Unsur Ekstrinsik dan Intrinsik dalam Cerpen (Lengkap) + Contoh Soal

unsur ekstrinsik

Unsur ekstrinsik cerpen antara lain latar belakang masyarakat dan latar belakang latar belakang penulis. Unsur ekstrinsik bersifat membangun cerpen dari luar cerita.


Sebuah cerpen tidak bisa lepas dari unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik yang ada didalamnya, karena ibarat membangun sebuah bangunan, unsur-unsur tersebut adalah material pokok pondasinya seperti pasir, batu dan semen.

Nah, unsur-unsur cerpen dibagi menjadi dua yaitu unsur ekstrinsik dan intrinsik. untuk lebih jelasnya mengenai materi ini, mari simak penjelasan berikut.

Unsur ekstrinsik cerpen

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang ada diluar cerpen, dimana secara tidak langsung unsur ekstrinsik mempengaruhi proses pembuatan sebuah cerpen. Untuk lebih jelasnya berikut unsur-unsur ekstrinsik dalam cerpen.

Latar belakang masyarakat

Latar belakang masyarakat adalah hal yang mendasari seorang penulis membuat sebuah cerpen yang mana menyangkut kondisi lingkungan masyarakat. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis antara lain:

  • Ideologi negara
  • Kondisi politik
  • Kondisi sosial
  • Kondisi ekonomi

Latar belakang penulis

Latar belakang penulis adalah faktor yang ada dalam diri penulis sehingga mendorong penulis dalam membuat cerpen. Ada beberapa faktor latar belakang penulis antara lain:

  • Riwayat hidup penulis
  • Kondisi psikologis
  • Aliran sastra penulis

Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen

Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen meliputi

  • Nilai agama
  • Nilai sosial
  • Nilai moral
  • Nilai budaya
unsur ekstrinsik cerpen

Unsur Intrinsik cerpen

Unsur intrinsik adalah unsur yang berasal dari dalam cerpen. Unsur-unsur ini meliputi tema, tokoh, alur cerita, latar, gaya Bahasa, sudut pandang dan amanat. untuk lebih jelasnya, ikuti pembahasan berikut ini.

Tema

Tema adalah ide ata gagasan yang melatarbelakangi suatu cerita pendek, oleh karena itu, tema sering disebut sebagai ruh atau nyawa dari sebuah cerpen.

Tema memiliki sifat umum atau general yang diambil dari permasalahan yang ada di masyarakat, lingkungan, pengalaman hidup penulis, sejarah, pendidikan, persahabatan dan masih banyak lagi.

Tokoh dan penokohan

Unsur intrinsik yang tidak kalah penting selanjutnya adalah tokoh atau penokohan. Sebuah cerpen tidak bisa lepas dari unsur ini. Nah, Tokoh dan penokohan ini adalah dua hal berbeda dalam sebuah penulisan cerpen.

Baca juga:  Jenis-jenis Penelitian - Penjelasan dan Contohnya [LENGKAP]

Tokoh adalah pelaku atau orang yang terlibat dalam cerita. Sedangkan penokohan adalah gambaran watak atau sifat tokoh dalam sebuah cerita.

Terdapat 4 jenis tokoh yang ada dalam cerpen, seperti

  • Protagonis
    Tokoh yang menjadi aktor atau pemeran utama dalam cerpen yang mempunyai sifat baik.
  • Antagonis
    Tokoh atau pemeran utama yang menjadi lawan dari tokoh protagonis. Tokoh antagonis mempunyai watak yang negatif seperti iri, sombong, dengki, angkuh dan lain-lain.
  • Tritagonis
    Tokoh yang menjadi penengah antara protagonis dan antagonis. Tokoh ini biasanya memiliki sifat arif dan bijaksana.
  • Figuran
    Tokoh atau pemeran pendukung dalam sebuah cerpen untuk memberikan tambahan warna dalam cerita.

Selain 4 jenis tokoh, penokohan watak dalam cerpen dibagi menjadi dua metode, yaitu metode analitik dan metode dramatik.

Analitik adalah metode penyampaian mengenai sifat atau watak tokoh secara langsung dalam cerpen. Contohnya seperti keras kepala, pemberani, pemalu dan lain-lain.

Dramatik adalah metode penyampain sifat atau watak tokoh secara tersirat. Metode ini biasanya digambarkan dengan tingkah laku tokoh dalam cerita.

Alur

Alur adalah urutan jalan cerita dalam sebuah cerpen yang disusun secara kronologis. Dalam definisi lain, alur artinya rangkaian cerita sejak awal sampai akhir.

Ada dua jenis alur dalam cerpen, antara lain:

  • Alur maju
    Alur yang peristiwanya digambarkan secara kronologis, maju, dan runtut dari awal sampai akhir cerita.
  • Alur mundur
    Alur ini digambarkan dengan jalan cerita yang tidak urut. Penulis biasanya menceritakan sebuah konflik terlebih dahulu dan kemudian menengok kembali kejadian yang menjadi sebab konflik itu terjadi.

Setting atau Latar

Latar memuat tiga aspek yaitu waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar atau setting memberikan gambaran konkrit mengenai cerita yang ada dalam cerpen.

Sudut pandang

Sudut pandang atau point of view adalah arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita. Atau dengan kata lain, didefinisikan sebagai cara penulis memandang/menempatkan dirinya dalam sebuah cerita.

Baca juga:  Penjelasan Hukum Newton 1, 2, 3 dan Contoh Soal + Pengerjaannya

Sudut pandang dalam sebuah cerpen dibagi menjadi 3 yaitu sudut pandang orang pertama, kedua dan ketiga, bahkan kadang para penulis menggunakan sudut pandang orang yang berada diluar cerita.

Gaya Bahasa

Unsur intrinsik selanjutnya adalah gaya Bahasa. Gaya Bahasa adalah cirikhas seorang penulis dalam menyampaikan tulisanya kepada para pembaca.

Masing-masing penulis memiliki ciri khas tersendiri seperti penggunaan majas yang khas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat dalam sebuah cerita.

Amanat

Amanat adalah pesan moral atau pelajaran yang bisa ambil dari cerpen. Pesan moral biasanya disampaikan tidak tertulis secara langsung dalam cerpen atau secara tersirat dan bergantung juga bagaimana seorang pembaca memahami cerita pendek.

contoh soal unsur ekstrinsik cerpen

Contoh Soal

Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!

Es di gelas itu sudah mencair, membaur dengan kopi yang kupesan lebih dari satu jam lalu. Seiring dengan membaurnya kedua cairan itu, aku masih saja menatap ke luar jendela, kala hujan masih saja turun membasahi bumi. Mendinginkan udara malam yang tak berbintang itu.

Latar waktu, suasana, dan tempat dalam kutipan cerpen tersebut adalah
A. Malam hari, hujan, dan restoran.
B. Malam hari, sendu, dan kedai kopi.
C. Sore hari, hujan, dan kedai kopi.
D. Petang hari, sepi, dan kedai kopi.
E. Malam hari, haru, dan kedai kopi.

Pembahasan:

Latar waktu malam dapat ditemukan pada kutipan “Mendinginkan udara malam yang tak berbintang itu.” Latar suasana sendu tersirat dari kutipan “malam yang tak berbintang itu”. Ada kesan sendu (perasaan sedih) dari kalimat tersebut. Latar tempat kedai kopi kita dapat ketahui dari kutipan “…kopi yang kupesan lebih dari satu jam lalu”. Dengan demikian, jawaban yang tepat B


Demikian, penjelasan lengkap mengenai unsur ekstrinsik dan intrinsik cerpen beserta contohnya. Semoga bermanfaat!

Lulusan Departemen Fisika Universitas Diponegoro. Senang belajar dan meneliti.

Be the first to comment

Leave a Reply