Bacaan dan Doa Mandi Wajib – Lengkap dengan Arti dan Tata Caranya

Bacaan mandi wajib adalah نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى. Mandi wajib adalah mandi yang dilakukan untuk mensucikan hadast besar dengan penyebab, syarat wajib, dan tata cara pada artikel ini.

Mandi wajib

Mandi wajib adalah mandi yang dilakukan untuk mensucikan hadast besar. Penyebab diwajibkan mandi wajib adalah akibat adanya hadast besar seperti mengalami junub, menstruasi, nifas, keluarnya air mani, dan bersetubuh.

Mandi besar seringkali disebut sebagai mandi janabah atau junub yang disebabkan akibat megalami peristiwa junub.

Apa itu junub?

Junub dapat diartikan menjadi dua hal.

  • Pertama, keluarnya mani dari alat kelamin laki-laki atau perempuan, baik karena mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran.
  • Kedua, jimak atau berhubungan seksual, meskipun tidak mengeluarkan mani.

Persoalan mandi wajib penting karena ia berkaitan dengan ibadah-ibadah lain, baik yang fardhu maupun sunnah. Orang yang dalam keadaan junub dilarang, antara lain melaksanakan shalat, berdiam diri atau duduk di masjid, thawaf atau mengelilingi Ka’bah, melafalkan ayat Al-Qur’an, dan menyentuh mushaf.

Berikut penjelasan mengenai bacaan dan doa mandi wajib serta tata caranya.

Niat dan Bacaan Doa Mandi Wajib

Terdapat beberapa penyebab mandi wajib. Maka dari itu terdapat beberapa bacaan niat atau doa mandi wajib.

Niat mandi wajib (umum)

Niat mandi wajib secara umum merupakan niat mandi wajib yang dapat digunakan untuk tujuan umum mensucikan diri dari hadast besar.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.”

Artinya : “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.”

Niat mandi wajib setelah haid

Haid merupakan peristiwa keluarnya darah dari kelamin perempuan akibat sel telur yang tidak dibuahi oleh sel sperma. Hal ini dipengaruhi oleh hormon FSH-Estrogen atau LH-Progesteron . Peristiwa haid pada umumnya terjadi setiap bulan pada perempuan.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta’ala.”

Artinya :“Aku niat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

Bacaan niat mandi setelah nifas

Nifas merupakan peristiwa keluarnya darah dari kelamin perempuan setelah melahirkan. Darah nifas keluar selama kurang lebih 40 hari pasca melahirkan. Selama mengalami nifas, seorang perempuan dilarang melaksanakan shalat, puasa, dan berhubungan intim dengan suaminya.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala.”

Artinya : “Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari nifas karena Allah ta’ala”

Tata Cara Mandi Wajib

Sebagai ibadah tentunya dalam melakukan mandi wajib, terdapat kefardluan atau rukun tertentu yang harus dipenuhi.Jika rukun wajib tersebut tidak terpenuhi maka tidak sah mandi wajib tersebut. Sehingga orangnya masih dianggap berhadats sehingga dilarang melakukan aktivitas tertentu. Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safînatun Najâ menyebutkan ada 2 (dua) hal yang menjadi rukunnya mandi besar, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Dalam kitab tersebut beliau menuliskan:

فروض الغسل اثنان النية وتعميم البدن بالماء

Artinya: “Fardlu atau rukunnya mandi ada dua, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.”

Imam al-Ghazali dalam kitabnya Bidâyatul Hidâyah menjelaskan secara rinci adab dan tata cara mandi wajib. Berikut urutan tata cara mandi besar.

1. Ambilah air lalu basuhlah tangan terlebih dahulu hingga tiga kali.

Tangan harus dibersihkan dahulu sebanyak tiga kali. Selanjutnya tangan inilah yang membantu membersihkan kotoran di seluruh tubuh. Dalam madzhab Syafi’i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh. Pada saat inilah bacaan niat mandi wajib dapat dilafadzkan.

2. Bersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.

Sebelum langsung mandi wajib, terlebih dahulu bersihkan kotoran-kotoran yang menempel. Misal ingin buang air kecil atau besar dahulu maupun lainnya.

3. Wudhu

Melakukan wudhu berfungsi untuk mensucikan dari hadast kecil hingga sesudahnya mandi wajib untuk mensucikan dari hadast besar. Dalam melakukan mandi wajib, wudhu sama seperti wudhu ketika shalat. Akhiri dengan menyiram kedua kaki.

4. Memulai mandi besar

Langkah pertama mandi wajib yaitu dengan mengguyur kepala sampai tiga kali berturut-turut.

5. Guyur bagian badan

Guyur badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian beralih ke badan sebelah kiri hingga tiga kali. Kemudian menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali; serta membersihkan sela-sela rambut dan jenggot (bila punya).

Pastikan air yang diguyurkan mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Hindari menyentuh kemaluan. Namun, jika tersentuh, maka hendaknya berwudhu lagi.

Di antara seluruh praktik tersebut yang wajib hanyalah niat, membersihkan najis (bila ada), dan menyiramkan air ke seluruh badan. Selebihnya adalah sunnah muakkadah dengan keutamaan-keutamaan yang tak boleh diremehkan. Orang yang mengabaikan kesunnahan ini, kata Imam al-Ghazali, merugi karena sejatinya amalan-amalan sunnah tersebut menambal kekurangan pada amalan fardhu.

Keutamaan melakukan mandi wajib

Keutamaan mandi wajib mencakup aspek-aspek berikut:

  1. Pemenuhan Kewajiban Syariat. Melaksanakan mandi wajib adalah pemenuhan terhadap kewajiban yang ditetapkan oleh syariat Islam, yang merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
  2. Penghilang Hadas Besar. Dengan mandi wajib, seseorang membersihkan diri dari hadas besar, yang memungkinkannya untuk melaksanakan ibadah lain seperti shalat, tawaf, dan membaca Al-Qur’an yang membutuhkan keadaan suci.
  3. Purifikasi Fisik dan Spiritual. Mandi wajib bukan hanya membersihkan tubuh dari kotoran fisik, tetapi juga dianggap sebagai proses pembersihan spiritual yang menghilangkan dosa-dosa kecil.
  4. Peningkatan Kesehatan dan Kebersihan. Mandi secara teratur membantu menjaga kebersihan pribadi dan kesehatan umum yang baik.
  5. Persiapan untuk Ibadah. Mandi wajib merupakan persiapan untuk berbagai ibadah, membuat seseorang dalam kondisi terbaik untuk berhadapan dengan Tuhannya.
  6. Mengikuti Sunnah Nabi. Nabi Muhammad SAW memberikan contoh tentang bagaimana dan kapan harus melakukan mandi wajib, sehingga melaksanakannya sesuai dengan sunnah juga merupakan penghormatan terhadap ajaran Nabi.

Demikian penjelasan mengenai bacaan dan doa mandi wajib – lengkap dengan arti dan tata caranya. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait