Struktur Teks sejarah: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya [LENGKAP]

struktur teks sejarah
ilustrasi oleh dribbble.com

Struktur teks sejarah terdiri atas (1) orientasi, (2) insiden atau urutan kejadian, dan (3) reorientasi.

Teks sejarah adalah teks yang berisi kenangan-kenangan manis masa lampau. Siapa yang berpikiran bergini ketika membaca judul artikel ini?

Teks sejarah tidak selalu mengenai kenangan manis, ya, banyak hal-hal baru sekarang ini beranjang dari sejarah yang dibahas di teks sejarah.

Untuk memahami teks sejarah itu sendiri, yuk simak pembahasan berikut.

Pengertian Teks Sejarah

Teks sejarah adalah sebuah teks dimana isinya menjelaskan atau menceritakan mengenai hal tentang fakta ataupun kejadian masa lalu, yang menjadi asal mula sesuatu sehingga tersirat sebuah nilai sejarah di dalamnya.

Fungsi Teks Sejarah

  1. Fungsi rekreatif, memberikan rasa gembira dan senang kepad pembaca
  2. Fungsi inspiratif, memberikan inspirasi, imajinasi, dan kreatifitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk lebih baik lagi
  3. Fungsi intruktif, sebagai alat bantu dalam pembelajaran
  4. Fungsi edukatif, dapat dijadikan pentunjuk dan pelajaran kehidupan bagi manusia dalam berprilaku

Ciri-Ciri Teks Sejarah

  1. Teks sejarah dijabarkan secara kronologis maupun urutan peristiwa atau urutan kejadian di dalamnya.
  2. Bentuk teks tersebut rekontruksi atau dikenal teks cerita ulang
  3. Struktur teks ialah orientasi urutan peristiwa serta reorientasi
  4. Umunya sering mengggunakan konjungsi temporal
  5. Berisikan sebuahh fakta yang terjadi

Struktur Teks Sejarah

Struktur dari teks sejarah terdiri atas bagian-bagian di bawah ini:

Orientasi

Pada bagian ini berisi tentang pengenalan atau pembukaan dari teks cejarah. Biasanya berisi mengenai penjelasan singkat dari suatu peristiwa yang diceritakan.

Insiden atau urutan kejadian

Pada bagian ini berisi mengenai rekaman peristiwa sejarah yang disampaikan menurut urutan kejadian atau waktu dari awal kejadian hingga sampai pada akhir kejadian tersebut.

Bagian ini merupakan bagian pokok dari teks sejarah yang biasanya dituliskan secara rinci dan mendetail sehigga para pembaca akan lebih memahamo hal apa sebenarnya yang terjadi pada masa lalu.

Baca juga:  Teks Prosedur Kompleks: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Reorientasi

Merupakan bagian akhir dari teks tersebut. Biasanya apad bagian ini berisi mengenai komentar pribadi dari si penulis itu sendiri mengenai kejadian yang ditulisnya.

Namun ada juga beberapa teks sejarah yang tidak menambah bagian penutup ini. Itu sah-sah kerena bagian ini hanya sebagai opsi atau pilihan saja.

Jenis-Jenis Teks Sejarah

Teks sejarah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu teks sejarah fiksi dan teks sejarah non fiksi, berikut penjelasannya.

1. Teks sejarah fiksi

  • Novel, karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, umumnya dalam bentuk cerita. Penulisnya disebut novelis.
  • Cerpen, cerita pendek berbentuk prosa naratif fiktif. Cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan dengan karya fiksilainnya yang umumnya lumayan panjang.
  • Legenda, cerita prosa rakyat yang dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi.
  • Roman, jenis karya sastra berbentuk prosa yang melukiskan perbuatan perlakunya menurut watak dan jiwa masing-masing. Roman bisa juga disebut kisah percintaan.

2. Teks sejarah non-fiksi

  • Biogarafi, adalah keterangan kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
  • Autobiografi, adalah kisah atau keterangan hidup yang ditulis oleh orang itu sendiri
  • Cerita perjalanan, adalah teks yang menceritakan tentang perjalanan.
  • Catatan sejarah, adalah teks yang menceritakan fakta atau kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang sesuatu mempunyai nilai sejarah

Perbedaan teks sejarah fiksi dan non-fiksi

struktur teks sejarah

Contoh Teks Sejarah

Untuk memahami teks sejarah tesebut, disini telah dijabarkan contoh lengkap beserta dengan analisisnya.

MENGANALISIS HARI BURUH

Paragrap 1 (tahap orientasi)

Pertistiwa tersebut telah diidentifikasi ialah Hari Buruh. Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah kaum buruh. Peristiwa yang dimaksud ini umumnnya terjadi pada setiap Mei.

Perisitiwa ini dilakukan di berbagai jumlah Negara. Hal ini terjadi karena menuntut pemberlakuan 8 jam kerja. Berawal dari usaha gerakan serikat buruh agar merayakan keberhasilan ekonomi dan social kaum buruh.

Baca juga:  Pakaian Adat Jawa Barat [LENGKAP] dan Penjelasannya

Paragraf 2 (tahap urutan peristiwa 1)

Peristiwa yang digambarkan adalah tuntutan kaum buruh. Pelakunya ialah kelas pekerja. Peristiwa tersebut terjadi pada awal abad ke-19/ kejadian ini terjadi pertama kali di Amerika Serikat.

Peristiwa ini terjadi dimulai karena pengetatan disiplin jam kerja, minimnya upah, serta buruknya kondisi kerja. Berawal dari pemogokan kelas pekerja Amerika  Serikat.

Paragraf 3 (tahap urutan peristiwa 2)

Peristiwa yang iidentifikasi adalah demonstrasi. Pelakunya ialah  buruh kulit hitam ataupun putih. Demonstrasi itu terjadi di berbagai kota di Amerika Serikat pada April 1886. Perirtiwa itu mempersatukan buruh kulit serta kulit putih.

Paragraf 4 (tahap urutan peristiwa 3)

Peristiwa yang diidentifikasi tentang suatu adanya reaksi pengusaha serta pejabat terhadap sebuah demonstrasi kaum buruh tersebut.

Paragraf 5 (tahap urutan peristiwa 4)

Peristiwa yang diidentifikasi adalah meledaknya bom. Pelakunya adalah kaum burh. Peristiwa terjadi 3 Mei 1886. Akibat dari peristiwa itu polisi melarang demonstasi kaum buruh

Paragraf 6 (tahap urutan peristiwa 5)

Peristiwa yang diidentifikasikan merupakan sebuah rangkaian demonstrasi kaum buruh dimana pada Amerika Serikat serta selanjutnya melaju di Eropa demi menuntu sebuah pengurangan jam kerja.

Paragraf 7 (tahap urutan peristiwa 6)

Perisitiwa yang diidentifikasi mengenai hal Kongres Buruh Internasional pada tahun 1889. Kongres tersebut memutuskan sebuah pemogokan umum 1 Mei 1890 kemudian menjadikan tanggal 1 Mei sebagai hari Buruh se-Dunia.

Paragraf 8 (tahap reorientasi)

Yang diidentifikasi ialah standar perburuhan internasional, yaitu dalam jangka 8 jam kerja/hari atau 40 jam/minggu.

Semoga dengan pembahasan di atas kita tetap terus mengenang sejarah dan berubah menjadi lebih baik. Tapi jangan terikat terus dengan sejarah akarena sejarah ada untuk pembelajaran ke depannya bukan untuk merutuki diri J Terimakasih sudah membaca, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya

sumber:

  • rumusrumus.com