Arti Kata ‘Elok’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘elok’ memiliki arti sebagai berikut:

  • elok: /élok/ a 1 baik; bagus; cantik (tt cerita, baju, rupa, dsb). Contoh: cerita yg elok; pakaian yg elok; 2 baik hati; tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti). Contoh: elok budi bahasanya;
  • elok basa: baik tegur sapanya (sopan santunnya);
  • elok budi: baik budi pekertinya;
  • mengelokkan: /meng·elok·kan/ v menjadikan elok;
  • memperelok: /mem·per·e·lok/ v membuat jadi lebih elok; membuat jadi lebih cantik;
  • keelokan: /ke·e·lok·an/ n 1 kebagusan; kecantikan. Contoh: keelokan wajah sang putri tiada taranya; 2 kebaikan (tt kelakuan, budi pekerti). Contoh: keelokan budi pekertinya tidak akan kulupakan;
  • seelok: /se·e·lok/ a sama elok dng; sebaik;
  • seelok-eloknya: /se·e·lok-e·lok·nya/ adv yg paling elok; sebaik-baiknya. Contoh: seelok-eloknya uang itu disimpan saja di bank

Penjelasan Arti ‘Elok’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata “elok” sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang indah atau yang mempunyai kualitas menarik di mata kita. Misalnya, ketika kamu melihat sebuah baju yang menarik, atau muka orang yang tampak cantik, biasanya kata “elok” yang akan terlintas di pikiran.

Kata ini bisa digunakan untuk benda, seperti pakaian atau cerita, tapi juga untuk menggambarkan orang.

Contoh yang bisa kita lihat sehari-hari adalah ketika ada temanmu yang selalu memakai baju dengan gaya yang rapi dan indah, kamu mungkin akan berkata “Kamu selalu tampil dengan pakaian yang elok ya!” Atau jika kamu mendengar sebuah cerita yang sangat menarik dan disusun dengan kata-kata yang enak didengar, kamu bisa mengatakan “cerita yang elok”.

Selain itu, “elok” juga berkaitan dengan sifat seseorang, yaitu ketika mereka memiliki kelakuan yang baik, ramah, dan tidak jahat.

Contoh, jika kamu mengenal seseorang yang selalu bertingkah sopan dan memiliki budi pekerti yang luhur, kamu mungkin akan mendeskripsikan orang tersebut sebagai seseorang yang “elok budi bahasanya” atau “elok budi pekerti”.

Ada juga kata-kata yang berasal dari “elok”, misalnya “mengelokkan” yang artinya membuat sesuatu menjadi elok atau menambah keindahan pada sesuatu.

Misalnya, jika kamu merapikan kamarmu dan menambahkan hiasan sehingga tampak lebih cantik, itulah yang disebut dengan ‘mengelokkan’. Sementara itu, “memperelok” berarti membuat sesuatu menjadi lebih elok lagi atau lebih cantik dari sebelumnya.

Sebagai contoh, saat kamu sudah berpakaian rapi tapi kamu menambahkan aksesoris yang membuat penampilanmu semakin menawan, kamu telah ‘memperelok’ penampilanmu.

Kemudian, “keelokan” merupakan sebuah kata benda yang merujuk pada keindahan atau kecantikan, serta kebaikan dari sifat atau tingkah laku seseorang.

Kalau seseorang bilang “keelokan wajah sang putri tiada taranya”, itu berarti sang putri punya kecantikan yang luar biasa. Atau ketika seseorang bilang “keelokan budi pekertinya tidak akan kulupakan”, itu menandakan bahwa kelakuan baik orang tersebut sangat berkesan dan tidak akan dilupakan.

Ada lagi istilah “seelok” yang artinya memiliki tingkat keelokan yang sama dengan sesuatu atau seseorang lain, dan “seelok-eloknya” adalah bentuk superlatif yang artinya yang paling elok atau sebaik-baiknya.

Sebagai contoh, kalau ada saran yang diberikan seperti “seelok-eloknya uang itu disimpan saja di bank” maksudnya adalah saran tersebut adalah yang paling baik atau bijaksana untuk dilakukan dengan uang tersebut.

Secara keseluruhan, “elok” adalah kata yang cukup serbaguna dan bisa merujuk pada keindahan baik secara fisik maupun sifat, serta digunakan dalam berbagai konteks untuk menggambarkan sesuatu yang mengesankan dan menarik.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/elok