Air murni tidak bersifat lengket dan gula padat murni juga tidaklah lengket.

Tetapi saat kita mencampur air dan gula dengan porsi yang pas, kemudian memanaskannya, kita mendapati campuran ini menjadi lengket.

Itulah sirup, begitupun kecap.

Lalu apa sebenarnya yang membuat segala cairan bergula, dari sirup, madu hingga kecap, begitu lengket?

Sebenarnya, baik air maupun gula pada dasarnya sama-sama bersifat lengket, setidaknya pada ukuran molekuler.

Ini terjadi karena air dan gula mengandung sedikit muatan listrik, yang membuatnya dapat tarik menarik dengan atom yang bermuatan berbeda. Muatan ini menyebabkan molekul-molekul air saling merekat satu sama lain saat membentuk tetesan air, dan molekul-molekul gula saling merekat membentuk kristal.

Pada banyak kasus yang kita jumpai sehari-hari, air dan gula tidaklah lengket, ini terjadi karena ada dua penyebab.

Air tersusun dari molekul H2O yang berukuran sangat kecil, jadi mereka ditumpahkan ke suatu permukaan miring, molekul-molekul dapat dengan mudah saling tergelincir.

Jadi air dapat mengalir dan dengan mudah berpindah tempat dari permukaan satu ke permukaan lain.

Sedangkan gula terbuat dari molekul-molekul yang berukuran relatif besar. Pada suhu ruangan, molekul-molekul saling terikat membentuk padatan, sehingga hanya sedikit muatan listrik pada molekul yang tersingkap keluar pada setiap kristal gula.

Dan karena zat padat tidak dapat mengalir, maka hanya beberapa muatan saja yang dapat berada cukup dekat dengan permukaan untuk merekat padanya, yang mana tidaklah cukup untuk membuat kristal gula seluruhnya melekat ke permukaan.

Namun ketika kristal gula dicampurkan ke dalam air, molekul-molekulnya saling melepas tautan dan beralih terikat pada molekul air.

Hanya ketika semakin banyak gula ditambahkan ke air, gula menjadi saling melekat kembali.

Dan disinilah dimana campuran gula dan air ini menjadi bersifat lengket, karena molekul-molekul besar gula tidak dapat menggelincir satu sama lain seperti yang dapat mudah terjadi pada molekul-molekul air, yang mana inilah mengapa sirup (campuran gula dan air) ataupun kecap bersifat tebal dan kental.

Tapi karena zat campuran ini tetap dalam fase zat cair, maka molekul-molekul gula yang tersingkap dapat mengalir dan menempel pada permukaan kulitmu, membentuk lapisan tebal yang melekat seperti lem.

Faktanya, memang seperti itulah cairan lem bekerja, kecuali bahwa banyak molekul-molekul pada lem membentuk untaian ikatan kimia yang panjang, yang menjadikannya sangat erat dan terkunci bersama dengan permukaan selagi air pada lem menguap.