pH : Pengertian, Jenis, dan Contoh Bahan dengan pH Berbeda

ph adalah
ilustrasi oleh dribbble.com

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan.

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal istilah asam dan basa. Di dalam istilah kimia, perbedaan kuantitatif antara asam dan basa dijelaskan melalui PH.

Lalu apa itu pengertian dari PH? Berikut ulasan mengenai pengertian, jenis, dan contoh bahan dengan beragam PH yang berbeda.

Pengertian pH Adalah

PH adalah

Istilah “pH” berasal dari kata Jerman “potenz,” yang berarti “pangkat” , dikombinasikan dengan H, simbol unsur untuk hidrogen, jadi pH adalah singkatan dari “pangkat hidrogen.”

Pengertian pada umumnya, pH (Power of Hydrogen) adalah skala yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Skala dari pH terdiri dari angka 1 hingga 14.

Skala pH menunjukkan konsentrasi ion hidrogen [H+] dalam larutan. Nilai pH larutan dihitung menggunakan nilai konsentrasi molar ion hidrogen yang larut dalam larutan.

Pada pengukuran skala pH, terdapat tiga jenis parameter yaitu pH asam, netral, dan basa.

  • Suatu larutan dikatakan asam jika terdapat ion H+ yang lebih banyak daripada ion OH. Asam memiliki pH<7
  • Bersifat netral jika jumlah ion H+ dan OH sama dalam larutan. LArutan netral memiliki pH 7
  • Dan larutan basa jika terdapat jumlah ion OH lebih banyak dibanding H+. Basa memiliki pH>7

Persamaan pH

PH adalah

Rumus atau persamaan untuk menghitung pH diusulkan pada tahun 1909 oleh ahli biokimia Denmark Søren Peter Lauritz Sørensen:

pH = -log[H+]

di mana log adalah logaritma basis-10 dan [H +] adalah konsentrasi ion hidrogen dalam satuan mol per liter larutan.

Baca juga:  Seni Grafis: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Perhatikan ilustrasi skala pH berikut.

Semakin kecil nilai pH maka akan semakin kuat asam larutan tersebut. Sebaliknya semakin besar nilai pH maka semakin basa larutan.

pH Netral

Sebuah air netral mempunyai pH 7, mengapa demikian?

Air berada pada kesetimbangan antara molekul dan ion:

H2O ⇌ H + + OH-

Produk perkalian dari konsentrasi [H +] dan [OH-] adalah konstanta; itu adalah konstanta kesetimbangan air (Kw), yang memiliki nilai 10-14 M2 .

Kw = [H +] [OH-] = 10-14 M2

Untuk netralitas, [H +] harus sama dengan [OH]. Ini berarti besaran ini harus sama dengan 10-7 M.

Jika kita memasukkan [H +] = 10-7 M ke dalam persamaan pH:

pH = -log10 [H +]

dengan demikian didapat hasil pH = 7 untuk netralitas.

pH Asam dan Basa

Nilai pH arutan asam yaitu pH <7, sedangkan larutan basa memiliki pH> 7.

Untuk pH asam, karena terdapat bayak ion H+ dalam larutannya, rumus umumnya adalah sebagai berikut.

pH = -log10 [H +]

Nilai ion H+ merupakan besar konsentrasi molar suatu larutan asam.

Sedangkan untuk pH basa, mengandung banyak ion OH yang larut dalam air. Nilai skala pOH tidaklah diukur secara independen, namun diturunkan dari pH. Konsentrasi ion hidroksida dalam air berhubungan dengan konsentrasi ion hidrogen berdasarkan persamaan

[OH] = KW /[H+]

dengan KW adalah tetapan ionisasi air. Dengan menerapkan kologaritma:

pOH = pKW − pH.

sehingga didapatkan rumus pOH sebagai berikut.

pOH = 14 – pH

Indikator pH

Untuk mengetahui perbedaan fisik antara larutan bersifat asam, basa atau netral, kita bisa menggunakan indikator. Suatu indikator pH membantu menentukan pH berdasarkan perubahan warna pada pH tertentu.

Indikator yang sering digunakan di laboratorium adalah indikator universal yang mempunyai perubahan warna secara halus dari skala 1-14. Jenis indikator universal ini terdapat dalam bentuk padat berupa kertas lakmus maupun dalam bentuk cair.

Baca juga:  Tafsir dan Arti Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal

Indikator pH lain yang sering digunakan pula yaitu pH elektronik yang secara digital menampilkan nilai pH. Selain itu terdapat pula beberapa indikator alami yang bisa digunakan untuk menentukan asam, basa dan netral larutan.

Contoh Bahan dengan pH yang Berbeda

Berikut adalah beberapa contoh bahan dengan skala pH berbeda.

Bahan dengan pH Asam

Bahan dengan pH asam memiliki karakteristik pH kurang dari 7, rasa asam, korosif, mengubah lakmus biru menjadi merah, dan reaktif terhadap logam untuk asam kuat.

Berikut beberapa bahan dengan pH asam:

  • jeruk (beragam jenis jeruk nipis, lemon, jeruk buah, dll)
  • apel
  • strawberry
  • blueberry
  • anggur
  • HCl
  • H2SO4
  • dll

Bahan dengan pH Basa

Bahan dengan pH basa memiliki karakteristik fisik pH lebih dari 7, rasa pahit, licin seperti pada sabun, mengubah lakmus merah menjadi biru, dan bersama dengan air mampu membentuk pH netral.

Berikut beberapa bahan dengan pH basa:

  • sabun
  • detergen
  • pasta gigi
  • shampoo
  • baking soda
  • amonia
  • larutan alkali
  • dll

Bahan dengan pH Netral

Bahan netral merupakan bahan yang mempunyai skala pH 7. Suatu bahan bisa bersifat netral karena karakter asli, maupun perpaduan antara larutan basa dan asam.

Berikut beberapa bahan dengan pH netral:

  • air
  • berbagai jenis garam, seperti garam dapur (NaCl)
  • dll

Demikian ulasan mengenai pH, jenis, dan beragam jenis bahan dengan pH yang berbeda. Semoga bermanfaat ya.

Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material

Be the first to comment

Leave a Reply