7+ Keistimewaan Al-Qur’an yang Harus Kamu Tahu

keistimewaan al quran
ilustrasi oleh dribbble.com

Keistimewaan al quran antara lain konten dalam al quran tetap sepanjang masa, terjaga dari kontradiksi, mudah dipelajari dan dihafalkan, dan selengkapnya dalam artikel ini.

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat muslim yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang digunakan sebagai pedoman umat.

Mengenai keistimewaan Al Quran sebenarnya sangat banyak untuk diulas. Berikut beberapa keistimewaan Al Quran yang sebaiknya kamu tahu.

1. Konten Al- Qur’an Tetap Sepanjang Masa, Tanpa Revisi

keistimewaan al quran

Al-Qur’an adalah kitab yang berlaku sepanjang masa, tak lekang oleh waktu baik dari segi substansi maupun segi penerapannya.

Kesesuaian Al-Qur’an berlaku baik yang sudah terjadi di masa lalu maupun kejadian yang akan terjadi di masa depan misal mengenai hari akhir dan siksa kubur.

Kitab Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan Allah SWT langsung melalui malaikat Jibril sehingga Al-Qur’an tidak pernah ada revisi atau penggantian konten sehingga terjaga keasliannya. Sesuai takdir Allah SWT, Al-Qur’an merupakan kitab suci pedoman umat manusia yang isinya selalu relevan sepanjang zaman.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Hijr ayat 9.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al Hijr ayat 9)

Hal ini menjadikan Al-Qur’an terjamin keasliannya oleh Allah SWT sesuai dengan firman Nya. Oleh sebab itu sebagai umat muslim sudah selayaknya untuk mengimani kitab suci Al-Qur’an.

2. Terjaga dari Kontradiksi

keistimewaan al quran

Di dalam Al-Qur’an tidak terdapat kontradiksi, yaitu pertentangan antara satu perintah dengan perintah lainnya.

Telah dijelaskan oleh Allah SWT bahwa setiap perintah, larangan, dan berita bersifat melengkapi satu sama lainnya. Sesuai dengan firman Nya dalam QS An-Nisa ayat 82:

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيرًا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya”.(QS An-Nisa ayat 82)

3. Mudah Dipelajari dan Dihafalkan

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mengandung banyak pelajaran di dalamnya. Bahkan banyak pula diantara muslim yang mengahafalkannya sebagai bentuk amalan ibadah.

Melalui Al-Qur’an kita bisa membaca firman-Nya dan merenungi apa maksud kandungan Al-Qur’an.

Dalam surat Al- Qamar ayat 32, Allah menjamin bahwa Al-Qur’an itu mudah dipelajari dan dihafalkan.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran”. (QS Al- Qamar ayat 32)

4. Bahasa Al-Qur’an Tidak Dapat Ditiru

Para penyari zaman dahulu ketika membaca Al-Qur’an, mereka mengagumi penggunaan bahasa Al-Qur’an yang begitu indah. Selain itu, Al-Qur’an juga menggunakan bahasa arab yang sangat tinggi.

Keindahan dan ketepatan bahasa Al-Qur’an membuktikan bahwa kitab suci ini bukanlah buatan seorang manusia, melainkan firman Allah SWT.

Dalam surat Yunus ayat 38, Allah berfirman,

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّثْلِهِ

“Atau (patutkah) mereka mengatakan: “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya … “. ( QS. Yunus ayat 38)

Baca juga:  Niat Sholat Idul Adha (LENGKAP) + Bacaan dan Tata Caranya

Menghadapi omongan manusia yang mau membuat rekaan dan tandingan Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Artinya: “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”. (QS. Al-Baqarah ayat 23).

Hal ini dipertegas dengan,

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Artinya: “Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al-Quran itu”, Katakanlah : “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Huud [11]: 13)

Manusia, tidak akan menyerah. Mungkin mereka akan bekerjasama dengan setiap makhluk yang ingin membuat tandingan Al-Qur’an. Namun Allah masih menjamin ini tak akan berhasil sesuai firman-Nya,

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Q.S. Al-Isra’ ayat 88).

5. Membaca Al-Qur’an adalah Kebaikan

Membaca Al-Qur’an adalah kegiatan yang mendatangkan banyak sekali pahala. Pahala ini akan meningkat seiring dekatnya interaksi kita dengan Al-Qur’an, mulai dari membaca arti dan tafsirnya, memahami, hingga menghafalkannya.

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan الــم ialah satu huruf, akan tetapi ا satu huruf, ل satu huruf dan م satu huruf. (HR. Bukhari)

6. Al-Qur’an Adalah Penyembuh

Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang sangat agung. Bahkan, jika kamu mau mencoba, membaca Al-Qur’an dengan hati tenang akan membantu menyembuhkanmu. Resapi maknanya, bayangkan bahwa Allah sedang berbicara denganmu sekarang melalui firman Nya.

Membaca Al-Qur’an bersama dalam suatu majelis akan semakin menyenangkan dengan bersama-sama mentadabburi Al-Qur’an.

Dalam suatu hadits riwayah Muslim, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut.

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam suatu majlis kecuali turun pada mereka ketenangan dan diliputi oleh rahmat dan dikerumuni oleh malaikat dan Allah akan menyebutkan mereka di hadapan para malaikatnya”. (HR. Muslim)

Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an adalah penawar dari sifat-sifat racun agamawi dan rohani seperti syirik, munafik, iri hati dan dengki, serta sifat-sifat jahat lainnya.

Selain menyembuhkan aspek batin, ayat-ayat Al-Qur’an juga dapat digunakan sebagai penyembuh badan. Dalam hal ini, ayat-ayat ruqyah seperti Al-Fatihah, An-Naas, dan Al-Falaq.

Baca juga:  Istiqomah: Arti, Keutamaan dan Tips untuk Tetap Istiqomah [LENGKAP]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Yunus ayat 57:

يَآأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus ayat 57)

Ayat tersebut dipertegas dengan firmanNya:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (ِAl-Israa’:82)

7. Al-Qur’an Mengandung Kisah-Kisah

Sudah tentu jika kamu membuka Al-Qur’an, pasti menemukan banyak kisah-kisah di dalamnya. Disadari atau tidak, Allah memberikan kita pelajaran banyak dari kisah-kisah yang tertuang dalam Al-Qur’an.

Di dalam Al-Qur’an, terdapat banyak kisah-kisah. Diantara kisah tersebut adalah kisah Keluarga Imran, Kisah Nabi Musa, Kisah SIti Maryam, Kisah Nabi Daud, dan kisah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri.

Allah SWT berfirman mengenai kisah Nabi Musa dan Firaun:

نَتْلُوا عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ

“Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar”. (QS. al-Qashash ayat 3)

Di pertengahan Surat Al-Kahfi, Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun menceritakan mengenai kisah pemuda kahfi dan kisah-kisah lainnya dengan benar, karena Al-Qur’an sendiri adalah firman Allah SWT.

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ

“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya”. (QS. Al-Kahfi ayat 13)

8. Al- Qur’an dapat Memintakan Syafaat Bagi Pembacanya

Tak ada satupun kitab yang memintakan syafaat di hari akhir kepada pembacanya kecuali Al- Qur’an.

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memohonkan syafa’at bagi orang yang membacanya (di dunia)”. (HR. Muslim).

9. Al-Qur’an adalah Hakim Semua Kitab Sebelumnya

Al-Qur’an adalah kitab terakhir dan paling sempurna yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Azza wa Jalla :

وَأَنزَلْنَآإِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu”. (QS al-Maidah ayat 48)

10. Al-Qur’an adalah Kitab Peradaban

Al-Qur’an adalah kitab peradaban, yang darinya suatu kaum dapat dimuliakan. Sebagaimana keistimewaan Al Quran dengan beragam kisah-kisah, terdapat beberapa kisah peradaban terdahulu yang dimuliakan maupun dihinakan.

Sebut saja ialah peradaban Nabi Nuh yang saat itu banyak orang menentang termasuk istri dan anak Nabi Nuh. Akhirnya, Allah memberikan bencana banjir bandang besar dan hanya pengikut Nabi Nuh yang selamat.

Peradaban Nabi Sulaiman, dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman as adalah seorang raja yang agung dan memiliki rakyat yang makmur. Dan beragam kisah peradaban lainnya.

Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat dengan Kitab ini sebagian kaum dan dengannya pula Dia akan menghinakan sebagian kaum yang lain.”.” (HR. Muslim dalam Kitab Sholat al-Musafirin).


Demikian ulasan mengenai keistimewaan Al Quran. Semoga bermanfaat.

Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material

Be the first to comment

Leave a Reply