Paragraf Argumentasi: Pengertian, Ciri dan Contohnya [LENGKAP]

contoh argumentasi
ilustrasi oleh dribbble.com

Contoh argumentasi adalah pendidikan di Indonesia tidak merata serta cenderung tertinggal, sehingga belum mampu untuk bersaing dengan negara lain yang ada di dunia dan ulasan lengkapnya tentang paragraf argumentasi dan contohnya dalam artikel ini.

Paragraf argumentasi ialah gabungan dari kata “paragraph” dan “argumentasi”. Dalam bahasa Yunani ‘paragraphos’ yang berarti jenis tulisan yang memiliki tujuan dan mengandung ide atau gagasan topik. Paragraf terdiri dari kumpulan beberapa kalimat yang mengandung ide pokok.

Sementara argumentasi dalam Bahasa inggris yaitu ‘argumentation’ yang berarti alasan, penjelasan, uraian, atau pembuktian. Jadi paragraph argumentasi adalah sekumpulan kalimat yang berisi pembuktian dan pendapat penulis dengan tujuan agar pembaca yakin dengan apa yang penulis kemukakan. 

Pengertian

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, argumentasi adalah alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.

Paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan pendapat (argumen) beserta alasannya. Paragraf ini dibuat dengan menjabarkan gagasan utama dengan pendapat, ulasan, ataupun ide penulis yang disertai dengan bukti bukti, contoh-contoh argumentasi, data, fakta fakta atau lainnya.

Menurut keraf (1996:76) paragraf argumentasi adalah paragraf yang bertujuan memeprtahankan suatu kebenaran dan pendapat para pembacannya agar bersikap dan berpendapat seperti penulis.

Tujuan membuat paragraph argumentasi yaitu untuk meyakinkan dan mempengaruhi pembaca agar satu pendapat dengan penulis.

Selain itu juga berfungsi untuk mendorong atau mencegah seseorang untuk melakukan sesuatu. Tujuan bisa tercapai, maka diperlukan sebuah uaraian yang disertai teori, data dan fakta faktual.

contoh argumentasi
pembahasan paragraf argumentasi dan contoh nya

Ciri-Ciri Paragraf Argumentasi

Agar bisa dikatakan sebagai paragraph argumentasi yang baik, maka memerlukan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berisikan pendapat penulis tentang suatu fenomena.
  2. Pendapat disertai alasan logis dan fakta
  3. Memiliki data factual yang mendukung pendapaat penulis
  4. Fenomena dijabarkan dengan cara menganalisa dan memberikan analogy
  5. Diakhiri dengan keismpulan berupa pendapat penulis secara lebih luas

Contoh Argumentasi

1. Contoh argumentasi dalam Pendidikan

Pendidikan di Indonesia dewasa ini masih tertinggal cukup jauh dengan pendidikan yang berada di negara-negara lain yang ada di dunia. Bahkan Indonesia sendiri masih kalah dengan negara jiran kita, yakni Malaysia dan Singapura dalam bidang pendidikan.

Hal ini dapat disaksikan dari banyaknya penduduk mereka yang memperoleh pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Sedangkan di Indonesia, jumlah penduduk yang mendapatkan pendidikan saja masih jauh tertinggal dengan negara lain, apalagi di daerah-daerah tertinggal seperti NTB, NTT, Papua dan masih banyak lagi daerah lainnya.

Baca juga:  Teknik Dasar Sepak Bola (+ Gambar) : Peraturan, Teknik, dan Ukuran Lapangan

Ketertinggalan pendidikan di daerah-daerah tersebut disebabkan karena tidak meratanya pendidikan di Negara Indonesia. Pemerintah hanya membangun fasilitas pendidikan di daerah perkotaan, terkhusus pulau Jawa. Tidak hanya itu, terbatasnya jumlah guru yang ada di daerah tersebut juga ikut menciptakan semakin jauhnya akses pendidikan yang ada di daerah.

Akhirnya, pendidikan di Indonesia tidak merata serta cenderung tertinggal, sehingga belum mampu untuk bersaing dengan negara lain yang ada di dunia.

2. Topik Kesehatan

Rokok mengandung banyak zat berbahaya. Pada saat kita mengisap rokok yang terasa adalah nikmat, namun rokok juga merusak tubuh kita perlahan-lahan dengan racun yang dikandungnya. Zat-zat dalam rokok ada juga yang sebagai zat adiktif atau yang membuat kita ketagihan. Zat adiktif dalam rokok adalah aceton.

Aceton lebih sering dipakai untuk pembersih zat kuku. Bau aceton juga memabungkan, namun karena juga bercampur dengan zat lain dalam rokok maka baunya menghilang.

Karena proses pemakaran., maka bertambalah gas beracun. Gas beracun itu adalah karbon monoksida (CO). Gas ini keluar karena pembakaran suatu zat. Karbon monoksida adalh gas yang berbahaya. Gas ini biasanya dihasilkan kendaraan bermotor. Ciri-ciri gfas adalah tidak berwarna. Tidak bernbau, tidak berasa. Gas ini juga bisa dimanfaatkan untuk hukuman mati, yaitu kamar gas. Selain zat-zat ini banyak zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya.

3. Topik Sosial Budaya

Perilaku remaja sekarang ini telah menyimpang jauh dari nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Hal ini karena beberapa faktor, seperti kurang tersaringnya budaya barat yang masuk ke Indonesia. Budaya-budaya yang masuk tersebut dinilai contoh kehidupan yang baik dan dijadikan suatu kebiasaan baru oleh kalangan remaja sekarang ini.

Yang patut disayangkan adalah perilaku yang ditiru adalah perilaku buruk dari budaya barat tersebut, misalnya seks bebas, narkoba dan lain sebagainya. Faktor kedua yakni kurangnya pengetahuan akan ilmu agama oleh para remaja. Padahal, ilmu agama sangat penting dan bermanfaat, karena dapat mengontrol diri untuk menghindari suatu perbuatan yang tercela. Yang terakhir adalah kurangnya pengawasan dari orang tua. Orang tua sangat bertanggungjawab terhadap perilaku dan pergaulan anak-anaknya.

Orangtua yang kurang peduli dengan anaknya bisa mengakibatkan mereka merasa tidak disayangi sehingga mencari rasa sayang itu di luar keluarga yang cenderung mengarah ke dalam negatif dan tentunya bersifat semu, seperti minum alkohol, club malam, narkoba dan bahkan seks bebas. Akibatnya perilaku para remaja saat ini tidak mencerminkan budaya luhur bangsa kita dengan nilai dan norma yang ada.

Baca juga:  Listrik Statis Pengertian dan Fenomena dalam Kehidupan Sehari-hari

4. Topik Lingkungan

Kerusakan lingkungan sebenarnya sudah banyak terjadi di hampir seluruh wilayah yang ada didunia, dan itu semua karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab atas ulah ulahnya. Kerusakan lingkungan juga biasanya di sebabkan oleh tidak adanya lagi perawatan dan kepedulian para warga terhadap lingkungan tersebut. Namun walaupun kita juga tahu kalau lingkungan kita sudah rusak , tetapi kita juga masih saja tidak memperdulikan lingkungan .

Setelah itu dari kerusakan lingkungan kita juga bisa merasakan hal hal yang tidak kita inginkan , namun kita malah tidak menghindari hal – hal yang tidak di inginkan itu , mengapa ? itu semua karena manusia itu mempunyai sifat egois yang sudah terlalu tinggi . Tetapi memang di dunia ini masih ada beberapa manusia yang masih peduli pada lingkungan tetapi tidak melebihi dari 50 % manusia yang ada didunia.

Contohnya : Disekolah mungkin hanya ada 10 siswa dari beratus ratus siswa yang peduli pada lingkungan , atau mungkin tidak ada sama sekali   Itu semua terjadi sebab polusi yang berlebihan , tidak ada penghijauan , penebangan hutan secara liar , buang sampah secara sembarangan yang tidak mau bertanggung jawab . Seandainya semua manusia di dunia ini mempunyai rasa tanggung jawab seperti saya , mungkin saja saat ini semua lingkungan akan terjaga rapih dan bersih.

Selain itu banyak akibat akibat yang akan kita dapatkan ketika kita merusak lingkungan misalnya, polusi udara dimana mana yang membuat kita sesak bernafas , selanjutnya penebangan pohon secara liar yang membuat tidak ada tempat penyerapan air , dan yang semoga semua manusia lakukan adalah untuk penghematan energi .

Apabila kita peduli pada lingkungan marilah kita lakukan penjagaan terhadap lingkungan agar terlihat rapih dan bersih seperti dahulu seperti dahulu yang bersih dan rapih. Dari kesimpulan dari tulisan saya ini , saya ingin agar semua orang bisa berlaku untuk menjaga lingkungan apapun halangannnya , semampunya lah untuk menjaga lingkungan.

5. Topik Ekonomi

Biaya pendidikan di Indonesia saat ini bisa dikatakan mahal. Walaupun pemerintah sudah memberikan bantuan, tetapi tetap saja para siswa wajib membayar biaya untuk keperluan sekolah, seperti seragam, baju, buku, dan lain sebagainya.

Mahalnya biaya pendidikan tersebut tidak hanya pada sekolah dasar saja, tetapi juga sampai di perguruan tinggi. Banyak anak yang telah lulus dari SMA lebih memilih untuk bekerja dibandingkan dengan melanjutkan ke perguruan tinggi.Sehingga pendidikan di Indonesia tidak merata dan hanya terkonsentrasi pada orang yang mampu. Sedangkan bagi orang yang kurang mampu, pendidikan tinggi hanya sebuah impian belaka.


Demikian contoh argumentasi dan paragraf argumentasi, semoga bermanfaat.

About Sukma Aditya 91 Articles
Menyukai hal berbau sains dan teknologi. Menyelesaikan studi fisika material di Universitas Diponegoro.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*