Mukjizat nabi Musa diantaranya yaitu membelah lautan merah, mengubah tongkat menjadi ular, tangan bercahaya, manna dan salwa, menghidupkan orang mati yang akan dijelaskan pada uraian berikut.
Nabi Musa merupakan salah satu nabi dan rasul yang dijuluki ulul azmi. Yaitu nabi dan rasul yang memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa dalam menjalani ujian dari Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an sendiri, Nabi Musa termasuk sebagai nabi yang paling banyak dikisahkan. Beberapa diantara kisah Nabi Musa adalah peristiwa-peristiwa mukjizat.
Mukjizat merupakan suatu kejadian luar biasa yang dianugerahkan Allah kepada nabi dan rasulnya. Hal ini untuk membuktikan bahwa nabi dan rasul benar-benar seorang utusan Allah SWT. Selain itu, kala itu mukjizat digunakan sebagai tandingan atas kehebatan suatu kaum sesuai dengan masanya.
Berikut adalah beberapa mukjizat Nabi Musa sesuai dengan kisah yang tertulis dalam Al-Qur’an.
1. Membelah Lautan

Ketika menjalankan tugas dakwah, nabi Musa mendapatkan ancaman dari Raja Firaun. Bani Israil berduyun-duyun mendatangi nabi Musa memohon pertolongan dengan mengajak mereka keluar dari Mesir.
Kemudian berangkatlah bani Israil bersama dengan nabi Musa menuju Baitul Maqdis. Hingga akhirnya mereka sampai di tepian laut merah.
Sedangkan di belakang mereka, bala tentara Firaun sedang mengejar. Hal ini menimbulkan ketakutan karena nabi Israil akan dihukum mati jika tertangkap oleh Firaun.
Atas izin Allah, nabi Musa memukul air laut dengan tongkat dan seketika laut terbelah menjadi dua gunung besar. Diantara kedua belahan laut tersebut merupakan dasar laut yang kering, sehingga nabi Musa dan bani Israil akhirnya berhasil melewati Laut Merah.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman.
فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِ ۚ
Artinya:
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar. (Q.S. Asy-Syu’ara’ : 63)
Setelah nabi Musa dan bani Israil sampai di tepi timur laut, maka Firaun dan bala tentaranya menyusul menyeberangi laut merah. Namun, belum sampai mereka menyeberangi laut merah, Allah menenggelamkan Firaun bersama pengikut-pengikutnya.
وَاِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَاَنْجَيْنٰكُمْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan. (Q.S. al-Baqarah (2) : 50)
2. Mengubah Tongkat Menjadi Ular
Kisah nabi Musa sangat masyhur dengan peristiwa tongkat berubah menjadi ular. Hal ini dikisahkan dalam Al-Qur’an.
Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman.
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ
Artinya:
Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. (Q.S. Al-A’raf (7): 107)
Dalam menjalankan tugasnya, Nabi Musa diutus untuk berdakwah mengajak Bani Israil untuk kembali ke ajaran tauhid. Hal ini membuat Firaun marah, sehingga Firaun menghadirkan para kaum sihir untuk menandingi Nabi Musa.
Para ahli sihir melempar tongkat ke tanah dan seketika berubah menjadi ular-ular kecil. Semua orang yang hadir menyaksikan tertegun akan hal itu.
Oleh sebab itu, kemudian Nabi Musa melempar tongkatnya dan berubah mejadi ular besar yang memakan ular-ular kecil para ahli sihir. Atas kejadian ini, kemudian para ahli sihir bersujud dan beriman kepada Allah.
(120)وَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ
(121)قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya:
“Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun””. (Q.S. Al-A’raf : 121-123)
3. Tangan Bercahaya

Allah menurunkan mukjizat kepada nabi Musa sebagai bukti kekuasaan-Nya kepada bani Israel. Salah satu mukjizat nabi Musa yaitu tangan yang bercahaya.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman.
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ
Artinya:
Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya. (Q.S. Al-A’raf (7): 108)
Mukjizat ini membuat orang terheran heran karena ketika nabi Musa memasukkan tangan ke jubah, lalu mengeluarkannya, maka muncullah tangan yang bercahaya putih.
4. Manna dan Salwa
Nabi Musa rajin berdoa kepada Allah ketika menjalankan tugas dakwah kepada bani Israel kala itu. Kala itu, bani Israel mendapatkan kezaliman Raja Firaun. Akhirnya setelah selamat dari kezaliman Firaun, bani Israel merasakan kelaparan dan kehausan.
Kemudian nabi Musa berdoa kepada Allah berlindung dari musibah kelaparan. Ketika bani Israel merasa kehausan, nabi Musa memukulkan tongkatnya ke 12 batu (sesuai dengan jumlah suku bani Israel) hingga memancarkan air.
Pada saat panas terik, bani Israel kelaparan karena tidak ada bahan makanan, Allah menurunkan nikmat Manna dan Salwa. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman.
وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Artinya:
Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”. Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman): “Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu”. Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri. (Q.S. Al-A’raf (7) : 160)
5. Menghidupkan Orang Mati

Pada peristiwa ini, dikisahkan bahwa terjadi peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh salah seorang dari bani Israel. Terjadi saling tuduh antar bani Israel hingga bani Israel membawa permasalahan ini kepada nabi Musa.
Kemudian Allah menyusuh bani Israel menyembelih sapi betina, lalu atas izin Allah, nabi Musa memukulkan lidah sapi yang telah dibunuh kepada orang terbunuh sehingga dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang telah membunuhnya.
فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ كَذَٰلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Artinya:
Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 73)
6. Azab Kaum Bani Israel
Dikisahkan bani Israel tertekan atas berbagai bencana yang Allah timpakan kepada mereka hingga mereka mendatangi nabi Musa dan berjanji akan beriman.
Kemudian nabi Musa memohon kepada Allah agar mengangkat bencana yang sedang menimpa bani Israel. Namun, bani Israel tak menepatijanji hingga Allah turunkan belalang yang memakan seluruh tanaman dan paku besi bangunan.
Kemudian bani Israel kembali kepada Musa dan berjanji akan beriman sebagaimana sebelumnya.Nabi Musa pun kembali berdoa kepada Allah untuk menghentikan bencana.
Namun, bani Israel kembali mengingkari janji mereka hingga Allah menurunkan kutu-kutu sebagai bencana sehingga mereka tidak dapat makan dan tidur.
Bani Israel semakin merasa kesusahan dan kembali meminta pertolongan nabi Musa. Namun, lagi-lagi mereka ingkar kembali hingga Allah menurunkan kembali azab berupa katak yang memenuhi makanan, bejana, dan isi rumah mereka dan mengotori segala pakaian yang mereka kenakan. Lagi dan lagi bani Israel kembali memohon kepada nabi Musa.
Nabi Musa pun mencoba berdoa kembali kepada Allah. Namun, tetap saja bani Israel mengingkari janji sehingga Allah mengirimkan darah dari air dan sumur tempat mereka makan dan minum.
Sungguh bani Israel telah larut dalam kesesatan. Merek menyombongkan diri sehingga tidak mau beriman akan tanda kebesaran Allah dan Rasul-Nya.
Allah berfirman:
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَٱلْجَرَادَ وَٱلْقُمَّلَ وَٱلضَّفَادِعَ وَٱلدَّمَ ءَايَٰتٍ مُّفَصَّلَٰتٍ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا مُّجْرِمِينَ
Artinya:
Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. (Q.S. Al-A’raf (7): 133)
Demikian kisah nabi Musa beserta dengan mukjizatnya. Semoga bermanfaat ya.
Sumber:
umma.id