menjadikan redup. Contoh: meredupkan lampu;
  • keredupan: /ke·re·dup·an/ n perihal redup. Contoh: keredupan petang, menambah kesunyian di ladang itu

Penjelasan Arti ‘Redup’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Redup adalah sebuah kata yang digunakan untuk menggambarkan situasi atau kondisi di mana cahaya tidak terang atau terasa suram. Kata ini seringkali berhubungan dengan keadaan langit yang berawan atau cuaca yang mendung, di mana sinar matahari tidak bisa sepenuhnya menerangi bumi.

Ketika kita mengatakan ‘langit redup’, itu berarti langit terlihat berwarna kelabu karena tertutupi oleh awan, sehingga cahaya yang sampai ke kita terbatas.

Secara harafiah, redup juga mengacu pada keadaan yang agak gelap karena adanya awan yang menutupi cahaya matahari, karenanya kita mungkin merasa tidak terlalu panas di bawah kondisi tersebut.

Redup juga digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang suram atau yang kian memudar.

Misalnya, ketika sebuah lampu berkedip-kedip karena kekurangan minyak atau listrik, kita bisa mengatakan bahwa cahaya lampu itu redup. Selain itu, redup bisa merujuk pada penurunan atau penyusutan dalam aspek tertentu – seperti kekayaan atau kemegahan yang berkurang.

Ketika redup digunakan untuk menggambarkan kondisi emosi, itu bisa berarti keadaan yang tidak gembira atau suasana hati yang suram.

Jika seseorang menyahut dengan redup, bisa jadi mereka merespons dengan nada suara yang menyiratkan sedikit kesedihan atau ketidakceriaan.

Redup juga dapat digunakan secara kiasan untuk menggambarkan sesuatu yang mulai berhenti atau mereda, seperti badai yang tenang atau perasaan yang kian pudar.

Selain itu, redup bisa berarti sesuatu yang samar-samar atau tidak terdengar jelas, seperti suara yang redam atau sayup-sayup.

Kata redup bisa diubah menjadi bentuk kata kerja, yaitu meredup, yang artinya menjadi redup, seperti kalimat ‘nyala pelita itu meredup karena kehabisan minyak’.

Lalu ada kata kerja meredupkan, yang berarti menjadikan sesuatu menjadi redup, contohnya adalah ‘meredupkan lampu’. Bentuk kata benda dari redup adalah keredupan, yang menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan redup atau kondisi menjadi redup seperti ‘keredupan petang yang menambah kesunyian di ladang itu’.

Dalam penggunaan yang lebih variasi, redup bisa dikombinasikan dengan kata lain seperti redup-redup alang atau redup-redup bahasa yang berarti agak redup atau gelap dan suram.

Itulah beberapa cara penggunaan kata redup dalam bahasa sehari-hari, yang mungkin akan sering kita dengar atau ucapkan, terutama ketika berbicara tentang cuaca, cahaya, dan suasana hati.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/redup