10 Contoh Surat Hibah Tanah Beserta Pengertian, Fungsi dan Strukturnya

contoh surat hibah
Ilustrasi oleh dribbble.com

Contoh surat hibah adalah surat yang secara resmi menyatakan persetujuan seorang penghibah menyerahkan barang untuk kepentingan seseorang.

Pernahkah kamu melewati masjid lalu masjid tersebut ditulisi “Masjid ini dibangun diatas tanah hibah”. Apa maksud dari tanah hibah? Tanah hibah adalah tanah hasil hadiah.

Hibah sendiri dalam islam berarti hadiah yang diberikan saat pemilik masih hidup dan bukan sesudah meninggal. Sehingga prinsip hibah berbeda dengan warisan, sebab hibah merupakan pemberian yang tidak memandang hubungan pernikahan ataupun pertalian darah.

Pengertian Hibah

Hibah adalah suatu persetujuan dengan mana seorang penghibah menyerahkan suatu barang secara cuma-cuma, tanpa dapat menariknya kembali, untuk kepentingan seseorang yang menerima penyerahan barang itu.

Hibah diatur dalam Pasal 1666 – Pasal 1693 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”).

Syarat Hibah

1. Pemberi dan penerima hibah

Hibah hanya dapat dilakukan di antara orang-orang yang masih hidup.

Selain itu, semua orang pada dasarnya boleh memberikan dan menerima hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tidak mampu untuk itu.

Anak-anak di bawah umur juga tidak boleh menghibahkan sesuatu kecuali dalam hal yang ditetapkan pada Bab VII Buku Pertama KUHP.

2. Barang yang dihibahkan

Penghibahan hanya boleh dilakukan terhadap barang-barang yang sudah ada pada saat penghibahan itu terjadi.

Jika barang itu belum ada, maka penghibahan tersebut menjadi batal.

3. Dilakukan dengan Akta Notaris atau PPAT

Hibah secara prinsip harus dilakukan dengan suatu akta notaris yang naskah aslinya disimpan oleh notaris.

Baca juga:  Daftar Harga dan Merek Pagar BRC Berkualitas [TERBARU]

Namun, khusus untuk hibah tanah dan bangunan harus dilakukan dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (“PPAT”)

Ketentuan-ketentuan Hibah menurut Hukum Indonesia adalah: 

  • Hibah berupa tanah dan bangunan harus disertai dengan akta dari pejabat pembuat akta tanah (PPAT), yaitu berupa akta hibah.
  • Hibah tanah tidak dikenai PPh jika diberikan dari orang tua kepada anak kandung.
  • Hibah tanah dikenai PPh sebesar 2,5% dari harga tanah berdasarkan nilai pasar (jika dilakukan antar saudara kandung).
  • Hibah berupa harta atau barang bergerak harus dilakukan dengan akta notaris.
  • Hibah diberikan saat pemberi hibah masih hidup.
  • Hibah yang diberikan saat pemberi sudah meninggal dunia disebut wasiat. Wasiat dapat dibuktikan dengan surat yang diakui secara perdata.
  • Hibah harus diberikan pada penerima yang sudah ada atau sudah lahir, tidak bisa diberikan kepada penerima yang belum lahir.
  • Pemberian hibah bersifat final dan tidak bisa ditarik kembali.

Manfaat dan Fungsi Hibah

Memberi hadiah yang berjumlah besar secara cuma-cuma ini memiliki banyak manfaat, manfaat bagi penerimanya maupun pemberi. Berikut merupakan manfaat hibah

Manfaat hibah secara universal 

  • Meringankan beban hidup pihak yang diberi Hibah
  • Menjaga hubungan tali silaturahim antara pemberi dan penerima
  • Mempererat hubungan batin (persahabatan) antara pemberi dan penerima

Fungsi hibah 

  • Sebagai penolong 
  • Sebagai Imbalan, upah
  • Sebagai hadiah balas budi
  • Sebagai pemupuk rasa kecintaan 
  • Sebagai penghargaan bagi anak kandung (Hibah orang tua ke anak)
  • Sebagai penghalang terjadinya perpecahan antara anak (Hibah orang tua ke anak)

Seperti yang sudah disampaikan diatas tadi, dalam prosesnya hibah memerlukan sebuah pernyataan dan surat keterangan yang jelas. Sehingga memerlukan bantuan notaris dan hal tentang hibah juga diatur dalam KUHP. 

Baca juga:  Biaya Bangun Rumah dan Cara Menghitung Biayanya

Salah satu bentuk harta yang sering dihibahkan oleh seseorang adalah harta berupa tanah. Anda bisa menghibahkan tanah yang anda miliki untuk dimiliki dan dipergunakan oleh orang lain.

Jika anda menghibahkan tanah atau menerima hibah tanah dari orang lain, maka anda dan pihak lainnya bisa membuat surat hibah dengan struktur sebagai berikut:

Struktur Surat Hibah

  1. Identitas pihak pertama sebagai pemberi yang didalamnya terdapat nama, NIK, pekerjaan dan alamat.
  2. Identitas pihak kedua sebagai penerima yang didalamnya juga berisikan nama, NIK, pekerjaan dan alamat.
  3. Pernyataan pengibahan tanah oleh pihak pertama kepada pihak kedua yang menerangkan luas tanah dan lokasi.
  4. Terdapat syarat dan persetujuan apabila barang hibah memiliki beban pajak
  5. Bagian penutup berisi kalimat penegasan, tempat dan tanggal pembuatan, serta nama dan tanda tangan pihak pertama dan kedua di atas materai.

Contoh surat hibah

contoh surat hibah
contoh surat hibah
contoh surat hibah
contoh surat hibah
contoh surat hibah

Referensi: 99.co

Be the first to comment

Leave a Reply