7 Cara Mengatasi Sindrom Iritasi Usus Besar + Penjelasannya

Sindrom iritasi usus besar
ilustrasi oleh dribbble.com

Sindrom iritasi usus besar Irritable bowel syndrome (IBS) adalah kondisi gangguan yang dapat memengaruhi kinerja usus besar.

Umumnya gejala sinndrom iritasi usus besar termasuk, perut kram, sakit perut, peru tkembung, kentut berlebihan, diare, sembelit, hingga ada lender di feses.

Lantas adakah cara mengobati sindrom irirtasi usus besar yang tepat untuk dilakukan? Yuk simak ulasan berikut.


Sebenarnya, hingga saat inni belum ada cara mengobati sindrom iritasi usus besar yang tepat untuk dilakukan.

Pengobatan sindrom irirtasi usus besar hanya ditujukan untuk meringankan gejala yang ditimbulkan dengan melakukan pola hidup yang tepat dan sehat.

Berikut adalah cara mengobati sindrom irirtasi usus besar yang bisa dilakukan di rumah.

Mengatur pola makan

Salah satu cara mengobati sindrom iritasi usus besar adalah mengatur poaa makan dengan tepat. Mengatur pola makan yang tepat, termasuk:

  • Mengolah makanan yang dimasak sendiri di rumah
  • Mengonsumsi makanan dengan porsi kecil, tetapi frekuensinya leih sering
  • Tidak telat makan
  • Mengunyah makanan dengan baik, jangan terburu-buru
  • Mencukupi kebutuhan air putih, paling tidak 8 gelas air putih
  • Menghindari makanan berlemak dan makanan berkaleng
  • Mengonsumsi buah tidak lebih dari 3 porsi (satu porsi sekitar 80 gram)
  • Menghindari makanan yang dapat memicu timbulnya gejala IBS

Jika kamu didiaagnosis mengidap sindrom IBS, ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari karena dapat memicu timbulnya gejala penyakit, misalnya:

  • Makanan yang mengandung gas. Jika kamu mengalami gejala IBS, seperti perut kebung atau bergas, sebaiknya hindari makanan yang mengandung gas, seperti brokoli, kembang kol, kubing, dan kacang-kacangan. Ini termasuk juga menghindari minuman berkafein, minuman berkarbonasi, dan minuman berakohol.
  • Makanan yang mengandung gluten. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa pasien sindrom IBS tidak mengalami gejala diare setelah mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gluten (seperti gandum).
  • Makanan yang mengandung karbohidrat. Pasien IBS mungkin ada yag sensitive terhadap beberapa jenis karbohidrat, seperti fruktosa, laktosa dan lainnya yang dikenal dengan istilah FODMAPs. FODMAPS adalah sekelompok karbohidrat mengandung oligosakarida fermentasi, disakarida, monosakarida, dan poliol yang dapat ditemui pada beberapa jenis biji-bijian, sayuran, buah dan produk olahan susu.
Baca juga:  Daftar Model Rambut Pria Terbaru untuk berbagai jenis bentuk wajah

Sebaiknya, kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum memutuskan untuk membatasi atau mengurangi konsumsi makanan tersebut.

Meningkatkan konsumsi serat

Konsumsi serat, seperti biji-bijian utuh, sayuran, buah dan kacang-kacangandapat membantu mengurangi sembelit.

Namun, di sisi lain, serat juga dapat memicu perut terasa kram dan kembung, oleh sebab itu, sebaiknya lakukan proses ini secara bertahap.

Jangan terburu-buru, karena dapat membuat gejala sindrom IBS kian memburuk.

Mengonsumsi probiotik

Cara mengobati sindrom IBS berikutnya dengan mengonsumsi probiotik. Probiotik dapat membantu system pencernaan lebih sehat engan mengembalikan keseimbangan bakteri normal dalam usus secara alami.

Beberapa hasil studi mengemukakan bahwa konsumsi probiotik dapat membantu mengendalikan gejala IBS, seperti perut kembung, sakit perut, dan diare.

Kamu dapat menemukan kandungan probiotik dalam yogurt atau beberapa jenis suplemen makanan.

Mengurangi stress

Pada beberapa kasus, sindrom IBS dapat dipicu oleh kondisi stress. Strees memang bukan penyebab sindrom IBS, tetapi sama halnya penyakit apapun, stress bisa mengakibatkan gejala sindrom IBS semakin memburuk.

Maka dari itu, penting untuk mengurangi stress sebagai salah satu cara mengobatinnya sindrom IBS.

Misalnya, dengan relaksasi, yoga, atau meditasi, untuk membantu mengurangi gejala sindrom IBS. 

Melakukan olahraga secara rutin

Cara mengobat sindrom iritasi usus besar lainnya adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. 

Selain dapat mengurangi stress dan depresi, olahraga dapat meningkatkan pergerakan usus sehingga kamu merasa lebih baik.

Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan jenis olahraga yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk pasien IBS.

Mengonsumsi obat-obatan

Menurut ahli, selain melakukan pola hidup yang tepat, cara mengobati sindrom IBS juga perlu didukung oleh konsumsi obat-obatan tertentu.

Pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat-obatan yang sesuai dengan gejala sindrom IBS yang kamu alami.

Baca juga:  Daftar Harga Besi Siku Lubang Per Batang Terbaru + penjelasannya

Obat-obatan untuk mengobati sindrom IBS yang biasanya diresepkan oleh dokter di antaranya:

  • obat antidiare.
    Dokter kamu mungkin meresepkan obat antidiare, seperti loperamide. Obat ini dapat mengurangi gejala diare, tetapi tidak dapat mengatasi IBS lainnya seperti sakit perut atau sembelit.
  • Obat-obatan antikolinergik.
    Obat antikolinergik, seperti dicylomine, dapat membantu meringankan sakit perut mirip kejang yang menyakitkan.

    Obat ini terkadang diresepkan juga bagi pasien IBS dengan gejala diare. Meski amana, obat antikolinergik bisa menyebabkan efek samping seperti sembelit hingga mulut kering.
  • Obat pencahar untuk sembelit.
    Jenis obat ini mungkin diresepkan bagi orang dengan sindrom IBS yang cenderung menimbulkan sembelit.

    Pastikan kamu menggunakan obat pencahar ini sesuai dodsis yang diresepkan oleh dokter.
  • Antidepresan trisiklik.
    Antidepresan trisiklik dapat membantu meringkan depresi serta menghambat aktivitas saraf yang berfungsi mengendalikan usus sehingga dapat mengurangi rasa sakit.

    Jika kamu mengalami diare dan sakit perut tanpa depresi, dokter mungkin meresepkan imipramine, desipramine, atau nortriptline dengan dosis yang lebih rendah.
  • Antidepresan SSRI.
    Antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti fluoxetine atau paroxetine, dapat membantu meringankan pasien IBS yang epresi serta mengalami gejala sakit perut dan sembelit.
  • Obat sakit perut.
    Dokter mungkin akan meresepkan pregabalin atau gabapentin untuk membantu mengurangi gejala IBS berupa perut kembung dan sakit perut yang terasa parah.

Memang belum ada perawatan sindrom usus besar yang spesifik bagi setiap penderita IBS (irritable bowel syndrome).

Akan tetapi, ada beberapa cara mengobati sindrom usus besar untuk mengurangi gejala penyakit sehingga orang dengan IBS dapat menjalani hidup dengan normal.

Sekian dulu pembahasan tentang sindom iritasi usus besar, semoga bermanfaat~

Referensi: sehatq.com