Arti Kata ‘Ganjal’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘ganjal’ memiliki arti sebagai berikut:

  • ganjal: /gan·jal/ n 1 benda yg disisipkan sbg tumpuan (supaya tegak kukuh atau tidak timpang); 2 benda yg ditaruh sbg penghalang (penahan) supaya tidak bergerak turun; 3 Lay papan, balok, tikar, dan bahan lain yg digunakan untuk melindungi muatan di dl palka agar muatan tidak bergeser akibat cuaca buruk;
  • berganjal: /ber·gan·jal/ v ada ganjalnya; memakai ganjal;
  • mengganjal: /meng·gan·jal/ v 1 memberi berganjal (supaya kukuh dsb). Contoh: ia mengganjal kaki kursi dng kertas; 2 memberi penghalang atau penahan (supaya tidak bergerak dsb). Contoh: ia mengganjal roda mobilnya dng balok kayu; 3 ki terasa tidak menenangkan hati; terasa mengganggu pikiran;
  • ganjal-mengganjal: /gan·jal-meng·gan·jal/ v saling menghalangi (merintangi, menjegal);
  • mengganjali: /meng·gan·jali/ v memberi berganjal pd. Contoh: sopir truk itu mengganjali roda belakang truknya yg masuk selokan itu dng kayu balok;
  • terganjal: /ter·gan·jal/ v 1 sudah diberi berganjal. Contoh: kaki meja itu terganjal dng kertas sehingga tidak timpang lagi; 2 ketat (tidak galir); kukuh (tidak goyah);
  • ganjalan: /gan·jal·an/ n 1 benda yg dipakai untuk mengganjal; pengganjal; 2 ki yg mengganggu pikiran dsb. Contoh: mereka tidak mungkin dapat berbaik lagi krn ada ganjalan batin di antara keduanya;
  • pengganjal: /peng·gan·jal/ n 1 orang yg mengganjal; 2 alat untuk mengganjal; penumpu

Penjelasan Arti ‘Ganjal’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Istilah “ganjal” mengacu pada objek yang digunakan sebagai penopang atau tumpuan untuk memastikan sesuatu tetap dalam posisi yang diinginkan, tidak bergeser atau goyah. Misalnya, ketika meja kita miring, kita mungkin akan memasukkan sepotong kayu atau kertas di bawah salah satu kakinya sebagai “ganjal” untuk menjaganya tetap stabil dan tidak bergoyang.

Selain itu, kata “ganjal” juga bisa digunakan untuk mengacu pada benda yang berfungsi sebagai penghalang atau penahan.

Jadi, jika kita ingin mencegah sesuatu seperti roda mobil dari bergulir, kita mungkin akan menyelipkan balok kayu atau batu sebagai ganjal untuk menahannya.

Dalam konteks pelayaran atau pengiriman barang, “ganjal” dapat berupa papan, balok, tikar, atau bahan lain yang dipakai untuk menjaga agar muatan di dalam palka tidak bergeser selama berada di laut yang mungkin terganggu oleh cuaca buruk.

Ketika kita menggunakan kata kerja “mengganjal,” kita sedang berbicara tentang tindakan memberi ganjal pada sesuatu.

Jadi, jika kita mengganjal kaki kursi dengan kertas karena kursi tersebut timpang, artinya kita sedang membuat kursi itu stabil dengan cara memberikan penopang di bagian kaki yang lebih pendek.

Di sisi lain, “ganjalan” adalah bentuk benda dari kata “ganjal,” yang berarti sesuatu yang dipakai sebagai pengganjal.

Misalnya, sepotong kayu yang kita gunakan untuk mengganjal roda mobil kita bisa disebut sebagai “ganjalan.”

Apabila ada kata “pengganjal,” ini sebenarnya merujuk pada orang yang melakukan kegiatan mengganjal atau bisa juga berarti alat yang digunakan untuk mengganjal.

Kata ini menegaskan pada subjek atau objek yang terlibat dalam proses pemberian ganjal.

Secara kiasan, “ganjal” bisa juga memiliki arti yang mengganggu pikiran atau perasaan, seperti rasa tidak nyaman yang terus menghantui, dan ini sering disebut sebagai “ganjalan batin.” Kata ini sering digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang menghalangi seseorang untuk merasa tenang atau bahagia.

Kesimpulannya, “ganjal” adalah konsep yang bisa berarti sebagai penopang fisik untuk menjaga stabilitas, atau sebagai metafora untuk sesuatu yang mengganggu ketenangan batin seseorang.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ganjal