Kesalahan dalam membaca hasil statistik survei elektabilitas capres

Ringkasan

  • Banyak orang yang salah membaca hasil survei elektabilitas karena tidak memperhatikan margin of error
  • Margin of error memberikan potensi hasil yang berkebalikan dengan hasil yang ditampilkan dalam survei


Ketika dekat dengan masa pemilu saat ini, publik ramai berbincang terkait survei elektabilitas capres.

Survei ini dilakukan dengan mengambil sebagian kecil orang yang dianggap mewakili seluruh populasi orang yang ada di Indonesia, yang kemudian ditanya terkait ketertarikannya terhadap salah satu calon presiden.

Hasil survei elektabilitas ini nantinya akan menghasilkan angka-angka dalam persen…

…yang sayangnya seringkali orang-orang salah dalam memahaminya.

Apa kesalahannya?

Misalkan kita ambil contoh

Hasil survei menunjukkan A 52% dan B 48%,
Apakah A lebih unggul?

Secara sekilas, kamu akan mengambil kesimpulan kalau A lebih unggul dan memiliki potensi lebih besar untuk terpilih dibandingkan B.

Sayangnya ini kesimpulan yang tidak tepat.

Jangan lihat survei hanya dari angka akhirnya saja. Perhatikan juga nilai margin of error-nya.

Jika diperhatikan lebih lanjut, ternyata survei (hayalan) ini memiliki hasil lengkap sebagai berikut:

A: 52% ± 3%
B: 48% ± 3%

Nah, angka tersebut menunjukkan bahwasanya rentang elektabilitas calon A berada pada

Rentang bawah: 52 – 3 = 49%
Rentang atas: 52 + 3 = 55%

Dan rentang elektabilitas calon B berada pada

Rentang bawah: 48 – 3 = 45
Rentang atas: 48 + 3 = 51

Agar lebih jelas, nilai ini bisa divisualisasikan dalam bentuk grafik seperti ini.

Intinya, ada titik pertemuan antara rentang kedua nilai elektabilitas tersebut, yang menunjukkan bahwasanya ada kemungkinan hasilnya berbalik B lebih banyak dibanding A.

Jadi dalam konteks hasil survei A 52% dan B 38% dengan margin of error 3%, siapa yang lebih unggul masih belum dapat dipastikan.

Hal ini akan berbeda jika saja margin of error dari survei ini adalah 1%

Maka dengan menggunakan analisis seperti di atas, kita bisa memastikan kalau A berada di atas B.


Survei elektabilitas dan Quick Count

Pada kenyataannya, tidak ada survei elektabilitas yang sama dengan contoh hayalan ini.

Survei elektabilitas tidak hanya menampilkan nilai dari masing-masing calon, tapi harusnya juga menampilkan jumlah orang yang masih belum memutuskan.

Tapi untuk keperluan penyederhanaan, di sini presentase dari orang yang belum memutuskan tidak saya masukkan terlebih dahulu.

Pemahaman atas hal ini nantinya sangat penting jika kita berhubungan dengan data statistik Quick Count.

Jadi, jika nanti dalam quick count jagoanmu menang tipis dengan selisih yang tidak jauh dari nilai margin of error

Bersiap-siaplah untuk menerima kemungkinan hasil yang berbalik.


Bias statistik

Selain hal sederhana terkait membaca hasil survei ini, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah bias dalam pelaksanaan survei.

Untuk melakukan survei yang tepat, metode pemilihan sampel harus jelas dan tepat, agar dapat mewakili keseluruhan populasi yang ada. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya kekeliruan survei pun harus dihindari.

Hal lengkap terkait hal ini dapat kamu baca di artikel ini: Sebaiknya kamu jangan percaya dengan hasil survei dan polling di sosial media

Akhir kata, semoga penjelasan ringkas terkait kesalahan dalam membaca data hasil survei ini bisa menjadi bekal ketika hal ini benar-benar terjadi tanggal 17 April 2019 nanti.

Referensi

Artikel Terkait