Panduan Cara Ternak dan Budidaya Ikan Lele [LENGKAP]

cara ternak lele
ilustrasi oleh dribbble.com

Ternak ikan lele dilakukan dengan cara berikut (1) melakuakan perhitungan anggaran modal, (2) persiapan kolam ikan, (3) pemilihan bibit unggul dan selengkapnya dalam artikel ini.

Ikan lele termasuk ke dalam jenis ikan tawar yang dijual dengan harga terjangkau tetapi mengandung banyak kandungan gizi.

Budidaya ikan lele menjadi salah satu komoditi usaha yang menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh permintaan pasar ikan lele yang sangat tinggi dan banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

Selain itu, budidaya ikan lele cenderung mudah jika dibandingkan dengan jenis ikan lain. Untuk Anda yang ingin memulai usaha budidaya ikan lele, yuk ikuti ulasan berikut mengenai cara ternak budidaya ikan lele.

Cara Ternak dan Budidaya Ikan Lele yang Efektif

Membuka peluang usaha ternak dan budidaya ikan lele, tidak serta merta bisa sembarang dilakukan. Pemeliharaan ikan lele yang relatif cukup lama dibutuhkan ketekunan dan kecermatan dalam mengelola bisnis ini.

Oleh karena itu, jika Anda termasuk pemula dalam bisnis ini, berikut langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan untuk ternak dan budidaya ikan lele.

1. Persiapkan modal

Sama halnya dengan membuka peluang bisnia lain, usaha ternak lele juga perlu perhitungan modal yang tepat. Berikut contoh ilustrasi perhitungan modal ternak ikan lele.

  • Kolam Lele Terpal Bulat– Rp2.000.00,00
  • Instalasi Air – Rp300.000,00
  • Mesin Pompa Air – Rp400.000,00
  • Total: Rp2.700.000,00.

Biaya penyusutan setiap bulan Rp900.000,00.

Biaya produksi yang dibutuhkan selama satu periode panen (3 bulan), antara lain:

  • Bibit Ikan Lele 5000 ekor (@ Rp200) – Rp1000.000,00
  • Pakan Ikan Lele 300 kg (@Rp200.000,00/20 kg) – Rp3.000.000,00.
  • Obat-obatan – Rp200.000,00
  • Total Rp4.200.000,00.

Biaya tambahan :

  • Listrik – Rp600.000,00
  • Biaya penyusutan – Rp900.000,00
  • Total: Rp1.500.000,00.

Keuntungan selama panen:

  • Jika dalam satu kali masa penen terdapat 20 persen ikan yang tidak dapat dipanen, maka total ikan yang dapat Anda jual adalah 4000 ekor.
  • Jika setiap kilogram ikan terdapat 8 ekor lele dengan harga jual Rp25.000,00, maka keuntungan kotor Anda mencapai Rp12.500,000.00.
  • Sementara keuntungan bersih Anda (pendapatan kotor dikurang biaya produksi dan biaya lain-lain) = Rp12.500.000,00 – (Rp4.100.000,00 + Rp1.500.000,00) = Rp6.900.000,00.

2. Persiapkan kolam lele

Sudah pasti tentu jika memulai budidaya ternak lele, hal yang paling awal harus disiapkan adalah kolam lele. Bangun kolam lele dapat berupa dari tanah, terpal maupun kolam semen. Pastikan ukuran kolam yang dibuat menyesuaikan dengan jumlah ikan lele untuk mengurangi resiko kematian karena kekurangan oksigen.

Dalam hal pengisian kolam, sebaiknya pengisian air tidak terlalu memenuhi wadah. Berilah jarak antara permukaan kolam dengan air sehingga lele tidak mudah melompati kolam dan tidak kepanasan.

Jika kolam terbuat dari terpal, Anda bisa menambahkan irisan daun pepaya dan singkong untuk menghilangkan bau dari media kolam.

Setelah kolam diisi dengan air, tunggu dulu beberapa hari hingga timbul lumut dan fitoplanton. Hal ini akan membantu menetralkan air kolam sehingga tidak mudah keruh.

3. Pilihlah bibit unggul

Untuk memperoleh hasil panen lele yang bagus, maka penting untuk memilih bibit unggul. Lele yang sehat tidak akan mudah terserang penyakit, dan menghasilkan panen lele yang lebih besar.

Hal yang bisa diamati dari lele yang sehat dan unggul adalah sikap agresif dan gesit saat diberi makan. Selain itu lele yang sehat memiliki warna yang cenderung lebih terang.

Baca juga:  Artikel Adalah – Penjelasan Konsep dan Jenisnya [Lengkap]

Jika Anda ingin mengembangbiakkan lele dengan indukan, maka pilihlah indukan yang berkualitas.

Ciri-ciri bibit lele jantan yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  • Perut ramping
  • Tulang kepala pipih
  • Warnanya gelap
  • Lincah
  • Alat kelaminnya runcing

Sementara untuk bibit lele betina, inilah ciri-ciri yang harus diperhatikan:

  • Perut lebih besar dari punggung
  • Lambat
  • Kelaminnya bulat

Selanjutnya, perhatikan lele yang siap kawin. Ciri-ciri lele yang siap kawin bisa dilihat dari warna kelaminnya.

Kelamin lele pejantan berwarna merah ketika siap kawin. Sedangkan untuk lele betina, warna kelaminnya akan menguning. Jika proses pengembang biakan sudah berhasil, segera pisahkan benih-benih dari kolam.

4. Pisahkan lele besar dan kecil

Ikan lele termasuk ke dalam jenis ikan kanibal atau suka memakan sesama jenis. Jadi untuk menghindari risiko kematian pada ikan lele, pisahkanlah ikan lele yang berukuran besar dengan ikan lele yang berukuran kecil.

5. Perhatikan proses penebaran bibit

Selain memilih bibit ikan lele, Anda juga harus memerhatikan cara menyebarkan benih iklan lele. Cara menebar bibit yang baik adalah meletakkan wadah bibit pada kolam selama 15 menit hingga 30 menit dengan keadaan miring. Hal ini bertujuan agar bibit ikan lele dapat beradaptasi sendiri dan tidak stres.

Kolam untuk bibit juga dibuat terpisah. Kolam bibit biasanya lebih dangkal daripada kolam ikan lele dewasa. hal ini bertujuan agar bibit dapat dengan mudah menjangkau pakan dan pernafasan.

Dalam penebaran benih, akan lebih baik jika Anda lakukan di pagi atau malam hari karena waktu tersebut ikan lele cenderung lebih tenang.

6. Sortir ikan lele

ternak ikan lele

Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran kembali menggunakan bak untuk memisahkan lele berukuran besar dan kecil.

Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele kecil dari kekurangan makanan karena kalah cepat dengan lele berukuran besar. Jika tidak dipisahkan, ikan lele ukuran kecil akan lambat dalam pertumbuhannya serta dapat mengurangi risiko ikan lele besar memangsa ikan lele kecil.

7. Atur kualitas kolam

ternak ikan lele

Warna air kolam yang baik bagi ikan lele adalah hijau karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur. 

Warna hijau berarti banyak lumut di sekitar kolam. Air pada kolam ikan lele akan berubah menjadi merah ketika sudah dewasa dan siap panen.

Meski ikan lele tidak suka hidup di air jernih, Anda juga tidak boleh memasukkan sembarang air ke dalam kolam karena Anda tidak akan tahu, apakah air tersebut mengandung bakteri atau parasit yang bisa menyebabkan penyakit pada ikan lele.

8. Perhatikan kedalaman kolam

ternak ikan lele

Air pada kolam akan berkurang karena proses penguapan sehingga Anda harus rutin menambahkan air kolam ke posisi normal. Tingkat kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm, dan bulan ketiga 80 cm.

Usahakan air kolam lele Anda tidak terlalu dangkal karena hanya akan membuat kondisi air dan membuat lele menjadi panas sehingga menyebabkan kematian pada lele.

Anda juga bisa menambahkan tanaman air seperti eceng gondok atau talas ke dalam kolam. Dengan begitu, kolam akan menjadi teduh dan dapat menyerap racun dalam kolam.

9. Perhatikan pakan lele

ternak ikan lele

Biasanya, ikan lele harus diberikan makan tiga kali sehari yaitu pukul 7 pagi, 5 sore dan 10 malam. Jika Anda menemukan ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya, Anda bisa memberikan waktu makan tambahan.

Dalam proses pakan budidaya lele, Anda dapat menggunakan pakan jenis sentrat 781-1 yang didalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan lele, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.

Baca juga:  20+ Macam Kerajinan dari Kardus yang Unik dan Mudah Dibuat

Dalam pemberian pakan, Anda juga tidak boleh melakukannya secara berlebih karena hanya dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat pakan yang mengendap dan tidak termakan oleh lele.

10. Pencegahan hama dan penyakit

ternak ikan lele

Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang memengaruhi jumlah produksi menurun sehingga mempersulit keberhasilan budidaya lele.

Untuk pencegahan hama, Anda dapat menggunakan penghalang agar tidak ada hewan liar yang masuk ke dalam kolam. Untuk menghindari penyakit, Anda dapat memberikan obat-obatan yang tersedia di toko perikanan.

11. Proses panen

ternak ikan lele

Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah 3 bulan semenjak bibit lele disebar. Proses panen ikan lele dapat dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi atau telah memiliki ukuran 4-7 ekor per kilogram atau sesuai dengan keinginan pembeli.

12. Pasca produksi

ternak ikan lele

Sebelum Anda menebar bibit baru, ada baiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya.

Dengan membersihkan kolam, Anda juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan Anda telah menebar bibit baru, maka bibit lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

13. Pemasaran dan promosi ikan lele

ternak ikan lele

Anda dapat menjual dengan harga per kilogram ke warung-warung makanan. Jika kualitas lele Anda sudah baik, Anda akan menjadi pemasok ikan lele terhadap warung-warung makan tersebut. Anda juga dapat mempromosikan hasil budaya ikan lele kepada keluarga, saudara, tetangga dan teman Anda. Gunakan juga digital marketing agar usaha Anda semakin berkembang.

Keuntungan Ternak dan Budidaya Ikan Lele

Dibandingkan dengan ikan jenis lain, ikan lele memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya.

1. Ikan yang Mudah Beradaptasi

Ikan lele adalah jenis ikan yang mudah untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Karena alasan inilah mengapa banyak pebisnis ikan lele yang tidak kebingungan lagi saat membuat kolam dan menjaga kondisi air di dalamnya.

2. Memiliki Daya Tahan Tubuh yang Kuat

Keunggulan kedua dari budidaya ikan lele adalah daya tahan tubuhnya yang kuat dan tidak rentan terkena penyakit.

Alhasil, risiko ikan lele gagal panen karena mati terkena penyakit lebih kecil terjadi.

3. Mudah Dicari

Tak hanya itu, bibit ikan lele yang berkualitas juga lebih mudah dicari dan banyak dijual di pasaran.

Harganya pun lebih terjangkau dengan harga jual yang cukup tinggi. Jadi, keuntungan yang bisa didapatkan pun akan lebih maksimal.

Kesulitan yang Biasa Dialami Peternak Lele

Meski memiliki banyak kelebihan dibanding ternak ikan jenis lainnya, ada beberapa hal yang harus diwaspadai peternak yaitu:

1. Kenaikan Biaya Pakan Ikan

Biaya kebutuhan pakan ikan yang bisa saja naik sewaktu-waktu.

Jika biaya operasional bisnis naik, sudah pasti profit yang akan didapatkan nanti juga akan menurun.

2. Ancaman Hama dan Penyakit dari Lingkungan Sekitar

Ikan lele memang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, namun, bukan berarti ikan ini tidak bisa terkena hama serta penyakit.

Umumnya, ikan lele banyak diburu oleh burung dan katak yang ada di sekitar kolam. Adanya lintah, cacing, dan juga serangga pun dapat menjadi petaka bagi para pembudidaya ikan lele. 

Virus, jamur, serta bakteri pun dapat membuat pertumbuhan ikan lele menjadi tidak maksimal, atau bahkan gagal panen. Untuk itu, agar hal tersebut tidak terjadi, usahakan untuk selalu memantau kondisi air kolam dan lingkungan sekitar.


Demikian ulasan mengenai cara ternak dan budidaya ikan lele. Semoga bermanfaat.

Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material

Be the first to comment

Leave a Reply