Arti Kata ‘Faktual’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘faktual’ memiliki arti sebagai berikut:

  • faktual: /fak·tu·al/ a berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran. Contoh: laporan yg tidak faktual tidak dapat dipertanggungjawabkan

Penjelasan Arti ‘Faktual’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “faktual” merujuk pada sesuatu yang berlandaskan pada kenyataan atau yang berisi kebenaran. Ini artinya, ketika kita mengatakan bahwa informasi atau laporan itu faktual, kita mengatakan bahwa informasi tersebut benar-benar terjadi di dunia nyata dan bukan dibuat-buat atau hanya hasil imajinasi.

Misalnya, dalam berita, penting bagi seorang jurnalis untuk memberikan informasi yang faktual.

Ini berarti bahwa informasi yang diberikan kepada pembaca atau penonton harus benar-benar telah diperiksa kebenarannya, memiliki bukti yang nyata, dan bisa diandalkan. Kalau jurnalis itu memberikan informasi yang tidak faktual atau palsu, misalnya dengan menceritakan kisah yang tidak pernah terjadi atau mengubah-ubah fakta, maka laporan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Artinya, jurnalis atau media yang memberitakan itu bisa mendapat kritik dan mungkin harus menghadapi konsekuensi serius seperti kehilangan kepercayaan dari pembaca atau penonton.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering mendengar kata faktual di berbagai situasi.

Saat guru di sekolah meminta kamu untuk memberikan fakta tentang suatu peristiwa dalam sejarah, dia ingin kamu memberikan detail yang tepat dan benar, bukan cerita yang kamu buat-buat.

Atau ketika kamu mendengar seseorang mengklaim sesuatu, kamu mungkin akan mempertanyakan: apakah klaim tersebut faktual? Artinya, apakah klaim itu memang benar adanya?

Kata faktual juga sering dikaitkan dengan pengambilan keputusan.

Misalnya, seorang dokter harus membuat diagnosis yang faktual, yang berarti diagnosis itu harus didasarkan pada gejala yang sebenarnya dialami pasien, hasil tes, dan pemeriksaan medis, bukan berdasarkan tebakan atau asumsi.

Jadi, intinya, faktual adalah tentang hal yang nyata, yang bisa dibuktikan, dan yang jujur.

Ketika kita berpegang pada fakta, kita dapat lebih mudah dipercaya dan kita meminimalisir kesalahpahaman atau kekeliruan dalam berkomunikasi dengan orang lain..

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/faktual