Arti Kata ‘Nujum’

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘nujum’ memiliki arti sebagai berikut:

  • nujum: /nu·jum/ n 1 perbintangan untuk meramalkan (mengetahui) nasib orang dsb. Contoh: orang yg mengetahui segala alam nujum; 2 bintang-bintang;
  • menujum: /me·nu·jum/ v meramal;
  • menujumkan: /me·nu·jum·kan/ v meramalkan. Contoh: tidak baik menujumkan nasib seseorang;
  • nujuman: /nu·jum·an/ n hasil menujum; hasil meramal; ramalan;
  • penujuman: /pe·nu·jum·an/ n 1 perihal menujum atau meramal; 2 proses, cara, perbuatan menujumkan atau menujumi. Contoh: pd abad pertengahan penujuman menguasai kehidupan orang Eropa

Penjelasan Arti ‘Nujum’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nujum adalah kata yang merujuk pada kegiatan yang berkaitan dengan perbintangan untuk mengetahui atau meramalkan nasib seseorang atau sesuatu. Di masa lalu, sebagian orang percaya bahwa bintang-bintang di langit punya hubungan dengan kejadian yang terjadi di bumi dan dengan kehidupan manusia.

Dari sini lahirlah ‘nujum’, di mana orang-orang tertentu mengaku bisa membaca susunan atau pergerakan bintang untuk menebak masa depan.

Istilah ‘menujum’ digunakan ketika seseorang melakukan tindakan meramal.

Misalnya, seorang peramal menyatakan dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada seseorang di masa depan dengan memperhatikan bintang-bintang atau menggunakan alat tertentu, seperti kartu tarot.

Sementara itu, ‘menujumkan’ berarti tindakan meramalkan nasib seseorang.

Ada anggapan bahwa tindakan ini tidak baik karena dapat menyebabkan orang bergantung pada ramalan dan kurang berusaha dalam hidupnya. Misalnya, jika seseorang diberitahu bahwa dia akan menemukan harta karun, mungkin dia akan berhenti bekerja keras dan hanya menunggu hal itu terjadi, yang sebenarnya tidak pasti dan bisa jadi hanya kepercayaan kosong.

‘Nujuman’ adalah hasil dari menujum, yaitu ramalan itu sendiri.

Ini adalah informasi atau prediksi yang diberikan oleh peramal kepada orang yang ingin mengetahui nasibnya. Contohnya, seorang peramal mungkin menyampaikan bahwa seseorang akan bertemu dengan jodoh mereka dalam waktu dekat berdasarkan ‘nujuman’.

‘Penujuman’ mengacu pada semua hal yang berkaitan dengan kegiatan meramal.

Ini termasuk proses bagaimana meramal itu dilakukan, alat apa yang digunakan, dan perbuatan dari meramalkan itu sendiri. Di masa lalu, khususnya pada abad pertengahan, penujuman memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Eropa.

Banyak keputusan dan kepercayaan dibuat berdasarkan hasil ramalan.

Perlu diingat, di zaman sekarang, nujum dan aktivitas yang berkaitan dengan itu seringkali dipandang skeptis dan dianggap tidak memiliki dasar ilmiah yang nyata.

Namun, masih ada sebagian orang yang percaya dan mengandalkan nujum untuk membuat keputusan dalam hidup mereka..

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/nujum