Bahaya memakai botol bekas air minum kemasan berulang kali

Air minum dalam kemasan sudah lekat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan alasan hemat dan instan pemakaian, kerapkali kita memakai botol air minum dalam kemasan berulang kali.

Padahal, terdapat bahaya yang mengancam kesehatan dalam jangka panjang.

Di bawah botol air minum kemasan terdapat sebuah label segitiga dengan angka di dalamnya. Angka tersebut memiliki arti yang berbeda. Contohnya saja angka 1 pada botol air minum kemasan menandakan bahwa botol tersebut seharusnya digunakan sekali pakai.

Botol air minum kemasan yang terjual di sekitar kita jamak memakai botol bertipe angka 1.

Selain itu juga bertuliskan PET (Polyethylene Terephthalate) yang menunjukkan bahwa botol tersebut adalah plastik yang jernih, transparan, atau tembus pandang.

Botol jenis ini direkomendasikan hanya sekali pakai, misalnya pada botol air mineral, botol jus, dan lain-lain.

Namun, masih saja sering kita temui orang-orang memakai botol tersebut berulang kali. Tanpa disadari kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

 

Kandungan Kimia Berbahaya

Botol air minum kemasan yang berkode PET terbuat dari salah satu senawa yang bernama BPA atau Bisphenol A. Tujuannya adalah untuk mengeraskan plastik agar mudah dibentuk.

Hal ini sebenarnya sudah berjalan sejak 40-an tahun yang lalu.

Namun, jika botol tersebut dipakai berulang kali melebihi aturan pemakaian seharusnya, kandungan BPA dapat terurai dan tercampur dengan air hingga bisa masuk ke tubuh.

Apalagi jika botol tersebut terpapar panas secara berlebihan baik dari matahari atau lainnya, akibatnya material tersebut dapat mengalami proses penguraian.

Dr Seema Singhal, Asisten Profesor, Departemen Obstetri dan Ginekologi, All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) menyatakan bahwa BPA dapat memiliki konesekuensi kesehaatan jangka panjang terutama bagi perempuan di usia produktif dan anak-anak.

Baca juga:  Menurut Sains, 5 Cara Ini Dapat Membuat Hidupmu Bahagia

 

Dampak Berbahaya

BPA dapat meniru kerja hormon yang ada dalam tubuh. Salah satu hormon yang bisa ditiru adalah estrogen.

BPA dapat menghambat atau bahkan menambah jumlah hormon estrogen dalam tubuh. Hormon estrogen berperan dalam berkembangya kanker payudara, sehingga BPA berindikasi dapat menyebabkan kanker terutama kanker payudara.

Selain itu, BPA bia mengakibatkan terganggunya tumbuh dan kembang otak sekaligus kemampuan kognitif bayi.

 

Apa solusinya?

Membersihkan botol air minum berkode PET tidaklah berguna. Apalagi mencoba membersihkannya dengan air panas, justru efeknya sama seperti botol tersebut terkena panas matahari secara berlebihan.

Hal terpenting adalah mengetahui jenis botol mana yang dapat dipakai kembali secara berulang. Sehingga kita tidak sembarangan memakai botol bekas untuk dipakai minum.

Healthy is worth stuff.

Gambar dibawah dapat memberi tahu kita tentang kode botol yang seharusnya dapat dipakai kembali.

Referensi:

  • https://hellosehat.com
  • https://health.detik.com
  • https://environment-indonesia.com/dampak-air-minum-kemasan-plastik-bagi-lingkungan-dan-kesehatan/
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3033532/bolehkah-botol-air-minum-kemasan-dipakai-ulang
  • https://www.liputan6.com/citizen6/read/2193453/bahaya-memakai-botol-plastik-bekas-air-kemasan
  • http://fresh.suakaonline.com/tujuh-kode-daur-ulang-kemasan-plastik-yang-mesti-diperhatikan/
About Muhammad Iir 24 Articles
Mahasiswa Fisika Universitas Diponegoro. Tertarik dengan segala hal baru di dunia ilmu pengetahuan.