Arti Kata ‘Ortodoks’
ortodoks: /or·to·doks/ a 1 berpegang teguh pd peraturan dan ajaran resmi, msl dl agama; 2 kolot; berpandangan kuno
ortodoks: /or·to·doks/ a 1 berpegang teguh pd peraturan dan ajaran resmi, msl dl agama; 2 kolot; berpandangan kuno
oleng: /oléng/ a berayun-ayun ke kiri ke kanan (tt perahu dsb); bergoyang-goyang. Contoh: kepalanya oleng krn ombak;
beroleng-oleng: /ber·o·leng-o·leng/ v bergoyang-goyang, terayun-ayun (spt perahu yg dipermainkan ombak);
mengoleng: /meng·o·leng/ v menggoyang; mengayun; menggelengkan (kepala dsb). Contoh: ketika ditanya dia
ofisial: /ofi·si·al/ n orang bukan pemain yg terlibat secara langsung dl suatu pertandingan spt wasit, manajer tim, pelatih. Contoh: para ofisial sepakat untuk mengadakan pengecekan thd kesehatan setiap pemain
nominal – alternatif makna ke-1 nominal: /no·mi·nal/ a 1 hanya namanya. Contoh: ia hanya secara nominal sbg presiden, sedangkan yg menentukan haluan politik adalah orang lain; 2 menurut yg tercatat atau apa yg tertulis saja. Contoh: harga nominal; nilai nominal
niyaga: /ni·ya·ga/ Jw n penabuh gamelan
nista: /nis·ta/ a 1 hina; rendah. Contoh: perbuatan itu sangat nista; 2 tidak enak didengar. Contoh: kata-kata nista; 3 cak aib; cela; noda. Contoh: nista yg tidak terhapuskan lagi;
menista: /me·nis·ta/ v menganggap nista; mencela;
menistakan: /me·nis·ta·kan/ v menjadikan
nirwana: /nir·wa·na/ n 1 Hin keadaan dan ketenteraman sempurna bagi setiap wujud eksistensi krn berakhirnya kelahiran kembali ke dunia; 2 tempat kebebasan (kesempurnaan); surga
nimbrung: /nim·brung/ v cak 1 datang dan turut serta (makan, minum, bercakap-cakap, dsb); 2 mencampuri urusan orang lain
nestapa: /nes·ta·pa/ a sedih sekali; susah hati;
kenestapaan: /ke·nes·ta·pa·an/ n kesusahan hati; kesedihan
Negro: /Neg·ro/ /Négro/ n orang (bangsa) berkulit hitam yg berasal dr Afrika bagian tengah; Neger