Arti Kata ‘Informal’
informal: /in·for·mal/ a tidak resmi. Contoh: para kiai adalah pemimpin informal dl masyarakat
informal: /in·for·mal/ a tidak resmi. Contoh: para kiai adalah pemimpin informal dl masyarakat
implisit: /im·pli·sit/ a 1 termasuk (terkandung) di dalamnya (meskipun tidak dinyatakan secara jelas atau terang-terangan); tersimpul di dalamnya; terkandung halus; tersirat; 2 mutlak tanpa ragu-ragu; secara tulus (tt kepercayaan, dukungan, kepatuhan, dsb);
mengimplisitkan: /meng·im·pli·sit·kan/ v menjadikan terkandung di dalamnya,
iluminasi: /ilu·mi·na·si/ n penerangan (dng sinar matahari atau sinar buatan, spt lampu hias)
hiperbolis: /hi·per·bo·lis/ a bersifat berlebih-lebihan (tt ucapan)
gerai – alternatif makna ke-1 gerai: /ge·rai/ n 1 tempat duduk pengantin; pelaminan; 2 balai-balai untuk tempat tidur dsb; 3 kedai kecil, meja, dsb tempat menjual barang;
gerai kudapan: tempat yg menyediakan makanan ringan dan kue-kue, biasanya dng cara swalayan;
gardu: /gar·du/ n 1 rumah jaga (tempat berkawal); 2 rumah kecil di tepi jalan (tempat menjual es batu, dsb); depot; 3 bangunan kecil (tempat distribusi listrik). Contoh: gardu listrik
ganjen: /gan·jen/ Jk a lincah dan genit (terutama anak perempuan)
figur: /fi·gur/ n 1 bentuk; wujud; 2 tokoh. Contoh: peran ini merupakan figur sentral yg menjadi pusat perhatian
fasilitas: /fa·si·li·tas/ n sarana untuk melancarkan pelaksanaan fungsi; kemudahan
fasilitas sosial: fasilitas yg disediakan oleh pemerintah atau swasta untuk masyarakat, spt sekolah, klinik, dan tempat ibadah;
fasilitas umum: fasilitas yg disediakan untuk kepentingan umum, spt jalan dan alat
etis: /étis/ a 1 berhubungan (sesuai) dng etika; 2 sesuai dng asas perilaku yg disepakati secara umum