A password will be e-mailed to you.

    Buku-buku sains semuanya menyebutkan bumi berbentuk bulat dan berotasi terhadap sumbunya dengan periode sekitar 24 jam (sebenarnya kurang 3 menit sekian detik). Rotasi inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam saling bergantian di Bumi. Satu hari merupakan satu periode rotasi yang terdiri dari sepasang siang dan malam.

    Meskipun rotasi bumi terdengar tidak terlalu cepat, hanya kurang dari 24 jam tiap putaran, kelajuan yang terjadi di permukaan bumi bisa sangat luar biasa cepat. Percaya atau tidak, saat kita yang tinggal di khatulistiwa merasa duduk diam di kelas(misalnya), sebenarnya kita mengelilingi sumbu rotasi bumi dengan laju mencapai 1040km/jam!

    Bumi-bulat

    1040 mil per jam untuk manusia khatulistiwa, sumber: Wikipedia

    Tapi, mengapa dengan kecepatan seperti itu tidak ada yang terpelanting dari bumi? Untuk skala gasing tradisional saja, seekor semut yang menempel bisa terpental keluar saat kita memutar kencang si gasing. Mengapa manusia di bumi tidak mengalami hal yang sama?

    Jawabannya mudah saja, karena bumi dan segala yang berada bersamanya/menempel bergerak bersamaan dengan kecepatan konstan. Printilan yang hinggap di permukaan bumi bisa terpental keluar kalau tiba-tiba bumi berhenti berputar atau kecepatannya naik sekian kali. Ini artinya, fenomena seperti itu hanya bisa terjadi ketika ada perubahan kecepatan, yaitu akselerasi(percepatan) dan dekselerasi(perlambatan,atau percepatan negatif).

    Mari kita buka lagi hukum 1 Newton,

    Jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam sedangkan benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus dengan kecepatan tetap.

    Untuk bisa membuat terpental manusia dan benda-benda lain yang ada di permukaan bumi, diperlukan gaya. Resultan gaya dalam hukum Newton 2 didefinisikan sebagai massa dikalikan percepatan:

    Baca juga:  Louis Pasteur, Sang Penemu Vaksin

    Saat percepatan benda tidak ada, ini artinya total gaya yang dialami sama dengan nol.

    Ketika bumi mendapatkan percepatan atau perlambatan dari gaya luar sehingga mengalami perubahan kecepatan rotasi, benda-benda yang ada di permukaan akan seolah-olah mendapatkan gaya yang berlawanan dengan percepatan bumi. Hal ini terjadi karena benda-benda tersebut sebelumnya bergerak mengikuti kecepatan konstan bumi. Saat bumi mendadak berhenti berputar, alias mendapatkan perlambatan, manusia di bumi bisa langsung ‘terbang’ atau malah ‘terpelanting ke luar’.

    Fenomena serba ‘mendadak’ ini sebenarnya rutin kita alami. Saat kita naik motor dengan kecepatan 80km/jam dan tiba-tiba mengerem saat ada orang lewat di depan kita, akan terasa seperti ada dorongan ke depan; padahal tadi saat di perjalanan kita tidak merasakan gaya aneh-aneh seperti itu.

    Mengapa hal itu bisa terjadi? Hal itu terjadi karena saat itu kita sedang bergerak ke depan.

    Pada dasarnya tubuh kita akan tetap bergerak dengan kecepatan 80km/jam, akan tetapi tangan dan bagian badan kita yang berhubungan dengan motor menahannya. Tangan kita berpegangan pada stir motor sehingga memberikan perlambatan pada tubuh kita, sedangkan jok motor memberikan gaya gesek yang berlawanan dengan arah gerak tubuh kita.

    Contoh lain yang cukup sering terjadi adalah saat di kereta. Diceritakan bahwa ada seorang mahasiswa yang ingin pergi ke kampus dengan menggunakan kereta listrik, namanya si Amin.

    Amin naik kereta saat semua tempat duduk terisi, sehingga dengan terpaksa ia harus berdiri. Jam 8 tepat kereta mulai berjalan, kecepatannya meningkat dari yang tadinya diam menjadi 60km/jam dalam waktu setengah menit. Amin tiba-tiba merasa ada tarikan ke belakang saat kereta mulai berjalan. Kalau saja ia tidak memegang gantungan yang tersedia, ia bisa terpental sampai ujung gerbong sambil guling-guling. Menit-menit selanjutnya, ia tidak merasakan ada tarikan seperti tadi lagi; padahal kereta sudah mencapai kecepatan 80km/jam!

    Baca juga:  Lubang Hitam, Kini Aku Mengenalimu!

    Dari dua contoh di atas, kita bisa mengetahui dengan mudah alasan mengapa kita tidak terpelanting keluar dari bumi. Bumi kita berputar dengan kecepatan sudut yang relatif tetap, satu putaran perharinya, sehingga dapat diketahui bahwa bumi tidak mengalami gaya apa-apa yang bisa menyebabkan kita bisa terpelanting. Jadi, masih aman kan kita tinggal di bumi?

     


    Tulisan ini adalah karya kiriman penulis. Kamu juga bisa membuat tulisanmu sendiri di Saintif dengan bergabung di Saintif Community


     

    Sumber bacaan:

    Tebak Seberapa Cepat Kita Berputar Pada Poros Bumi. https://www.liputan6.com/global/read/812293/tebak-seberapa-cepat-kita-berputar-pada-poros-bumi

    No more articles