Kaidah Kebahasaan: Penjelasan + CONTOH LENGKAP

kaidah kebahasaan

Kaidah kebahasaan adalah aturan atau norma dalam penggunaan bahasa yang berlaku di masyarakat. Pemakaian bahasa yang baik dan benar akan memudahkan komunikasi antara seseorang dengan orang lain.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk menguasai kaidah bahasa agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

Dalam artikel ini, penulis akan membahas pengertian, pendapat para ahli, unsur kaidah kebahasaan, serta kaidah kebahasaan dalam berbagai jenis teks.

Penjelasan Kaidah Kebahasaan

Kaidah kebahasaan merupakan aturan atau norma dalam penggunaan bahasa yang berlaku di masyarakat. Kaidah kebahasaan mengatur cara penulisan, pengucapan, tata bahasa, serta pemilihan kata dalam bahasa yang digunakan. Penggunaan bahasa yang baik dan benar akan memudahkan proses komunikasi antara seseorang dengan orang lain.

Menurut M. Soeharto, kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan yang dijadikan pedoman dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar. Sementara itu, Abdul Chaer menyatakan bahwa kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan yang mengatur bentuk, susunan, dan arti kalimat agar terbentuk penggunaan bahasa yang benar.

Unsur Kaidah Kebahasaan

Kaidah kebahasaan terdiri dari beberapa unsur, yaitu

Kata Rujukan

Kata rujukan adalah kata yang digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya. Contohnya adalah kata “itu” yang merujuk pada benda yang telah disebutkan sebelumnya.

Frasa

Frasa adalah kumpulan kata yang membentuk sebuah makna. Contohnya adalah “di rumah” yang memiliki makna tempat di mana seseorang tinggal atau tempat yang menjadi rumah seseorang.

Konjungsi

Konjungsi adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa. Contohnya adalah kata “dan” yang menghubungkan dua kalimat menjadi satu kalimat.

Preposisi

Preposisi adalah kata depan yang menunjukkan hubungan antara kata benda dengan kata lain dalam kalimat. Contohnya adalah kata “di” pada kalimat “Saya sedang belajar di perpustakaan”.

Kata Baku

Kata baku adalah kata yang sudah ditetapkan sebagai benar dalam bahasa Indonesia. Contohnya adalah kata “telepon” yang benar, sedangkan “telpon” yang adalah salah.

Adjektiva

Adjektiva adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan atau memberikan ciri pada kata benda atau kata ganti. Contohnya adalah kata “indah” pada kalimat “Bunga itu indah”.

Verba

Verba adalah kata kerja yang digunakan untuk menyatakan aksi atau perbuatan. Contohnya adalah kata “berlari” pada kalimat “Dia berlari setiap pagi”.

Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memberikan efek retorika pada sebuah kalimat. Contohnya adalah majas metafora pada kalimat “Dia adalah matahari dalam hidupku”.

Adverbia

Adverbia adalah kata yang menjelaskan kata kerja, adjektiva, atau kata lain dalam kalimat. Contohnya adalah kata “cepat” pada kalimat “Dia berlari sangat cepat”.

Kalimat

Kalimat adalah unit terkecil dalam bahasa yang memiliki makna lengkap. Contohnya adalah kalimat “Dia sedang makan di restoran”.

Kaidah Kebahasaan pada Teks Berita

Teks berita harus diperhatikan keakuratan dan kebenaran informasinya. Kalimat-kalimat yang digunakan haruslah singkat dan padat, serta penting untuk menghindari penggunaan frasa atau kata yang ambigu.

Agar pemahaman pembaca terhadap informasi dalam teks berita tidak salah, wajib memperhatikan beberapa poin kaidah bahasa berikut:

  1. Tepat guna: memilih kata-kata yang tepat guna dan sesuai dengan konteks berita agar mudah dipahami pembaca.
  2. Melarang kata yang pleonasme: menghindari pengulangan kata atau frasa yang memiliki arti yang menjurus pada kesamaan, contohnya “serentak bersama-sama”.
  3. Penghindaran kata ganti atau frasa ambigu: menghindari penggunaan bahasa ganti atau frasa yang bisa menimbulkan kesalahpahaman atau ambiguitas dalam interpretasi teks, seperti “mereka”, “sebagian besar”, “orang”.
  4. Penggunaan Bahasa yang Objektif: Menghindari penggunaan bahasa yang subjektif dan memperlihatkan perasaan individual, kecuali, memang disampaikan dalam kalimat kutipan langsung. Wajib memperlihatkan fakta dan argumen yang membantu perkembangan pemahaman objektif.

Kaidah Kebahasaan pada Teks Ulasan

Pada teks ulasan, kaidah bahasa harus menampilkan opini atau pendapat yang kuat dan jelas.

Teks ulasan harus ditulis dalam bahasa yang lugas dan mudah dipahami agar pembaca mampu menerima argumen atau pandangan yang diujarkan di dalam teks.

Berikut beberapa poin kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan:

  1. Tepat guna dan tertarget: memilih kata-kata yang terfokus pada apa yang telah diulas sehingga memberikan pandangan yang objektif.
  2. Menggunakan kata dan kalimat persuasif: membangun argumen yang mendapat dukungan dengan pembaca pada fakta, berbicara terhadap kesempatan dengan kenaikan argumentatif atau emosional, untuk membuat pendapat pembaca selaras dengan pandangan penulis.
  3. Menghindari kata-kata emosional: menghindari penggunaan kata atau kalimat yang menimbulkan emosi yang berlaku pada pembaca seperti “hancur hatiku”, “tidak tahan”, “sangat menyedihkan”.
  4. Tata bahasa yang jelas: menjaga kekuatan dan ketegasan konstruksi kalimat yang digunakan.

Kaidah Kebahasaan pada Teks Prosedur

Teks prosedur diperlukan untuk menyediakan instruksi yang mudah dipahami agar pembaca dapat mengikuti instruksi tersebut. Akan lebih baik jika tesk prosedur disusun dalam susunan dan bahasa yang mudah dipahami.

Berikut beberapa poin kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan pada teks prosedur:

  1. Menggunakan kata dan kalimat sederhana: menghindari penggunaan vokabularium yang sulit dicerna atau diketahui, mengambil tujuan untuk mudah dipahami.
  2. Tata bahasa yang sistematis: menuliskan instruksi secara sistematis dan lebih mudah dipahami oleh pembaca.
  3. Gunakan Bahasa Imperatif: menjadikan kalimat instruksional lebih terkontrol, mempermudah pembaca memahami perintah.

Kaidah Kebahasaan pada Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi digunakan untuk memberi penjelasan tentang suatu topik yang sepenuhnya tidak dikenal oleh pembaca atau perlu diklarifikasi.

Teks eksplanasi harus menjelaskan topik secara terperinci dan mudah dipahami pembaca.

Berikut beberapa poin kaidah bahasa yang harus diperhatikan pada teks eksplanasi:

  1. Menggunakan kata dan kalimat sederhana: menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan jelas.
  2. Jangan menggunakan bahasa yang rumit dalam Kalimat: menghindari penggunaan kalimat yang sangat rumit sehingga sulit dipahami dan tidak merespon kenyataan.
  3. Menggunakan kalimat singkat: menjelaskan setiap bagian perlahan-lahan dan lebih mudah dicerna.

Kesimpulan

Kaidah kebahasaan diperlukan untuk mengikuti aturan dan norma dalam penggunaan bahasa agar memudahkan komunikasi antara seseorang dengan orang lain.

Tiap-tiap jenis teks mempunyai kekhasan kaidah kebahasaan tersendiri.

  • Dalam teks berita: kaidah kebahasaan harus memperhatikan keakuratan dan kebenaran informasi, menghindari kata yang pleonasme, serta memperhatikan penggunaan bahasa yang objektif.
  • Pada teks ulasan: kaidah kebahasaan harus menampilkan opini atau pandangan yang jelas dan kuat, menggunakan kata dan kalimat persuasif, serta menghindari kata-kata emosional.
  • Pada teks prosedur: kaidah bahasa harus digunakan bahasa imperatif untuk membuat kalimat instruksional lebih mudah dipahami,
  • sedangkan, pada teks eksplanasi, kaidah bahasa harus menggunakan kata dan kalimat sederhana dan menghindari penggunaan kalimat yang rumit.

Artikel Terkait