Arti Kata ‘Kaidah’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘kaidah’ memiliki arti sebagai berikut:

  • kaidah: /ka·i·dah/ n rumusan asas yg menjadi hukum; aturan yg sudah pasti; patokan; dalil (dl matematika);
  • kaidah Amagat-Leduc: Fis volume suatu campuran gas sama dng jumlah volume yg akan diisi tiap-tiap gas itu pd suhu dan tekanan campuran gas tsb;
  • kaidah Behaghel kedua: Ling prinsip bahwa unsur kalimat yg menjadi pokok pembicaraan cenderung untuk ditempatkan ke depan dan tekanannya dilemahkan dl intonasi atau dijadikan pronomina, sedangkan apa yg dibicarakan tt pokok itu cenderung untuk ditempatkan pd akhir kalimat dan ditonjolkan dl intonasi;
  • kaidah Behaghel pertama: Ling prinsip dl pengelompokan kata bahwa apa yg secara mental berkelompok akan dikelompokkan secara sintaktis;
  • kaidah dasar: kaidah yg termasuk dasar, dipakai untuk menghasilkan atau menyusun sesuatu;
  • kaidah fonologi: Ling kaidah dl ilmu tata bunyi;
  • kaidah konstruksi: Ling kaidah penyusunan bentuk bahasa yg lebih besar

Penjelasan Arti ‘Kaidah’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “kaidah” mengacu pada aturan atau prinsip yang terstruktur dan diakui dalam sebuah sistem atau bidang. Ini bisa sama dengan kata “hukum” dalam pengertiannya sebagai sebuah asas atau patokan yang diketahui bersama dan dimengerti untuk diikuti.

Misalnya, kaidah matematika mengacu pada dalil-dalil yang dibuktikan dan dijadikan acuan saat kita melakukan perhitungan atau menyelesaikan masalah matematika.

Dalam fisika, ada istilah “kaidah Amagat-Leduc” yang menjelaskan tentang bagaimana volume gas dalam campuran bisa ditentukan.

Aturan ini mengatakan bahwa volume total campuran gas sama dengan jumlah volume masing-masing gas jika setiap gas tersebut berada sendiri pada suhu dan tekanan yang sama dengan campuran.

Di lingkungan linguistik, “kaidah Behaghel kedua” menjelaskan tentang struktur kalimat dalam pembicaraan.

Ini berarti kalimat cenderung disusun sedemikian rupa sehingga bagian yang paling penting atau topik pembicaraan diletakkan di depan, sementara informasi tentang topik tersebut diletakkan di belakang.

Intonasi atau nada bicara juga menyesuaikan agar penekanan informasi sesuai dengan struktur kalimat.

Masih di bidang bahasa, “kaidah Behaghel pertama” berhubungan dengan pengelompokan kata.

Ini adalah prinsip yang menyatakan bahwa kata-kata yang berhubungan erat dalam pikiran akan dikelompokkan bersama (secara sintaktik) dalam kalimat.

Untuk “kaidah dasar”, ini adalah asas-asas fundamental yang menjadi landasan utama untuk membuat atau menyusun sesuatu.

Kaidah ini digunakan sebagai pijakan awal dalam banyak bidang, baik dalam ilmu pengetahuan, seni, maupun teknologi.

Dalam linguistik lagi kita temui “kaidah fonologi”, yang merupakan aturan dalam tata bunyi bahasa.

Kaidah ini mengatur bagaimana bunyi-bunyi diucapkan dan dipahami dalam sebuah bahasa.

Terakhir, “kaidah konstruksi” berkaitan dengan cara kita merangkai kata atau frasa untuk membuat kalimat atau ujaran yang lebih kompleks.

Ini tentang bagaimana berbagai elemen dalam bahasa disusun menjadi sebuah struktur yang memiliki makna.

Singkatnya, kaidah adalah fondasi yang harus kita pahami dan ikuti dalam banyak aspek kehidupan.

Dengan mengenali dan menghormati kaidah-kaidah ini, kita dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan cara yang lebih efektif serta membangun berbagai konsep dan karya dengan dasar yang kuat dan sistematis.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kaidah