Cara Menulis Resensi Buku dan Contohnya (Buku Fiksi dan Non Fiksi)

contoh resensi buku
ilustrasi oleh dribbble.com

Contoh resensi buku dan penjelasannya akan membantumu membuat resensi buku dengan menarik. Resensi adalah sebuah tulisan yang didalamnya berisi tentang ulasan dari suatu buku.

Struktur resensi buku antara lain identitas buku, orientasi, sinopsis, analisis, dan evaluasi.


Nah, kata resensi berasal dari bahasa latin “recensere” yang artinya melihat kembali, menimbang dan menilai.

Dalam meresensi buku atau  sebuah novel pastinya kita sudah membaca dan menilai buku tersebut, menyatakan ulasan buku dengan bahasa dan pemikiran kita sendiri.

Adapun tujuan melakukan resensi buku yaitu ingin memberikan informasi-informasi isi buku kepada masyarakat luas. Selain itu, melakukan resensi bertujuan untuk menyampaikan pesan atau sesuatu hal dari sebuah buku yang ditulis oleh penulis.

Untuk lebih jelasnya bagaimana cara meresensi buku dan contoh resensi. Simak penjelasan berikut.

Unsur-unsur resensi

Dalam sebuah resensi memuat unsur-unsur penyusun yang wajib ada didalamnya. Unsur-unsur ini meliputi:

1. Judul Resensi Buku
2. Informasi atau Data Buku
Data buku biasanya disusun oleh beberapa bagain yaitu judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit beserta cetakannya, tebal buku dan harga buku.
3. Pembukaan Resensi
4. Isi Resensi Buku
5. Penilian Kelebihan dan Kekurangan Buku

Struktur teks resensi

Teks resensi memiliki struktur yang didalamnya meliputi identitas, orienstasi, sinopsi, analisis dan evaluasi.

  1. Identitas resensi buku meliputi judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman dan ukuran buku.
  2. Orientasi adalah bagian yang letaknya diawal paragraph. Biasanya berisi tentang kelebihan buku seperti penghargaan dari buku yang diresensi.
  3. Sinopsis adalah ringkasan yang ditulis berdasarkan pemahaman penulis terhadap isi novel.
  4. Analisis adalah identifikasi unsur-unsur yang ada dalam buku seperti tema, penokohan dan alur.
  5. Evaluasi adalah penjelasan berupa kelebihan dan kekurangan dari buku.

Cara Menulis Resensi Buku

Berikut adalah cara-cara menulis resensi buku dengan urutan yang benar.

1. Pilih buku yang akan diresensi

Cara pertama yaitu memilih buku yang akan diresensi, pertimbangkan buku dan  genre buku yang ingin diresensi.

Seseorang harus mengerti jenis buku apa yang diresensi, apakah karya fiksi seperti novel, cerpen, antologi dan lainnya atau buku yang kita resensi termasuk jenis non fiksi seperti sejarah, biografi, science dan lain-lain.

2. Membaca buku yang akan diresensi

Tahap resensi  selanjutnya yaitu membaca isi buku dengan teknik membaca cepat.

Teknik ini digunakan untuk menghemat waktu sehingga tidak membutuhkan waktu cukup banyak dalam membaca. Caranya cukup sederhana dengan mengambil intisari dari buku yang dibaca.

3. Mencatat informasi buku yang akan diresensi

Catat informasi dan data buku yang kita resensi. Informasi yang ditulis berupa: Judul buku, pengarang, penerbit, cetakan, tebal buku dan harga buku.

Baca juga:  Proses Terjadinya Hujan (+ Gambar dan Penjelasan Lengkap)

4. Menuliskan poin-poin penting dalam Buku

Tahap ini adalah tahap yang paling sulit dalam meresensi buku. Kalian harus menemukan poin-poin dalam buku yang penting dan kemudian tuangkan dalam tulisan.

Kalaupun ada catatan atau kutipan penting tandai halaman buku tersebut. Tulis gagasan poin-poin ini dalam bahasa sendiri dan dengan ulasan yang singkat.

5. Menuliskan isi Resensi

Setelah menemukan poin-poin isi buku, kemudian tulis isi dari resensi buku tersebut.

Berikan pandangan dan komentar dari buku yang kalian baca. Cara-cara menulis isi resensi ditunjukkan sebagai berikut:

  1. Menciptakan informasi umum mengenai buku
  2. Membuat judul resensi buku
  3. Membuat ringkasan isi buku
  4. Memberikan komentar dan penilaian terhadap buku
  5. Menggangkat sisi lain dari buku
  6. Mengulas manfaat membaca buku yang diresensi
  7. Menuliskan kelebihan dan kekurangan buku
  8. Menillai EYD dan sistematika resensi

Contoh Resensi Buku Fiksi

contoh resensi buku

Identitas Buku

Judul Buku: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Tebal Buku: 250 halaman
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2015

Ringkasan Koala Kumal

Raditya Dika adalah salah satu insan kreatif Indonesia yang karyanya selalu sukses diterima masyarakat. Kesuksesannya berawal dari aktivitas isengnya, yaitu nge-blogging.

Tulisan di blognya lalu diadaptasi menjadi sebuah buku fiksi berjudul Kambing Jantan, yang merupakan hasil karya perdana Raditya Dika.

Saat ini Dika telah memiliki karya tulis fiksi sebanyak 7 buku. Perubahan drastis telah dialami olehnya, menulis bukan lagi menjadi aktivitas isengnya dan dia juga seseorang yang multi profesi.

Kini dia berprofesi sebagai penulis, sutradara, komika (stand-up comedy), aktor, dan you tuber. Hebatnya Dika yaitu bisa memegang semua profesi dengan terkendali.

Pada tahun 2015 Raditya Dika merilis buku barunya yang berjudul Koala Kumal. Buku yang berkisah tentang manis pahitnya sebuah cinta. Seperti karya-karya sebelumnya, Dika mengemas dengan konsep drama cinta komedi.

Dalam bukunya, Raditya Dika mengutarakan tentang patah hati. Ada seseorang yang dahulu satu sama lain saling mengasihi rasa nyaman, namun dikala bertemu kembali rasa itu telah pudar.

Dika menggambarkan hal itu dengan kisah seekor koala yang berimigrasi dari tempat tinggalnya di hutan. Namun saat seekor koala kembali ia kebingungan, karena hutan yang pernah menjadi tempat tinggalnya dahulu telah gundul akibat ulah manusia tidak bertanggung jawab.

Dan dari penggambaran imajinasi itu Dika memberikan judul buku barunya Koala Kumal. Jika sebelum-sebelumnya Dika selalu menuangkan komedi kasar dalam setiap karyanya, di buku Koala Kumal ini ia justru menuangkan komedi pakai hati. Karena Dika sendiri memiliki prinsip bahwa lucu itu tidak harus menggunakan komedi kasar, komedi pakai hati juga bisa untuk membuat kelucuan. Koala Kumal menjelaskan bahwa patah hati merupakan suatu proses menuju taraf kedewasaan. Dalam patah hati janganlah kamu untuk mudah putus asa mengejar cinta. Meraih suatu harapan itu butuh perjuangan. So, dalam perjuangan cinta kamu harus bisa mempertahankan kenyamanan.

Baca juga:  Embrio: Pengertian, Proses Pembentukkan dan Perkembangannya

Kelebihan Buku

Menuangkan kisah cinta yang sangat cocok untuk dibaca para remaja. Konsep temanya berbeda dengan buku-buku sebelumnya yang memang selalu sama. Menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami secara universal. Tata tulisan jauh lebih baik dibanding karya tulis perdananya “Kambing Jantan”.

Kekurangan Buku

Secara menyeluruh kekurangan hanya pada tebal bukunya saja yang lebih tipis dari karya tulis lainnya.

Contoh Resensi Buku Non Fikis

contoh resensi buku

Identitas Buku

Judul Buku: Satwa Terancam Bahaya
Penulis Buku: Jen Green
Penerbit Buku: Pakar Raya
Cetakan: Tahun 2006
Tebal: 32 Halaman

Ringkasan Satwa Terancam Bahaya

Banyak diantara kita yang sangat menyukai hewan liar. Akan tetapi, sekarang banyak hewan liar yang terancam punah. Bahkan beberapa diantaranya mungkin sudah punah.

Di dalam buku karangan Jen Green ini banyak sekali pengetahuan yang akan mengajak kita untuk lebih mengenal dan mengetahui penyebab satwa menjadi langka dan bagaimana cara menyelamatkannya dari kepunahan. Hewan dan tumbuhan punah merupakan hewan dan tumbuhan yang telah mati secara keseluruhan. Hewan yang sangat langka adalah hewan yang terancam kepunahan atau populasinya akan musnah.

Pada zaman dahulu, sudah banyak spesies yang telah punah. Hal ini dikarenakan hewan tersebut tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Pada zaman sekarang ini sedang terjadi pemanasan global yang merupakan perubahan suhu bumi dengan cepat. Banyak sekali penyebab hewan menjadi langka bahkan punah.

Pencemaran, penebangan liar, perburuan secara besar-besaran, penangkapan ikan yang berlebihan, hujan asam, itu semua dapat menyebabkan satwa menjadi langka.

Untungnya masih ada kelompok atau komunitas pecinta alam yang bersedia menyelamatkan satwa langka. Seharusnya tidak hanya pecinta alam saja yang membantu menjaga melestarikan satwa langka. Akan tetapi masyarakat juga harus bertindak, salah satunya dengan mematuhi UU yang berlaku tentang perlindungan satwa langka.

Kelebihan Buku

Jika dari tata bahasa, buku ini mampu membantu siswa dengan kemampuan baca yang berbeda dan dapat menikmati buku yang sama. Baik itu secara materi di kelas maupun bacaan kelompok sendiri.

Kekurangan Buku

Masih terdapat beberapa istilah asing yang tidak ada penjelasannya. Sehingga masih menimbulkan tanda tanya untuk para pembacanya.

Lulusan Departemen Fisika Universitas Diponegoro. Senang belajar dan meneliti.

Be the first to comment

Leave a Reply