Komunikasi Bisnis: Pengertian, Jenis-Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya

Ilustrasi oleh dribbble.com

Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang dilakukan untuk penyampaian nilai-nilai agar tujuan bersama dapat tercapai.

Komunikasi memang tak ada habisnya. Bagaimana tidak, hampir semua aktivitas manusia tidak bisa terlepas dari yang namanya komunikasi. Selain untuk untuk berhubungan dengan manusia lain, manusia juga menggunakan komunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. 

Komunikasi juga memiliki berbagai macam bentuk tergantung pada tujuan dan situasi komunikasi itu sendiri. Salah satu komunikasi yang disengaja adalah komunikasi bisnis.

Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang dilakukan untuk penyampaian nilai-nilai agar tujuan bersama dapat tercapai. Nah untuk penjelasan lebih lanjutnya, berikut adalah definisi komunikasi bisnis.

Komunikasi bisnis menurut ahli

1. Menurut Persing (1981)

Pengertian komunikasi bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik itu dalam bentuk tulisan, lisan, maupun nonverbal.

2. Menurut Rosenblatt (1982)

Pengertian komunikasi bisnis adalah pertukaran ide-ide opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang dikemukakan baik secara personal maupun non personal melalui simbol/tanda untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan.

3. Menurut Katz (1994)

Apa yang dimaksud dengan komunikasi bisnis sama halnya dengan adanya pertukaran ide, pesan dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersial.

Bentuk-bentuk komunikasi bisnis

Dalam pengaplikasianya, komunikasi bisnis dibedakan menjadi beberapa bentuk.

Pengelompokan bentuk komunikasi ini tergantung dari siapa yang diajak berkomunikasi. Selain itu bentuk-bentuk komunikasi ini juga mempengaruhi isi pesan yang disampaikan.

Contohnya, komunikasi internal ke atas biasanya berisi tentang laporan dan report. Berikut penjelasanya.

1. Komunikasi Internal ke Atas

Komunikasi bisnis internal ke atas adalah komunikasi yang berasal dari bawahan ke manajer atau individu dengan adanya hierarki perusahaan. Setiap pemimpin harus memungkinkan informasi mengalir ke atas agar memiliki pemahaman yang benar tentang operasi bisnis.

Komunikasi ke atas internal biasanya mencakup survei, umpan balik, formulir, dan laporan yang disampaikan karyawan kepada manajer atau pemimpin tim mereka.

Misalnya, laporan pemasaran dapat menyertakan statistik seperti total pengunjung situs web, keterlibatan media sosial, atau total prospek yang dihasilkan. 

2. Komunikasi Internal ke Bawah

Komunikasi internal ke bawah mengalir dari atasan ke satu atau lebih bawahan. Jenis komunikasi ini bisa dalam bentuk surat, memo atau arahan verbal.

Saat berkomunikasi dengan karyawan, pemimpin harus menjaga komunikasi tetap profesional dan jelas.

Contoh dari jenis komunikasi ini dapat mencakup memo tentang prosedur operasi perusahaan baru seperti persyaratan keselamatan dan peraturan baru.

3. Komunikasi Bisnis Internal Lateral

Komunikasi internal lateral terjadi di antara karyawan di tempat kerja. Saat ini, ada banyak cara karyawan dapat berkomunikasi: chatting, pesan, email.

Jenis komunikasi ini dapat berada di dalam atau di antara departemen dan itu terjadi lebih teratur daripada jenis komunikasi lainnya. Selain itu, seringnya komunikasi antara karyawan memainkan peran penting untuk keterlibatan dan produktivitas karyawan. 

4. Komunikasi Eksternal

Komunikasi bisnis eksternal adalah setiap komunikasi yang terjadi dengan pihak luar seperti pelanggan, prospek, vendor, atau mitra. Tidak seperti semua jenis komunikasi internal, komunikasi eksternal terjadi secara kurang teratur. 

Pembedaan bentuk komunikasi di atas berbanding lurus dengan tata cara komunikasinya, biasanya seorang komunikator harus menyesuaikan diri dengan siapa ia berbicara, hal itu dilakukan agar komunikasi berjalan lancar dan efektif. Berikut ini tujuan dari komunikasi bisnis

Tujuan komunikasi bisnis

Secara umum, ada empat fungsi dari komunikasi di dalam bisnis, yaitu; yaitu memberi informasi (informing), melakukan persuasi (persuading),  melakukan kolaborasi (collaborating), dan melakukan integrasi (intgrative) dengan audiens.

Memberi Informasi (informing)

Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain.

Sebagai contoh, seorang pimpinan suatu perusahaan membutuhkan beberapa pegawai baru yang akan ditempatkan sebagai staf administrasi di kantor-kantor cabang yang ada. Untuk memperoleh pegawai yang diharapkan, ia dapat memasang iklan lowongan kerja melalui media surat kabar, majalah, radio, dan internet.

Melakukan Persuasi (persuading)

kedua dari sebuah komunikasi bisnis adalah melakukan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami oleh audiens dengan baik dan benar. Hal ini sering dilakukan terutama yang berkaitan dengan negosiasi antara seseorang dengan orang lain dalam bisnis.

Untuk dapat memperoleh hasil yang optimal dalam bernegosiasi, setiap pihak perlu memahami prinsip win-win solution.

Melakukan Kolaborasi (collaborating) 

Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerjasama bisnis antara seseorang dengan orang lain. Melalui jalinan komunikasi bisnis, seseorang dapat dengan mudah melakukan kerjasama bisnis baik antara perusahaan domestik maupun dengan perusahaan asing.

Manfaat Komunikasi Bisnis

  • Membuat komunikasi menjadi lebih efektif atau menghilangkan segala bentuk komunikasi yang tidak perlu. 
  • Memudahkan karyawan untuk berkolaborasi
  • Mengantisipasi masalah perusahaan yang berhubungan dengan kesalahpahaman. 
  • Dapat meningkatkan produktivitas karyawan
  • Memudahkan pencapaian tujuan bersama.

Contoh komunikasi bisnis

  • Presentasi Kerja
  • Lobbying kerja sama dengan perusahaan lain
  • Negosiasi gaji karyawan
  • Pelaporan kinerja karyawan oleh HRD
  • Sosialisasi peraturan baru perusahaan.

Referensi : dosenpendidikan.co.id

Artikel Terkait