Loading Likes...

Alam semesta sangatlah luas, dan ada banyak objek misterius yang mengapung di alam semesta ini.

Salah satunya, lubang hitam.

Lubang hitam adalah sebuah objek masif yang bergravitasi sangat besar.

Ia lahir dari supernova, ajal kematian dari suatu bintang masif yang massanya kira-kira lima kali lebih besar dari massa matahari kita.

Saat terjadi supernova, bintang masif sudah kehabisan bahan bakar nuklirnya yang berada dalam inti bintang, lalu runtuh dalam gravitasinya sendiri, menyisakan sebuah benda besar misterius yang aneh, yaitu sebuah lubang hitam.

Lubang hitam bukanlah sebuah lubang seperti yang kamu dan saya dulu pikirkan.

Lubang hitam itu berbentuk bola, sama seperti kelereng, sama seperti bola voli, sama seperti bumi dan matahari. Berbentuk bola.

Ini dapat dipahami secara sederhana bahwa bentuk lubang (lingkaran) dalam ruang tiga dimensi adalah bola.

Namun demikian, ia tidak bisa diamati seperti objek angkasa pada umumnya, karena bahkan cahaya yang notabene partikel tercepat, yang dapat bergerak dengan kecepatan 299.792.458 m/s dalam ruang hampa saja bisa tertelan oleh gravitasi lubang hitam yang teramat kuat.

 

Relativitas Umum

Kalau membahas tentang lubang hitam, tak mungkin kita lepas dari teori relativitas umum. Einstein telah menerangkan bahwa gravitasi adalah suatu konsekuensi pembengkokan ruang-waktu akibat materi yang bermassa.

Artinya gravitasi lubang hitam yang awalnya serasa tak masuk akal dapat dijelaskan dengan masuk akal karena ia punya massa yang teramat sangat-sangat-sangat besar.

Itulah yang menjelaskan asal gravitasi lubang hitam yang besar.

 

Batas Chandrashekkhar

Tidak semua benda langit bisa mengalami supernova dan menjadi black hole.

Bahkan matahari kita yang sebegitu besarnya, kalau sudah tiba ajalnya, tidak akan meledak dan hanya terjadi sebuah nova, bukan supernova–dan tidak menjadi black hole.

Salah satu syarat terjadinya sebuah supernova adalah suatu bintang harus dapat melebihi batas Chandrashekkhar.

Yaitu batas massa yang bernilai 1,44 kali massa matahari. Artinya sebuah bintang dapat meledak dalam supernova kalau mempunyai massa 1,44 kali massa matahari kita ini.

 

Paradox Informasi

Lubang hitam dapat memakan semua “informasi” yang melewatinya. Informasi disini adalah pengertian untuk suatu susunan pembeda dalam materi.

Tanpa informasi, semua benda akan sama/identik.

Contohnya ambillah granit, tersusun dari atom karbon. Ubah susunannya maka akan menjadi berlian. Granit dan berlian sama-sama tersusun oleh karbon, yang menjadi pembeda adalah informasi.

Disini lubang hitam akan memakan dan membuat benda yang ditelan menjadi sama, dengan menghilangkan informasinya. Di sinilah terjadi paradox informasi.

 

Mati

Semakin banyak lubang hitam ‘menelan’ materi, semakin besar ia mengembang karena massanya bertambah.

Tapi bagaimana pun juga, ia bisa mati.

Pada dasarnya semua yang ada di alam semesta ini tidak ada yang abadi, termasuk alam semesta itu sendiri dan juga lubang hitam ini.

Lubang hitam dapat menguap karena terjadi anomali/fluktuasi partikelnya pada tingkat kuantum, hal ini yang disebut radiasi Hawking. Semakin lama lubang hitam menguap maka kelajuan penguapannya akan semakin cepat.

Namun, prosesnya sangat sangat sangat sangat lama.

Bahkan untuk lubang hitam dengan massa sama dengan massa matahari kita, butuh waktu sepuluh ribu miliar miliar miliar miliar miliar miliar tahun, untuk menguapkan nol koma nol nol nol nol nol nol nol satu persen dari massanya.

Lama banget ‘kan?

Bahkan mungkin alam semesta ini sudah mati dalam heat death dan penguapan lubang hitam yang pertama baru saja terjadi.

Itulah salah satu kebesaran alam semesta yang Tuhan ciptakan untuk kita.

Dan sebagai gantinya, akan sangat menakjubkan kalau kita dapat terus hidup untuk mengamatinya.

So, stay curious!

 

Referensi