Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita.

Legenda termasuk salah satu jenis cerita fiksi, yaitu cerita yang sebagian atau seluruh isinya dibangun dengan imajinasi atau khayalan. Biasanya legenda menceritakan asal muasal sebuah daerah atau sesuatu.

Pengertian Legenda

  • Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
    Legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah.
  • Menurut Emeis
    Legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan.
  • Menurut Pudentia
    Legenda adalah kisah atau hikayat yang diyakini oleh sejumlah penduduk setempat yang telah benar-benar terjadi, akan tetapi tidak diyakini suci atau keramat yang juga tidak menyamainya dengan mite.
  • Menurut Hooykaas
    Legenda adalah dongeng tentang beberapa hal berdasarkan kisah yang mengandung keajaiban atau peristiwa yang menandakan kehebatanya.

Ciri-Ciri Legenda

Adapun ciri-ciri dari legenda adalah sebagai berikut:

  • Sebuah cerita yang dianggap benar-benar pernah terjadi
  • Terjadi pada masa yang belum begitu lampau atau lama. Biasanya manusia menjadi tokoh utama dalam cerita.
  • Sejarah kolektif (folk history), karena biasanya tidak tertulis maka isi cerita banyak mengalami distorsi dan sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya.
  • Bersifat migrasi, yaitu berpindah-pindah sehingga dikenal luas di daerah yang beda.
  • Bersifat siklus, yaitu ekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau kejadian tertentu

Struktur Legenda

Berikut adalah struktur dari legenda yaitu

  • Orientasi, yatu bagian awal dari cerita. Orientasi berisi pengenalan tokoh, backgorund, waktu dan latar tempat dimana cerita itu dikisahkan.
  • Komplikasi, yaitu klimaks dari cerita. Berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh dalam cerita.
  • Resolusi, yaitu berisi pemecahan masalah cerita
  • Koda, yaitu bagian akhir dari cerita. Biasanya berisi pesan dan amanat yang tersimpan dalam legenda tersebut.

Contoh-Contoh Legenda

Legenda Danau Toba

Toba adalah nama seorang pemuda yang selalu berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya.Suatu hari, ia menemukan sebuah tempat yang bagus dan subur. Akhirnya, ia memutuskan untuk menetap di tempat tersebut dan menjadi seorang petani.

Suatu hari, ia pergi memancing dan mendapatkan seekor ikan mas. Namun, saat ia meninggalkan ikan masnya beberapa saat, ia kaget, karena ikan mas itu berubah menjadi seorang perempuan. Melihat Toba yang kaget dan heran, perempuan itupun menjelaskan, bahwa dirinya adalah putri ikan yang menjelma menjadi manusia.

Setelah saling mengenal, mereka memutuskan untuk menikah dengan satu syarat, yakni Toba harus merahasiakan asal-usul si perempuan itu. Toba pun menyanggupinya. Setelah berjanji, mereka berdua menikah dan dikaruniai seorang anak yang diberi nama Samosir. Namun, Samosir tumbuh menjadi anak yang bandel dan cukup rakus. Tak jarang, Samosir memakan makanan milik teman-temannya.

Suatu hari, Ibu Samosir sakit, sehingga ia meminta tolong Samosir untuk mengantarkan makan kepada ayahnya di ladang. Saat dibuka oleh ayahnya, bekal itu tidak ada isinya. Ternyata, Samosir telah memakan bekal milik ayahnya itu di tengah jalan menuju ladang.

Sang Ayah marah besar kepada Samosir dan tanpa sengaja ia mengatakah, “Dasar kau anak ikan!” .

Karena Toba telah melanggar janjinya, bencana pun terjadi. Air sungai meluap membanjiri daerah tempat tinggal Toba. Karena banjir, tempat tinggal Toba pun berubah menjadi danau yang saat ini disebut dengan Danau Toba.

Lalu, isterinya berubah kembali menjadi seekor ikan. Sementara itu, Toba yang merasa menyesal, tetap berdiam ditempatnya hingga akhirnya menjadi pulau yang ada di tengah Danau Toba. Nah itulah cerita di balik keindahan Danau Toba. Dari cerita legenda itu, kita bisa mengambil beberapa pelajaran. Misalnya, jika kita sudah berjanji, maka kita harus menepati janji itu. Namun, jika kita tidak sanggup menepati janji itu, sebaiknya tidak usah berjanji. (Sumber: https://bobo.grid.id/)

Legenda Tangkuban Perahu

Pada zaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat yang bernama Dayang Sumbi, ia memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.

Pada suatu hari tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar buruan, maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan, ketika kembali ke istana. Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu.

Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sebuah sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka ia sangat kecewa dan pergi mengembara. Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa.

Pada suatu ketika pada dewa memberinya sebuah hadiah, ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total.

Disana dijumpainya seorang gadis jelita yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka. Sangkuriang melamarnya oleh karena pemuda itu sangat tampan Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.

Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi ketika melihat bekas di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau.

Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan, maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat.

Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu.

Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing. Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut.

Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya.

Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi. Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama “Tangkuban Perahu.”

Legenda Candi Prambanan

Berkisah tentang Roro Jonggrang yang tidak ingin dinikahi oleh Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang kemudian bersedia menikah dengan syarat Bandung Bondowoso harus membuat seribu candi sebelum Matahari terbit. Awalnya, Bandung Bondowoso bingung.

Namun, ia tidak kehabisan akal. Bandung Bondowoso dibantu kekuatan ajaib untuk membuat seribu candi. Roro Jonggrang yang mengetahui hal itu segera meminta tolong warga kerajaan, karena dia tidak mau menikah dengan Bandung Bondowoso.

Ia juga punya akal dengan meminta para dayang membakar banyak jerami dan menumbuk lesung supaya seolah-olah Matahari sudah terbit dan keramaian sudah terjadi. Karena sudah pagi, kekuatan ajaib yakni bantuan dari luar itu menghilang.

Setelah itu, Bandung Bondowoso menghitung dan ternyata candinya hanya ada 999 buah. Artinya Bandung Bondowoso tidak bisa menikahi Roro Jonggrang. Betapa marahnya Bandung Bondowoso mengetahui hal itu. Ia lalu mengubah Roro Jonggrang menjadi batu untuk melengkapi candinya yang kurang sebuah dengan kekuatannya sendiri.

Nah, itulah 3 dongeng legenda yang paling populer di Indonesia. Bagi orangtua khususnya yang memiliki anak balita (di bawah lima tahun), harus coba membacakan atau menceritakan dogeng legenda dari Indonesia ini.

Penulis : Albertus Adit
Editor : Albertus Adit

Rubah Ekor Sembilan

legenda adalah

Rubah ekor sembilan ini dikisahkan sebagai monster yang menyeramkan. Konon, orang-orang Vietnam adalah keturunan dari Lac Long Quan, atau Tuan Naga dari Lac. Lac Long Quan punya istri yaitu Au Co, yang melahirkan sebuah kantung berisi 100 telur. Au Co dikisahkan sebagai keturunan dari peri, dan Quan adalah keturunan naga.

Setelah beberapa waktu, mereka berpisah. Au Co kembali ke gunung, dan Quan kembali ke laut. Masing-masing mereka membawa 50 anak, teman-teman. Nah, dalam legenda, Lac Long Quan melindungi orang-orang dari makhluk buas. Salah satu makhluk yang ia lawan adalah Ho Tinh, si monster rubah.

Ho Tinh digambarkan sebagai rubah yang memiliki sembilan ekor,yang tinggal di dalam gua di Long Bien, Vietnam. Moster rubah ini bisa berubah wujud menjadi seorang perempuan dan menipu orang-orang agar mengikutinya ke gunung.

Rupanya, ia membawa orang-orang ini ke gunung dan memangsa mereka. Karena takut, orang-orang tidak berani keluar rumah. Hingga Quan pun mencari rubah ini. Setelah tiga hari, Quan pun berhasil mengalahkan Ho Tinh. Karenanya, Quan dikenal sebagai sosok pahlawan dalam legenda Vietnam.

Legenda Timun Mas

legenda timun mas

Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun.

Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka.

Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun. “Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa.

Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju. Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.

Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.

Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas.

Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya.

Maka Timun Mas pun segera melarikan diri. Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. Raksasa menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah dibohongi suami istri itu.

Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia mengejar Timun Mas ke hutan. Raksasa segera berlari mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa.

Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah. Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan.

Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri. Tapi Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.

Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang.

Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam. Timun Mas lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira. Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi.

Demikian uraian tentang legenda. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian!