A password will be e-mailed to you.

    Ringkasan

    • Api bukanlah materi, tapi wujud dari reaksi kimia cepat yang terjadi antara suatu benda dengan oksigen
    • Reaksi kimia tersebut menghasilkan panas yang dapat kita rasakan dan cahaya yang dapat kita lihat.

    Kelihatannya memang sepele, tapi nyatanya banyak orang yang masih salah paham tentang apa itu api sebenarnya.

    Ada yang mengira kalau api itu sejenis senyawa yang punya rumus molekulnya sendiri, ada pula yang mengira kalau api itu sebenarnya berwujud gas, dan kamu pun sepertinya punya perkiraan sendiri tentang wujud api yang sebenarnya.

    Di sini akan kita diskusikan.

     

    Zaman dahulu…

    Pada zaman dahulu, api dianggap sebagai salah satu unsur penyusun setiap benda…

    …seperti yang dikatakan oleh Aristoteles bahwa setiap benda di alam ini tersusun dari air, tanah, air dan api.

    empat elemen menurut aristoteles

    Pendapat Aristoteles ini juga dipopulerkan oleh serial kartun Avatar The Legend of Aang, yang berisikan para pengendali keempat elemen tersebut.

    pengendali elemen air api tanah udara

    Namun demikian, seiring berjalannya ilmu pengetahuan… akhirnya dipahami bahwa keempat elemen yang dibilang Aristoteles itu tidak ada yang benar-benar murni sebagai elemen penyusun benda.

    Masing-masing ternyata tersusun dari elemen yang lebih kecil lagi.

    • Air ternyata terdiri dari gabungan atom oksigen dan hidrogen.
    • Tanah ternyata terdiri dari bermacam-macam unsur dalam bentuk senyawa dan mineral tertentu.
    • Angin juga terdiri dari berbagai macam gas
    • Api, tersusun dari apakah api itu?

    Api ternyata tidak tersusun dari unsur apapun yang lebih kecil, karena ternyata api itu bukanlah suatu bentuk materi.

     

    Api bukan materi

    Api bukanlah materi, tapi wujud dari reaksi kimia cepat yang terjadi antara suatu benda dengan oksigen.

    Hasil gambar untuk reaksi pembakaran

    Reaksi kimia ini akan menghasilkan sejumlah energi dalam wujud panas dan cahaya–yang akhirnya kita lihat sebagai api.

    Baca juga:  Apakah Gunung Beneran Punya Akar?

    Jadi, kalau dikategorikan antara materi atau energi… api lebih cocok masuk ke kategori energi, karena yang ia pancarkan adalah berupa energi.

    Walaupun itu kurang tepat juga, karena lebih tepatnya api itu wujud dari reaksi kimia cepat dengan oksigen.

     

    Tidak semua reaksi dengan oksigen

    Tapi tidak semua reaksi dengan oksigen menghasilkan api.

    Sebagaimana yang sudah disampaikan di atas, api itu dihasilkan pada reaksi kimia cepat dengan oksigen.

    Kata kuncinya ada pada reaksi kimia cepat. 

    Kalau tidak cepat, reaksinya tidak memunculkan api. Tetapi yang muncul adalah reaksi oksidasi oksigen biasa yang biasanya muncul sebagai korosi (pengkaratan) atau yang lainnya.

     

    Butuh energi aktivasi

    Kendati kita berada di lingkungan yang penuh dengan oksigen… tetapi reaksi pembakaran tidak serta merta terjadi.

    Hal ini terjadi karena reaksi pembakaran itu membutuhkan energi aktivasi.

    Untuk memulai reaksi pembakaran, dibutuhkan sejumlah panas tertentu untuk melewati batas terjadinya reaksi.

    energi aktivasi

    Ilustrasinya seperti gambar di atas. Orang tsb harus mendorong batu ke atas bukit terlebih dahulu sebelum akhirnya batu itu meluncur dengan sendirinya setelah mencapai ambang titik tertinggi.

    Karena itu, untuk membakar sebuah kertas, kita membutuhkan sulutan korek api terlebih dahulu.

    Baru setelah kertas itu terbakar, reaksi pembakarannya akan menyebar ke seluruh bagian kertas.

     

    Segitiga api

    Kalau dirangkum, maka untuk menghasilkan api, yang dibutuhkan ada tiga hal: oksigen, bahan bakar, dan panas.

    Ketiga hal ini biasa disebut triangle of fire alias segitiga api.

    Segitiga api

    Kalau saja satu dari tiga buah syarat tersebut tidak terpenuhi, maka api tidak akan terjadi.

    Oleh karena itu, pemahaman akan segitiga api ini juga penting ketika kita hendak berusaha memadamkan api.

    Baca juga:  Bagaimana Dampak Menjadi Seorang Deadliner Pada Tubuh Kita?

    Caranya yaitu degan menghilangkan salah satu dari syarat tersebut. Entah menghilangkan oksigen, bahan bakar, atau panas.

     

    Air dapat memadamkan api

    Kita semua tahu air dapat memadamkan api. Tapi kenapa?

    api dan air

    Singkatnya, ini berkaitan dengan segitiga api yang ada di atas.

    Ketika air dihamburkan ke dalam api, air akan menyerap sebagian besar panas yang dihasilkan oleh reaksi pembakaran. Oleh karena panas tersebut diserap oleh air, tidak ada cukup energi panas untuk melakukan aktivasi reaksi pembakaran.

    Akhirnya api pun mati.

     

    Demikian informasi terkait api ini. Semoga dapat menjawab apa yang selama ini mengganjal di pikiran kamu. Kalu ada yang mau ditanyakan, sampaikan aja ya!

     

    Referensi

    No more articles