5 Doa Nabi Musa (Arab dan Latin) Serta Cara Mengamalkannya

doa nabi musa

Doa Nabi Musa yaitu, “Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii” yang berarti: Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.


Nabi Musa merupakan nabi dan rasul utusan Allah SWT yang hidup pada zaman Raja Firaun. Pada saat itu, Raja Firaun merupakan raja yang kejam dan bengis. Ia menganggap dirinya sendiri sebagai Tuhan.

Pada masa pemerintahan Firaun, semua bayi laki-laki diperintahkan untuk dibunuh. Namun, atas kuasa Allah SWT Nabi Musa selamat hingga akhirnya ketika sudah memasuki masa kenabian mendapat wahyu dari Allah SWT.

Nabi Musa merupakan salah satu dari lima Nabi dan Rasul yang diangkat menjadi ulul azmi karena kesabarannya dalam berbagai ujian yang Allah SWT limpahkan kepadanya.

Selain itu, Nabi Musa juga menerima wahyu berupa kitab Taurat. Dalam melaksanakan dakwah Nabi Musa senantiasa berdoa kepada Yang Maha Kuasa ketika menghadapi berbagai cobaan.

Artikel ini kemudian akan menjelaskan lanjut mengenai doa Nabi Musa yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari sehari.

Doa Nabi Musa

Dalam beberapa kisah Nabi Musa yang tertuang dalam Al-Qur’an, terdapat beberapa doa yang kala itu diucapkan Nabi Musa dalam beberapa kejadian. Berikut beberapa kutipannya:

Doa Nabi Musa

Berikut bacaan doa tersebut dalam bahsa arab dan latin.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.

Artinya:

“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha ayat 25-28).

Doa Nabi Musa merupakan salah satu doa yang masyhur di kalangan umat muslim. Terdapat beberapa makna yang terkandung di dalam yang akan dijelaskan sebagai berikut:

Baca juga:  Arti Masya Allah (Penjelasan Lengkap)

1. Memohon Hati yang Lapang

Dalam lafadz doa ini, Nabi memohon kepada Allah untuk mememiliki hati yang lapang. Dengan hati yang lapang, maka Nabi Musa dapat menerima petunjuk dan hidayah dari Allah SWT. Selain itu, hati lapang lebih mampu menerima kebenaran.

2. Dipermudah Urusannya

Nabi Musa mengemban tugas yang berat kala itu, yaitu harus menghadapi raja Firaun yang semena-mena. Untuk menghilangkan rasa khawatir dalam dirinya, Nabi Musa memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk diberi kemudahan dalam segala urusan termasuk dalam menyampaikan dakwah.

3. Dakwahnya Dimengerti

Nabi Musa merupakan Nabi yang cadel karena kisahnya ketika diminta memilih antara bara api atau batu permata, Nabi Musa memilih bara api untuk dimasukkan kedalam mulutnya.

Hal ini menjadi kegelisahan Nabi Musa. Oleh karena itu, Nabi Musa memohon supaya apa yang menjadi kekurangannya (lidah yang cadel) tidak menghalaunya dalam melaksanakan dakwah.

Atas permohonan Nabi Musa tersebut, Allah mengutus Nabi Harun saudara Nabi Musa untuk membantunya dalam berdakwah menyampaikan ajaran tauhid.

Doa Nabi Musa untuk Meminta Ampunan

doa nabi musa

Berikut bacaan doa untuk meminta ampunan.

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya :

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Qashash Ayat 16).

Doa Nabi Musa supaya Terhindar dari Fitnah

doa nabi musa

Berikut bacaan doa supaya terhindar dari fitnah.

فَقَالُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya :

“Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” (QS. Yunus ayat 85-86).

Doa Nabi Musa untuk Memohon Kebaikan

Berikut bacaan doa untuk memohon kebaikan.

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Artinya :

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashash Ayat 24).

Baca juga:  Bacaan Sujud Syukur (LENGKAP) Beserta Arti dan Tata Caranya

Doa Nabi Musa untuk Memohon Petunjuk

Berikut bacaan doa untuk memohon petunjuk

(21) رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

(22) عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ

Artinya :

“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu. Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar.” (QS. Al-Qashash Ayat 21-22).

Cara Mengamalkan

Sebagaimana Nabi Musa ketika dalam kondisi tertentu selalu berdoa kepada Allah SWT, sebagai umat muslim kita juga bisa mengamalkan doa-doa Nabi Musa.

Berikut contoh beberapa kasus yang dapat digunakan untuk mengamalkan doa Nabi Musa.

1. Memudahkan Urusan

Ketika menghadapi suatu musibah atau cobaan, hendaknya jangan langsung mengeluh. Boleh jadi itu adalah ujian dari Yang Maha Kuasa untuk melihat seberapa tabahnya diri kita dalam menerima cobaan.

Sebagaimana yang diajarkan dalam doa tersebut, ketika beliau mengalami kesulitan beliau tidak langsung mengeluh. Namun, Nabi Musa berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk mempermudah urusannya.

Doa Nabi Musa dapat diamalkan setiap habis sholat wajib maupun sholat sunnah. Hal ini karena waktu sehabis sholat merupakan waktu mustajab (doa yang terkabul). Jika Allah SWT berkehendak, maka segala urusan akan dipermudah oleh-Nya.

2. Meminta Pertolongan kepada Allah

Sebaik-baik tempat kembali adalah Allah SWT. Oleh karena itu, ketika membutuhkan pertolongan hendaklah kembali meminta pertolongan kepada-Nya. Dalam kondisi meminta pertolongan, kita bisa mengamalkan doa Nabi Musa untuk memohon pertolongan dari Allah SWT.

3. Menjadi Pembicara yang Baik

Terdapat beberapa kondisi yang terkadang mengharuskan untuk menjadi pembicara yang baik. Misalnya, sebagai pendakwah, juru bicara, dan lain sebagainya.

Pembicara yang baik adalah pembicara yang perkataannya mudah dipahami dan dimengerti oleh yang mendengarkan. Oleh karena itu, doa tersebut dapat diamalkan untuk memohon kepada Allah atas kemampuan bicaranya untuk dimengerti dan dipahami si pendengar.

About Rizka Zakiya 106 Articles
Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*