Arti Kata ‘Edan’

edan: /édan/ a cak gila;
edan kasmaran: gila berahi;
edan-edanan: /edan-edan·an/ adv gila-gilaan;
keedanan: /ke·e·dan·an/ a tergila-gila (msl laki-laki kpd perempuan); gila berahi; mabuk cinta

Arti Kata ‘Draf’

draf: n rancangan atau konsep (surat dsb); buram. Contoh: draf komunike bersama itu disusun oleh dua orang dr kedua belah pihak

Arti Kata ‘Dominan’

dominan: /do·mi·nan/ a 1 bersifat sangat menentukan krn kekuasaan, pengaruh, dsb. Contoh: bahasa Indonesia sangat dominan di daerah Jakarta; 2 berpengaruh kuat; tampak menonjol (tt warna dsb). Contoh: warna biru sangat dominan dl lukisannya

Arti Kata ‘Direktorat’

direktorat: /di·rek·to·rat/ /diréktorat/ n bagian dr departemen yg tugasnya mengurus suatu bidang tertentu, dikepalai oleh seorang direktur. Contoh: direktorat Pendidikan Dasar;
direktorat jenderal: bagian dr departemen yg tugasnya mengurus bidang tertentu yg lebih luas cakupannya dan membawahkan direktorat-direktorat, dikepalai

Arti Kata ‘Dikit’

dikit: /di·kit/ a cak sedikit;
berdikit-dikit: /ber·di·kit-di·kit/ v 1 sedikit demi sedikit. Contoh: uangnya dikumpulkan secara berdikit-dikit; 2 berhemat, berhati-hati (dl pengeluaran uang). Contoh: mereka hidup sederhana dng berdikit-dikit;
sedikit-dikitnya: /se·di·kit-di·kit·nya/ adv sedikit

Arti Kata ‘Didik’

didik: /di·dik/ v, men·di·dik: v memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Contoh: seorang ibu wajib didik anaknya baik-baik;
didikan: /di·dik·an/ n 1 hasil mendidik. Contoh: pd umumnya anak-anak didikan Taman Siswa pd zaman

Arti Kata ‘Dia’

dia – alternatif makna ke-1 dia: pron persona tunggal yg dibicarakan, di luar pembicara dan kawan bicara; ia;
mendiakan: /men·di·a·kan/ v menyebut “dia” (untuk menghinakan dsb) dia – alternatif makna ke-2 dia-: bentuk terikat menembus, terus. Contoh: diagonal