A password will be e-mailed to you.

    Sebelumnya, aku mau nanya nih. Gimana sih perasaannya kalau orang terdekat kita pergi? Pasti sedih kan..

    Tapi kalian tau gak sih, kalau sebenarnya ada satu benda yang mau menjauh dari kita, bukan hanya mengubah perasaan satu orang saja, tetapi bahkan mempengaruhi kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi?

    Yap, benar, sobat. Benda itu adalah Bulan. Ia perlahan-lahan mau menghilangkan dirinya dari hadapan bumi..

    “Loh kok bisa?”

    “Emang bulan mau ke mana?”

    “Udah gak betah dekat-dekat bumi?”

    Dahulu sekitar 1,4 miliar tahun yang lalu ternyata Bulan melakukan pendekatan dengan cara mengorbit lebih dekat pada Bumi. Hal itu pun mengakibatkan satu hari hanya terjadi 18 jam, bukan 24 jam. Gravitasi yang dimiliki oleh Bumi dan Bulan saling mempengaruhi sehingga menyebabkan salah satu di antara keduanya menjadi kalah. Bumi sendiri juga terkena efek dari gravitasi Bulan, di mana efek pasang surut juga terjadi. Akibatnya, kecepatan rotasi Bumi juga mengalami perlambatan. Dengan demikian, gravitasi bulan secara perlahan memperlambat kecepatan rotasi Bumi

    “Ketika Bulan bergerak menjauh, Bumi seperti pemain skater yang berputar makin lambat saat mereka merentangkan tangan mereka,” kata Stephen Meyers, profesor geosains di University of Wisconsin-Madison dan penulis penelitian, seperti dilansir The Independent, Rabu (13/6/2018).

     

    Apa yang menyebabkan bulan menjauh dari bumi?

    Dalam sebuah pergerakan melingkar pada suatu benda, benda tersebut menghasilkan 2 macam gaya, yakni gaya sentripetal dan gaya sentrifugal. Gaya sentripetal merupakan gaya yang membuat benda bergerak melingkar yang memiliki percepatan menuju pusat lingkaran. Sedangkan gaya sentrifugal ialah gaya yang terjadi ketika benda bergerak melingkar. Gaya tersebut berlawanan dengan gaya sentripetal. Nah, gaya ini pula lah yang menyebabkan bulan semakin menjauh dari sisi bumi, sobat. Gaya sentrifugal didefinisikan dengan kecenderungan benda untuk mengikuti jalan melengkung untuk menjauh dari pusat atau sumbu lingkaran.

    Baca juga:  Asal muasal terbentuknya benua

    Pada hal ini, Bumi berperan sebagai pusat lingkaran. Semakin dekat Bulan ke pusat Bumi, maka semakin besar gaya sentripetal yang dihasilkan akibat pengaruh gravitasi Bumi. Ketika Bulan bergerak, Bumi akan menarik Bulan sehingga tercipta gerak melingkar. Secara otomatis, Bulan pun menciptakan gaya sentrifugalnya. Namun, gaya sentripetal dan sentrifugal Bulan tidaklah seimbang. Bulan memiliki pergerakan yang lebih cepat sehingga gaya sentrifugal yang dihasilkan lebih besar. Alhasil, Bulan pun bergerak semakin menjauh dari Bumi.

    Para ilmuwan menyatakan bahwa bulan menjauh 3,82 cm per tahun atau 1,2 nanometer (0,0000000012 meter) per detiknya. Meski terkesan pendek, hal ini memiliki pengaruh terhadap pergerakan bumi. Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin dalam ratusan tahun kemudian, Bumi benar-benar kehilangan bulan.

     

    Bagaimana pengaruhnya terhadap Bumi jika Bulan tidak ada?

    Wah, tentu saja, yang pertama ialah langit malam nan indah berselimut cahaya bulan tak bisa kita nikmati lagi ):

    Tidak ada yang namanya bulan purnama sebagai lentera malam–terbesar kita, hilangnya istilah gerhana bulan, dan yang paling penting yakni stabilitas pasang-surut air laut menjadi terganggu. Hal itu akan berdampak secara berlanjut pada kehidupan makhluk, bahkan terjadi kematian massal di bumi.

    Ternyata benar ya, sobat. Bahwa seringkali sesuatu akan terasa keberadaannya setelah ia menghilang. Bagaimana mungkin Bumi sanggup kehilangan Bulan yang selalu mendampinginya selama detik demi detik rotasi yang ia lewati? Bagaimana bisa Bumi bertahan tanpa kekasihnya, Bulan, yang selalu menjadi saksi revolusi Bumi terhadap matahari?

    Jadi, apakah kalian siap kehilangan Bulan?

     


    Tulisan ini adalah kiriman dari penulis. Kamu juga bisa membuat tulisanmu sendiri di Saintif dengan bergabung di Saintif Community

    Baca juga:  Apakah Hewan Mempunyai Kemampuan Meramal?

     

    No more articles