Arti Kata ‘Manis’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘manis’ memiliki arti sebagai berikut:

  • manis: /ma·nis/ a 1 rasa spt rasa gula. Contoh: campurkan madu supaya rasanya lebih manis; 2 elok; mungil (tt gadis, benda). Contoh: ia akan dipertunangkan dng gadis yg manis; sudut ruang tamu itu ditatanya dng manis; 3 sangat menarik hati (tt muka, senyum, perkataan, dsb); sangat ramah dan lemah-lembut. Contoh: ia tidak cantik, tetapi senyumnya sangat manis; 4 indah; menyenangkan. Contoh: lagu itu menimbulkan kenangan yg manis baginya;
  • manis daging, pb orang yg biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah; manis spt gula derawa, ( manis bagai gula jawa), pb berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yg sama elok rupanya; habis manis sepah dibuang, pb setelah tidak berguna atau disukai lagi, lalu dibuang atau dilupakan; lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan, pb suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya; lewat dr manis , masam, lewat dr harum, busuk, pb perihal orang yg mula-mula berkasih-kasihan sangat mesra, tetapi kemudian, selalu berselisih dan bertengkar;
  • manis mendera: manis dan alap santun;
  • manis mulut: ki lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya;
  • bermanis: /ber·ma·nis/ v bercakap dng kata-kata manis;
  • bermanis-manis: /ber·ma·nis-ma·nis/ v berkata-kata dng manis atau dng perkataan yg elok-elok. Contoh: bicaralah sekadar yg perlu saja, jangan -;
  • memanis: /me·ma·nis/ v menjadi manis. Contoh: tapai yg dibuatnya mulai -;
  • memanis-manis: /me·ma·nis-ma·nis/ v membuat sesuatu supaya baik (elok) dilihat atau didengar;
  • memanisi: /me·ma·nisi/ v memaniskan;
  • memaniskan: /me·ma·nis·kan/ v menjadikan (menyebabkan) manis: kadang-kadang dl bahasanya ia mencampurkan bahasa asing, sekadar – percakapan;
  • manisan: /ma·nis·an/ n 1 segala sesuatu yg rasanya manis; gula-gula; 2 buah-buahan yg direndam dl air gula; halwa;
  • – lebah: air madu;
  • manis-manisan: /ma·nis-ma·nis·an/ n manisan;
  • mempermanis: /mem·per·ma·nis/ v menjadikan bertambah manis. Contoh: adonan kue itu diberinya tambahan beberapa sendok gula untuk -nya;
  • pemanis: /pe·ma·nis/ n barang yg menjadikan (menyebabkan, menambah) manis, indah, cantik, dsb;
  • – muka: guna-guna untuk memikat hati orang;
  • kemanisan 1: /ke·ma·nis·an 1/ n rasa manis. Contoh: – jeruk yg dihasilkan oleh daerah ini sudah dikenal orang; 2 n kebaikan; kecantikan. Contoh: ibu itu dicintai krn – budinya; 3 a cak terlalu manis. Contoh: kopinya jangan -, ya;
  • semanis: /se·ma·nis/ a sama manisnya dng. Contoh: – madu;
  • – manis gula ada pasir di dalamnya (manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat), pb bujuk rayu yg lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yg keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri;
  • semanis-manisnya: /se·ma·nis-ma·nis·nya/ adv sampai elok (cantik) betul. Contoh: lukisan gadis itu dibuatnya –

Penjelasan Arti ‘Manis’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “manis” sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari dan memiliki beberapa arti yang bisa digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Pertama, kata manis berhubungan dengan rasa, mirip seperti rasa gula.

Contohnya, ketika kamu menambah madu ke dalam minuman, itu membuat rasa minuman menjadi manis.

Kedua, manis bisa juga digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tampak menarik dan indah, biasanya dipakai untuk menggambarkan seorang gadis yang elok atau benda mungil yang cantik.

Misalnya, kamu bisa mengatakan “gadis yang manis” yang berarti gadis tersebut lucu dan menarik.

Selanjutnya, manis juga bisa mengacu pada sifat seseorang yang sangat ramah dan lemah-lembut.

Misalnya, kalau ada orang yang tidak begitu cantik tapi punya senyum yang manis, artinya senyumnya itu bisa menarik perhatian dan membuat orang lain merasa senang.

Ketika berbicara tentang musik atau kenangan, kata manis juga dapat dipakai untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu indah atau menyenangkan.

Sebagai contoh, lagu yang manis bisa menimbulkan kenangan yang juga terasa indah bagi seseorang yang mendengarnya.

Selain itu, ada beberapa peribahasa yang menggunakan kata manis untuk menyampaikan pesan atau nasihat, seperti “manis daging” yang berarti orang yang sering dituduh melakukan kesalahan meski tak bersalah, atau “habis manis sepah dibuang” yang artinya sesuatu yang dulu disukai tapi sekarang sudah tak berguna lagi lalu dibuang.

Ada pula ungkapan “manis mulut” yang dimaksudkan kepada orang yang tutur katanya lembut dan menarik hati.

Jika kamu bertemu seseorang yang selalu berkata-kata dengan indah, kamu bisa mengatakan bahwa orang itu punya mulut yang manis.

Kemudian, dalam bahasa Indonesia ada beberapa kata kerja yang terkait dengan manis.

Misalnya, “bermanis” berarti berbicara dengan kata-kata yang manis. “Memanis”, artinya membuat sesuatu menjadi manis, bisa jadi diterapkan pada makanan atau dalam konteks lain untuk menggambarkan sesuatu yang dibuat tampak atau terasa lebih indah atau enak.

Kata “manisan” merujuk pada kumpulan makanan yang rasanya manis, misalnya gula-gula atau buah-buahan yang direndam dalam air gula.

Sedangkan “kemanisan” adalah kondisi kelebihan rasa manis, bisa digunakan untuk makanan atau minuman, seperti “kopinya jangan kemanisan.”

Terakhir, “mempermanis” artinya membuat sesuatu menjadi lebih manis atau indah, dan “pemanis” bisa jadi sesuatu yang ditambahkan untuk mendapatkan efek itu, atau bisa juga diartikan sebagai barang yang menambah kecantikan atau keindahan.

Jadi, kita bisa melihat bahwa kata manis memiliki aplikasi yang sangat luas dan bisa diterapkan dalam berbagai situasi..

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/manis