Arti Kata ‘Label’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘label’ memiliki arti sebagai berikut:

  • label: /la·bel/ /labél/ n 1 sepotong kertas (kain, logam, kayu, dsb) yg ditempelkan pd barang dan menjelaskan tt nama barang, nama pemilik, tujuan, alamat, dsb; 2 etiket; merek dagang; 3 petunjuk singkat tt zat yg terkandung dl obat dsb; 4 petunjuk kelas kata, sumber kata, dsb dl kamus; 5 catatan analisis pengujian mutu fisik, fisiologis, dan genetik dr benih dsb;
  • label bagasi: label yg dipasang pd setiap barang penumpang sbg tanda bukti bahwa barang itu milik penumpang dng tujuan tertentu;
  • berlabel: /ber·la·bel/ v ada labelnya; beretiket; bernama. Contoh: barang-barang itu berlabel nama perusahaan;
  • melabelkan: /me·la·bel·kan/ v memberikan label;
  • pelabelan: /pe·la·bel·an/ n proses, cara, perbuatan melabelkan

Penjelasan Arti ‘Label’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Label adalah sesuatu yang kita temui hampir setiap hari, biasanya berbentuk stiker, tag kain, atau plakat kecil yang menempel pada berbagai macam barang. Label ini memberikan informasi tentang barang tersebut, seperti nama produk, siapa pemiliknya, ke mana harus dikirim jika itu adalah sebuah paket, atau alamat tempat produk tersebut dibuat atau dijual.

Ketika kamu membeli baju baru, biasanya di bagian leher atau samping baju akan ada tag kecil yang juga merupakan label.

Label ini memberi tahu kita tentang merek atau etiket pakaian tersebut, ukuran, bahan yang digunakan, serta cara perawatannya. Jadi, label pada baju bukan sekadar untuk menunjukkan mereknya saja, tapi juga mengandung petunjuk penting lainnya.

Kata “label” juga digunakan dalam konteks lain, misisalnya di bidang kesehatan.

Ketika kamu melihat sebuah botol obat, ada label kecil yang menjelaskan komposisi zat di dalamnya. Label jenis ini sangat penting karena memberikan informasi tentang obat yang akan kamu konsumsi, termasuk dosis dan efek samping yang mungkin terjadi.

Di lingkungan akademis atau penelitian, label digunakan untuk memberi keterangan pada contoh benih atau bahan lain yang sedang diuji.

Misalnya, di laboratorium, seorang peneliti mungkin akan melabeli tabung reaksi dengan catatan analisis atau detail yang menunjukkan apa isi tabung itu dan dari mana asalnya.

Dalam konteks perjalanan, kamu mungkin pernah melihat ‘label bagasi’ yang ditempelkan pada koper atau tas.

Label bagasi ini berfungsi seperti paspor untuk barang bawaanmu, menandakan kepemilikan dan tujuan perjalanan barang tersebut agar tidak tertukar atau hilang di bandara.

Jika sebuah barang dikatakan ‘berlabel’, itu artinya barang tersebut memiliki etiket atau sudah diberi informasi yang disebutkan tadi.

Proses memberikan label pada barang disebut ‘melabelkan’ atau memberi label. Sebagai contoh, produsen pakaian akan melabelkan pakaian mereka dengan merek atau logo perusahaan.

Terakhir, istilah ‘pelabelan’ merujuk pada aktivitas atau proses di mana label dipasang atau dibuat.

Dalam dunia bisnis atau manufaktur, pelabelan merupakan bagian penting dari proses packaging, memastikan bahwa semua produk keluar dari pabrik dengan informasi yang benar dan lengkap.

Di zaman sekarang, label tak hanya berfungsi untuk memberi informasi dasar saja, tapi juga dapat dijadikan alat pemasaran untuk menarik perhatian konsumen dan membedakan produk dari pesaing.

Label yang dirancang dengan baik bisa memberitahukan kepada orang-orang tidak hanya apa produk ini, tapi juga apa yang membuatnya istimewa atau berbeda..

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/label