Arti Kata ‘Jinak’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘jinak’ memiliki arti sebagai berikut:

  • jinak: /ji·nak/ a 1 tidak liar; tidak buas; tidak garang; tidak galak. Contoh: lembu dan kerbau ialah binatang yg jinak; 2 tidak malu-malu, tidak segan, dan tidak takut-takut lagi. Contoh: anak itu sudah jinak kpd saya; 3 tidak keras sepak terjangnya; tidak revolusioner. Contoh: kaum nasionalis yg jinak;
  • air jernih ikannya jinak , pb negeri yg serba teratur dng penduduknya yg serba baik, baik pula budi bahasanya;
  • jinak-jinak: /ji·nak-ji·nak/ a tampaknya sangat jinak;
  • jinak merpati, pb kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tt wanita);
  • berjinak-jinak: /ber·ji·nak-ji·nak/ v beramah-tamah, bercakap-cakap (bergaul) dng karib;
  • menjinaki: /men·ji·naki/ v bersikap baik dan ramah kpd; beramah-tamah dng; menegur dng ramah; membujuk. Contoh: pandai benar ia menjinaki orang;
  • menjinakkan: /men·ji·nak·kan/ v 1 melatih supaya jinak. Contoh: menjinakkan harimau; 2 ki menaklukkan (musuh, perempuan); menanggulangi (bencana spt banjir, bom atau bahan peledak). Contoh: rakyat kecamatan itu sedang giat berusaha menjinakkan sungai yg sering menimbulkan banjir;
  • penjinak: /pen·ji·nak/ n orang yg pandai menjinakkan binatang;
  • penjinakan: /pen·ji·nak·an/ n proses, cara, perbuatan, menjinakkan. Contoh: di gedung bertingkat itu sedang diadakan latihan penjinakan bom dan penanggulangan bahaya kebakaran

Penjelasan Arti ‘Jinak’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “jinak” sering kamu dengar, terutama ketika berbicara tentang binatang atau sikap seseorang, kan? Saat kamu mendengar seseorang menyebut bahwa seekor binatang “jinak,” itu berarti binatang tersebut lembut dan tidak menunjukkan perilaku liar atau agresif.

Contohnya, lembu dan kerbau yang sering kita lihat di sawah-sawah itu termasuk hewan yang jinak karena biasanya mereka tenang dan bisa didekati oleh manusia.

Kemudian, “jinak” juga bisa menggambarkan perilaku seorang anak atau orang yang sudah merasa nyaman dengan seseorang sehingga tidak merasa malu atau takut lagi.

Bayangkan teman baru di sekolah yang pada awalnya malu-malu, tapi lama-lama jadi akrab dan berbicara tanpa rasa segan sama kamu, nah, itu dia sudah jinak.

Di sisi lain, kata “jinak” juga digunakan untuk menggambarkan sikap atau gerakan yang tidak keras atau memberontak.

Misalnya, ada kelompok orang yang memiliki pendekatan yang lebih lembut dalam menyampaikan pendapat mereka, berbeda dengan kelompok revolusioner yang cenderung lebih radikal..

Ada pula peribahasa “air jernih ikannya jinak” yang mengartikan suatu tempat yang damai dan teratur dengan penduduk yang ramah dan sopan.

Ini seperti menggambarkan suatu lingkungan yang ideal, di mana segalanya tampak tenang dan orang-orangnya baik hati.

Nah, ada juga frasa “jinak-jinak merpati” yang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang, biasanya wanita, yang terlihat lemah lembut dan mudah didekati, tetapi sebenarnya tidak sejinak yang kelihatannya.

Ini seperti peringatan bahwa penampilan luar bisa menipu.

Kelanjutannya, ada kata-kata yang berhubungan dengan “jinak.” Misalnya “berjinak-jinak” yang artinya orang-orang yang sedang berusaha ramah dan berkumpul bersama, kayak saat kamu dan teman-teman berkumpul dan ngobrol santai.

“Menjinaki” berarti sikap seseorang yang berusaha bersikap baik dan ramah, sementara “menjinakkan” adalah tindakan melatih binatang supaya menjadi jinak, seperti melatih harimau agar tidak buas.

Selain itu, “menjinakkan” bisa juga berarti usaha mengatasi masalah yang besar, contohnya ketika orang-orang di suatu daerah berusaha mengatur sungai yang biasanya banjir supaya tidak lagi menyebabkan kerusakan.

Orang yang jago membuat binatang menjadi jinak disebut “penjinak,” mereka inilah yang punya keahlian khusus dalam melatih binatang liar.

“Penjinakan” merujuk pada proses atau metode yang mereka gunakan untuk menjinakkan binatang atau mengatasi situasi yang berbahaya, seperti latihan untuk mengatasi bom atau api.

Jadi, “jinak” bukan sekadar soal binatang yang tidak berbahaya, tapi juga berkenaan dengan sikap manusia, metode dalam menghadapi masalah, dan proses adaptasi yang membuat hubungan antara manusia dan lingkungan sekitarnya menjadi lebih harmonis.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/jinak