Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘sawer’ memiliki arti sebagai berikut:
- sawer: /sa·wer/ /sawér/ v, me·nya·wer: v Jk 1 meminta uang kpd penonton atau penonton memberi uang kpd pemain (pd pertunjukan keliling, spt kuda kepang, topeng); 2 Sd menebarkan uang, beras, dsb kpd undangan oleh pengantin
Penjelasan Arti ‘Sawer’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia
Sawer adalah sebuah kata yang bisa kita temukan dalam budaya pertunjukan di Indonesia, terutama dalam acara keliling seperti kuda kepang dan topeng. Kata ini merujuk pada dua kegiatan yang berkaitan dengan pemberian atau permintaan uang.
Pertama, sawer bisa berarti meminta uang kepada penonton oleh para pemain. Ini sering dilakukan dalam pertunjukan-pertunjukan yang diadakan secara keliling atau tradisional, dimana para penonton akan memberikan uang secara sukarela sebagai bentuk apresiasi atas pertunjukan yang diberikan.
Praktek ini merupakan cara bagi para pemain atau pelaku seni untuk mendapatkan penghasilan dari seni yang mereka pertunjukkan.
Kedua, kata sawer juga digunakan dalam konteks pernikahan, terutama di daerah Sunda.
Dalam sebuah pernikahan adat Sunda, sawer adalah tradisi dimana pengantin akan menebarkan uang, beras, atau barang lainnya kepada para undangan. Tradisi ini memiliki makna simbolis, di mana pengantin berharap dengan menebarkan kekayaan atau rejeki tersebut, mereka juga akan mendapatkan keberkahan dan keberlimpahan dalam hidup bersama setelah menikah.
Sawer, dalam kedua konteks tersebut, merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang mencerminkan nilai kebersamaan, keterbukaan, dan keramahtamahan, di mana ada pertukaran antara penampil dan penonton atau antara pengantin dan tamu undangan dalam bentuk materi yang diharapkan bisa membawa kebaikan bagi kedua belah pihak.