Arti Kata ‘Formalin’
formalin: /for·ma·lin/ n larutan bening berbau menyengat, mengandung sedikit metanol untuk bahan pengawet dan pembunuh kuman
formalin: /for·ma·lin/ n larutan bening berbau menyengat, mengandung sedikit metanol untuk bahan pengawet dan pembunuh kuman
fluktuasi: /fluk·tu·a·si/ n 1 Ek gejala yg menunjukkan turun-naiknya harga; keadaan turun-naik harga dsb; perubahan (harga tsb) krn pengaruh permintaan dan penawaran; 2 ketidaktetapan; kegoncangan. Contoh: peperangan itu mengakibatkan fluktuasi nilai saham minyak di pasaran internasional;
fluktuasi musiman: perubahan
fiktif: /fik·tif/ a bersifat fiksi; hanya terdapat dl khayalan. Contoh: cerita “Pengantin Kali Ciliwung” ini adalah cerita fiktif belaka; bulan ini ia terpaksa membuat laporan fiktif kegiatan yg dikelolanya
figuratif: /fi·gu·ra·tif/ a bersifat kiasan atau lambang. Contoh: pewarnaan ini dan keanekaan motif figuratif itu memberikan kesan keterampilan dan kesabaran melukis yg mengagumkan
fauna: /fau·na/ n 1 keseluruhan kehidupan hewan suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; dunia hewan; 2 karya atau penerbitan yg memuat daftar dan penelaahan jenis hewan suatu habitat, daerah, atau strata tertentu
faktual: /fak·tu·al/ a berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran. Contoh: laporan yg tidak faktual tidak dapat dipertanggungjawabkan
etimologi: /eti·mo·lo·gi/ /étimologi/ n Ling cabang ilmu bahasa yg menyelidiki asal-usul kata serta perubahan dl bentuk dan makna;
etimologi rakyat: Ling pengambilalihan unsur dr bahasa lain dng memberinya bentuk yg lebih dikenal (msl nama Carpentin (Belanda dan Prancis) dijadikan
etalase: /eta·la·se/ /étalase/ n tempat memamerkan barang-barang yg dijual (biasanya di bagian depan toko)
esok: /ésok/ n hari pertama sesudah hari ini;
esok hari: hari setelah hari sekarang;
esok lusa 1: hari kedua setelah hari ini; 2 pd suatu waktu (yg akan datang);
beresok: /ber·e·sok/ adv besok; esok;
mengesokkan: /meng·e·sok·kan/ v menangguhkan
eskalasi: /es·ka·la·si/ /éskalasi/ n kenaikan; pertambahan (volume, jumlah, dsb). Contoh: para kontraktor menghendaki adanya eskalasi thd biaya proyek yg sedang dikerjakan